Akademisi UNUSIA Luncurkan Buku Istiqlal untuk Dunia

Jakarta – Akademisi Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) sekaligus Intelektual Muda Nahdlatul Ulama, Dr. Muhammad Aras Prabowo, resmi meluncurkan buku Istiqlal untuk Dunia pada rangkaian Rukun Festival 2026, Sabtu (12/7/2026). Buku yang ditulis bersama Farid F. Saenong dan dieditori Mas’ud Halimin tersebut menawarkan perspektif baru mengenai peran Masjid Istiqlal sebagai pusat diplomasi kemanusiaan, dialog lintas agama, serta inspirasi perdamaian dunia.

Peluncuran buku ini menjadi salah satu agenda utama Rukun Festival 2026 yang mempertemukan para tokoh agama, akademisi, diplomat, pemimpin lintas iman, generasi muda, hingga pegiat perdamaian dari berbagai negara. Momentum tersebut semakin menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu episentrum diplomasi agama (religious diplomacy) yang menjadikan nilai-nilai kemanusiaan, persaudaraan, dan keberagaman sebagai fondasi kerja sama global.

Buku Istiqlal untuk Dunia mengangkat Deklarasi Istiqlal sebagai tonggak etika global yang lahir dari Indonesia untuk dunia. Tidak hanya mendokumentasikan peristiwa bersejarah penandatanganan Deklarasi Istiqlal pada 5 September 2024, buku ini juga menghadirkan refleksi akademik mengenai bagaimana rumah ibadah dapat bertransformasi menjadi ruang dialog peradaban, penguatan moderasi beragama, diplomasi kemanusiaan, hingga kolaborasi global dalam menghadapi krisis kemanusiaan dan lingkungan.

Dr. Muhammad Aras Prabowo mengatakan bahwa buku tersebut merupakan ikhtiar intelektual untuk memperkenalkan pengalaman Indonesia dalam membangun harmoni sosial kepada masyarakat internasional.

“Istiqlal bukan sekadar masjid terbesar di Asia Tenggara, tetapi telah berkembang menjadi simbol harapan dunia. Melalui buku ini kami ingin menunjukkan bahwa agama dapat menjadi energi moral yang menyatukan manusia, memperkuat solidaritas global, serta membangun masa depan yang damai, adil, dan berkelanjutan. Pengalaman Indonesia melalui Deklarasi Istiqlal layak menjadi inspirasi bagi lahirnya tata dunia yang lebih berkeadaban,” ujar Dr. Muhammad Aras Prabowo.

Baca juga  Kyai Alech Minta Semua Pihak Dukung Perjuangan Timnas Indonesia

Menurutnya, sebagai akademisi UNUSIA, peluncuran buku ini juga merupakan bentuk kontribusi perguruan tinggi Nahdlatul Ulama dalam memperkuat diplomasi intelektual Indonesia di tingkat global. Ia menilai kampus tidak hanya bertugas menghasilkan riset, tetapi juga menghadirkan gagasan yang mampu menjawab tantangan kemanusiaan dunia.

Sementara itu, Farid F. Saenong menegaskan bahwa buku ini merupakan kontribusi intelektual Indonesia terhadap percakapan global mengenai hubungan agama, perdamaian, ekologi, dan masa depan peradaban.

“Pesan Deklarasi Istiqlal melampaui batas negara dan agama. Nilai persaudaraan, dialog, serta tanggung jawab menjaga bumi merupakan bahasa universal yang sangat dibutuhkan dunia saat ini. Kami berharap buku ini menjadi referensi akademik sekaligus menginspirasi gerakan lintas iman di berbagai belahan dunia,” ujarnya.

Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., menyambut baik peluncuran buku tersebut sebagai bagian dari penguatan kontribusi Indonesia dalam membangun peradaban global yang berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan.

“Saya meyakini bahwa masa depan dunia tidak cukup dibangun melalui diplomasi politik dan ekonomi semata. Kita membutuhkan diplomasi nilai, diplomasi hati, dan diplomasi kemanusiaan yang berakar pada penghormatan terhadap martabat setiap manusia. Istiqlal untuk Dunia merupakan ikhtiar intelektual yang memperkuat peran Indonesia sebagai jembatan perdamaian dunia,” ujar Nasaruddin Umar.

Buku Istiqlal untuk Dunia disusun dalam enam belas bab yang mengulas Deklarasi Istiqlal dari berbagai perspektif, mulai dari sejarah, teologi, diplomasi, ekologi, pendidikan, hingga geopolitik global. Melalui pendekatan multidisipliner, buku ini menawarkan gagasan bahwa rumah ibadah dapat menjadi pusat lahirnya kepemimpinan moral dunia, penguatan moderasi beragama, aksi kemanusiaan, serta kolaborasi lintas iman untuk menjawab berbagai tantangan abad ke-21.

Peluncuran buku ini diharapkan menjadi tonggak baru bagi berkembangnya diplomasi agama Indonesia di panggung internasional sekaligus memperkuat posisi Masjid Istiqlal sebagai simbol persaudaraan universal dan mercusuar perdamaian dunia. Kehadiran karya tersebut juga menunjukkan bahwa kontribusi akademisi Indonesia, termasuk dari Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia, mampu menghadirkan gagasan strategis yang memperkaya diskursus global mengenai perdamaian, kemanusiaan, dan masa depan peradaban yang lebih inklusif, adil, dan berkelanjutan.

Dukungan Anda Sangat Berarti 😊

Yuk bantu perjuangan LTN NU Kota Depok menyebarkan informasi kegiatan NU dengan melakukan pembayaran melalui QRIS berikut:

Baca juga  NU Depok Peduli Salurkan Bantuan dan Gelar Trauma Healing bagi Korban Banjir

QRIS Pembayaran

Terima kasih atas kontribusi Anda 🙏