Silaturahim DPC PDIP Kota Depok ke PCNU Depok, Bahas Kebangsaan, Pesantren, hingga Isu Generasi Muda

whatsapp image 2026 04 08 at 22.45.20

DEPOK — Dalam suasana Idulfitri yang penuh kehangatan, jajaran DPC PDI Perjuangan Kota Depok bersilaturahim ke Kantor PCNU Kota Depok, dalam rangka mempererat ukhuwah kebangsaan, membangun komunikasi lintas elemen, serta membahas sejumlah isu strategis yang menyangkut masa depan masyarakat Kota Depok, Rabu (8/4/2026).

Rombongan DPC PDIP Kota Depok dipimpin langsung oleh Ketua DPC PDIP Kota Depok, Hj. Yuni Indriany, didampingi Sekretaris H. Imam Turidi, Bendahara Habib Ahmad Riza Al-Habsyi, Ketua Fraksi PDIP Kota Depok, Hj. Indah Ariani, serta sejumlah pengurus lainnya seperti Ikravani Hilman.

Sementara dari pihak PCNU Kota Depok, hadir Ketua Tanfidziyah Dr. KH. Achmad Solechan, Sekretaris H. Khakim Muzayyan, Wakil Rais Syuriah KH. M. Abdul Mujib, Rais Syuriah JQH NU Depok KH. Jazim Hamidi, serta para pengurus lainnya dan perwakilan lembaga maupun badan otonom (Banom) NU Kota Depok, seperti LTN NU dan Satkorcab Ansor Depok, A. Hukmawan. Pertemuan ini dipandu oleh Sekretaris PCNU Kota Depok, H. Hakim Muzayyan.

Momentum Idulfitri dan Penguatan Silaturahim

Dalam sambutannya, Ketua DPC PDIP Kota Depok, Hj. Yuni Indriany, menyampaikan ucapan minal aidzin wal faidzin sekaligus menegaskan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari ikhtiar mempererat silaturahim antara PDIP dan keluarga besar Nahdlatul Ulama di Kota Depok.

“Silaturahim ini penting, bukan hanya sebagai tradisi pasca-Idulfitri, tetapi juga sebagai ruang untuk menyambung kebersamaan dan memohon doa serta nasihat dari para kiai dan pengurus NU,” demikian substansi yang disampaikan Teh Yuni.

Dalam kesempatan itu, ia juga memperkenalkan jajaran pengurus baru DPC PDIP Kota Depok yang telah resmi menerima SK kepengurusan. Teh Yuni berharap, kehadiran kepengurusan baru ini bisa membawa semangat baru dalam pengabdian kepada masyarakat, sekaligus memohon nasehat, wejangan, dan doa dari para ulama NU agar amanah organisasi dapat dijalankan dengan baik.

PCNU Depok: PDIP dan NU Punya Jejak Panjang Kebangsaan

Menanggapi silaturahim tersebut, Ketua PCNU Kota Depok, Dr. KH. Achmad Solechan, menyambut hangat kehadiran rombongan DPC PDIP Kota Depok. Ia berharap pertemuan itu menjadi jalan keberkahan bagi semua pihak.

Baca juga  PRNU Cinere Gelar Gebyar Ramadhan, Teguhkan Sinergi Nahdliyin di Tengah Tantangan

“Semoga silaturahim ini membawa berkah. Selamat datang untuk para pengurus DPC PDIP Kota Depok yang baru saja sah dalam SK kepengurusan,” ujarnya.

Kiai Alech juga menegaskan bahwa secara historis, PDIP dan NU memiliki kedekatan yang tidak bisa dipisahkan, karena keduanya sama-sama mempunyai sejarah panjang dalam merawat kebangsaan, menjaga keutuhan NKRI, dan membangun narasi kebangsaan yang inklusif.
“PDIP dengan NU selalu dekat dan tidak pernah jauh, karena sama-sama memiliki sejarah dan narasi panjang untuk kebangsaan,” tegasnya.

Ia menambahkan, ke depan terdapat banyak isu strategis yang perlu ditindaklanjuti bersama, terutama yang menyangkut masa depan generasi muda, di antaranya isu keluarga dan bahaya narkoba yang kini menjadi tantangan serius di tengah masyarakat.

whatsapp image 2026 04 08 at 22.45.19

Sorotan PCNU: Perda Pesantren, Guru Diniyah, Sampah, hingga Kemacetan

Dalam forum yang berlangsung akrab namun substantif itu, KH. M. Abdul Mujib menyampaikan sejumlah catatan penting yang perlu menjadi perhatian bersama, khususnya bagi para pemangku kebijakan dan unsur legislatif.

Pertama, ia menekankan pentingnya pengawalan terhadap Perda Pondok Pesantren, agar regulasi tersebut benar-benar berpihak kepada pesantren dan tidak berhenti pada tataran normatif semata.

Selain itu, ia juga menyoroti perlunya perhatian serius terhadap kesejahteraan guru-guru diniyah, yang selama ini menjadi pilar penting pendidikan keagamaan di tengah masyarakat.

Kedua, ia menyinggung persoalan sampah yang dinilai semakin krusial di Kota Depok. Menurutnya, bila daerah lain mampu menuntaskan persoalan tersebut, maka Kota Depok pun semestinya bisa melakukan hal serupa dengan keseriusan kebijakan dan kerja kolaboratif.

“Isu sampah ini sangat krusial. Daerah lain saja bisa menuntaskan, kami yakin Depok juga bisa,” ujarnya.

Selain itu, Kiai Mujib juga mengingatkan bahwa kemacetan dan jalan-jalan rusak merupakan problem nyata yang langsung dirasakan masyarakat. Karena itu, ia berharap hal-hal tersebut menjadi perhatian serius agar kehadiran pemerintah benar-benar terasa manfaatnya oleh warga Kota Depok.

