Halal Bihalal Jatman Depok, PCNU Tegaskan: Ruh NU Ada di Jatman

whatsapp image 2026 04 11 at 21.03.55

DEPOK — Suasana hangat penuh ukhuwah mewarnai kegiatan Halal Bihalal pengurus Jami’iyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyah (Jatman) Kota Depok yang digelar di Kantor PCNU Kota Depok, Sabtu (11/4/2026).

Kegiatan ini dihadiri oleh sosok sepuh yang akrab disapa Mbah Mad, yaitu KH. Ahmad Bukhori, serta Ketua PCNU Kota Depok, KH. Achmad Solechan.

Turut hadir Rais Jatman Depok KH. Rahmat Hidayat, Mudir Jatman Kiai Musfiqin Zuhdi, Sekretaris Jatman Ustaz Agus Supriyanto, serta para pengurus lainnya seperti KH. Lukman Nursalim, Ustaz H. Triyono, KH. Fatkhuri Wahmad, KH. Abu Bakar Madris, dan jajaran pengurus lainnya.

Dalam sambutannya, Ketua PCNU Depok menegaskan pentingnya keberadaan Jatman dalam tubuh Nahdlatul Ulama.

“Jatman ini bukan sekadar organisasi biasa. Ruhnya NU itu ada di Jatman,” ungkapnya dalam acara tersebut.

Pernyataan ini menegaskan bahwa dimensi spiritualitas dan thariqah menjadi bagian penting dalam menjaga kekuatan batin dan tradisi keagamaan di lingkungan Nahdlatul Ulama.

Sementara itu, Rais Jatman Depok KH. Rahmat Hidayat menyampaikan komitmennya untuk terus melakukan pembenahan organisasi. Ia menekankan pentingnya penataan struktur kepengurusan hingga tingkat kecamatan (ghusniyah).

“Kita akan terus memperbaiki dan merapikan struktur Jatman, khususnya di tingkat ghusniyah. Insya Allah, tahun 2026 ini diupayakan seluruh kepengurusan ghusniyah sudah terbentuk,” ujarnya.
Adapun dalam tausiyahnya, KH. Fatkhuri Wahmad berharap agar Jatman menjadi organisasi yang terbuka dan mampu merangkul berbagai kalangan, tanpa kehilangan jati diri spiritualnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya memahami dasar-dasar ilmu agama, termasuk dalam ilmu nahwu sebagaimana disebutkan dalam kitab Alfiyah Ibnu Malik:
رَفْعٌ بِضَمٍّ وَنَصْبٌ بِفَتْحٍ
وَجَرٌّ بِكَسْرٍ وَجَزْمٌ بِتَسْكِينٍ
Artinya:
“Rafa’ itu dengan dhammah, nashab dengan fathah, jar dengan kasrah, dan jazm dengan sukun.”
Penjelasan maknanya:
Rafa’ (رَفْع) → tanda asalnya dhammah ( ُ )
Digunakan pada subjek (fa’il), mubtada, khabar, dll.
Nashab (نَصْب) → tanda asalnya fathah ( َ )
Digunakan pada objek (maf’ul), hal, tamyiz, dll.
Jar (جَرّ) → tanda asalnya kasrah ( ِ )
Digunakan pada isim setelah huruf jar atau mudhaf ilaih.
Jazm (جَزْم) → tanda asalnya sukun ( ْ )
Digunakan pada fi’il mudhari setelah huruf jazm.

Baca juga  Penguatan Moderasi Beragama Bagi GTK Madrasah Se-Kota Depok: Kiai Alech Tekankan Empat Indikator Moderasi Beragama

Makna yang lebih dalam dari ungkapan ini bukan sekadar kaidah bahasa, tetapi juga isyarat bahwa segala sesuatu dalam hidup memiliki aturan, posisi, dan tanda masing-masing. Ketika sesuatu ditempatkan pada tempatnya, maka akan tercipta keteraturan dan keindahan, sebagaimana dalam bahasa Arab.

Acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh KH. Ahmad Bukhori (Mbah Mad), dilanjutkan dengan ramah tamah penuh keakraban antar pengurus.

Momentum ini menjadi penguat silaturahim sekaligus konsolidasi organisasi agar Jatman Depok semakin solid, tertata, dan memberi manfaat luas bagi umat.

Dukungan Anda Sangat Berarti 😊

Yuk bantu perjuangan LTN NU Kota Depok menyebarkan informasi kegiatan NU dengan melakukan pembayaran melalui QRIS berikut:

QRIS Pembayaran

Terima kasih atas kontribusi Anda 🙏