Usulan Festival Santri dan Penguatan Syiar Islam Rahmatan lil ‘Alamin

Baca juga  MWCNU Cilodong Gelar Lailatul Ijtima dan Konsolidasi Organisasi Bersama Ranting dan Banom

Dari pihak DPC PDIP, Sekretaris H. Imam Turidi mengusulkan agar ke depan ada ruang kolaborasi yang lebih konkret antara PDIP dan kalangan pesantren atau santri.

Ia menyebut, salah satu gagasan yang bisa diwujudkan adalah membuat kegiatan pada momentum Bulan Bung Karno yang melibatkan kalangan santri, misalnya melalui Festival Marawis atau kegiatan kebudayaan Islam lainnya.

Usulan ini mendapat perhatian positif karena dinilai dapat menjadi jembatan antara dunia politik kebangsaan dan budaya pesantren yang hidup di tengah masyarakat.

Sementara itu, Bendahara DPC PDIP Kota Depok, Habib Ahmad Riza Al-Habsyi, menegaskan bahwa di tubuh PDIP Kota Depok terdapat semangat yang sejalan dengan prinsip Islam Rahmatan lil ‘Alamin.

Menurutnya, nilai-nilai keislaman yang menebar kasih sayang, moderasi, dan kemaslahatan sosial sangat relevan dengan perjuangan politik yang berpihak kepada masyarakat.

Karena itu, jika diperkenankan, ia membuka ruang agar tokoh-tokoh NU Kota Depok dapat mengaspirasikan kader-kader terbaiknya untuk berkontribusi di BAMUSI (Baitul Muslimin Indonesia), sebagai salah satu wadah sinergi nilai keislaman dan kebangsaan.

Fraksi PDIP Diingatkan Konsisten Kawal Perda Pesantren

Dalam kesempatan yang sama, Ikravani Hilman (Bang Ikra) menyampaikan bahwa dari sisi Fraksi PDIP di DPRD Kota Depok, pihaknya memiliki rekam jejak dalam memperjuangkan kebijakan yang berpihak kepada pesantren.

Ia mengingatkan bahwa Fraksi PDIP termasuk yang mengusulkan Perda Pondok Pesantren pada tahun-tahun sebelumnya. Hal ini menjadi bukti bahwa perhatian terhadap pesantren bukan sekadar wacana, melainkan sudah diwujudkan dalam langkah politik formal.

Pernyataan ini sekaligus menjadi penguat bahwa aspirasi dari kalangan NU terkait pesantren dan pendidikan diniyah memiliki ruang untuk terus diperjuangkan melalui jalur kebijakan daerah.

Evaluasi Bimroh dan Minimnya Madrasah Negeri Jadi Perhatian

Sementara itu, KH. Jazim Hamidi menyoroti persoalan Bimbingan Rohani (Bimroh) yang menurutnya perlu diawasi dan dievaluasi secara serius.

Ia mengungkapkan adanya temuan bahwa sejumlah pihak yang mendapatkan SK dalam program bimroh justru dinilai tidak memiliki kapasitas memadai, bahkan “tidak bisa ngaji”. Karena itu, ia meminta agar proses rekrutmen, penetapan, hingga evaluasi program bimroh benar-benar dilakukan secara objektif dan profesional.

Baca juga  NU Depok Peduli, PC Fatayat NU Bantu Korban Bencana Kab. Sukabumi

Masukan serupa juga disampaikan oleh Ustadz Syahruddin dari LTN NU Depok, yang menekankan pentingnya penguatan evaluasi bimroh agar program keagamaan yang dijalankan pemerintah benar-benar memberi manfaat dan dipandu oleh SDM yang kompeten.

Selain itu, Ustadz Syahruddin, juga menyinggung realitas bahwa madrasah negeri di Kota Depok saat ini baru berjumlah dua. Kondisi ini menjadi perhatian tersendiri, mengingat kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan Islam formal yang berkualitas terus meningkat dari tahun ke tahun.

Harapannya, ke depan akan ada perhatian lebih serius terhadap penguatan infrastruktur pendidikan keagamaan di Kota Depok, termasuk kemungkinan penambahan madrasah negeri yang lebih representatif.

Menyatukan Ukhuwah, Menguatkan Kepedulian pada Umat

Silaturahim DPC PDIP Kota Depok ke PCNU Depok ini bukan sekadar kunjungan seremonial pasca-Lebaran. Lebih dari itu, pertemuan ini menunjukkan bahwa ruang dialog antara unsur politik dan organisasi keagamaan tetap penting untuk terus dijaga.

Di tengah berbagai persoalan kota—mulai dari keluarga, narkoba, pendidikan keagamaan, kesejahteraan guru diniyah, sampah, kemacetan, jalan rusak, hingga kualitas program bimroh—dibutuhkan sinergi yang sehat, jujur, dan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat.
Silaturahim semacam ini menjadi penanda bahwa ukhuwah kebangsaan dan kepedulian terhadap umat dapat berjalan beriringan. NU dengan kekuatan moral-keagamaannya, dan PDIP dengan ruang perjuangan politik-kebangsaannya, diharapkan bisa terus berkolaborasi untuk menghadirkan solusi nyata bagi warga Depok.

(Syahruddin dan Handy Fernandy, LTN NU Depok)

Dukungan Anda Sangat Berarti 😊

Yuk bantu perjuangan LTN NU Kota Depok menyebarkan informasi kegiatan NU dengan melakukan pembayaran melalui QRIS berikut:

QRIS Pembayaran

Terima kasih atas kontribusi Anda 🙏