DEPOK – Suasana khidmat menyelimuti Komplek Makam Tubagus Pangeling, Leuwinanggung, Kecamatan Tapos, Kota Depok, pada Ahad malam (7/6/2026). Ratusan jemaah yang tergabung dalam komunitas Sarkub (Sarjana Kuburan), bersama para ulama, tokoh masyarakat, dan unsur pemerintah, menghadiri kegiatan Napak Tilas Makam Waliyullah dan Pejuang Islam sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa para pendahulu dalam menyebarkan Islam di Nusantara.
Kegiatan yang berlangsung penuh kekhusyukan ini diawali sejak pagi hingga sore hari dengan Sema’an Al-Qur’an yang diikuti para hafiz dan masyarakat. Memasuki malam hari, rangkaian acara dilanjutkan dengan pembacaan tawasul, dzikir Qofillin, serta doa bersama yang menggema di kawasan makam bersejarah tersebut.
Sejumlah tokoh agama dan pengurus organisasi keagamaan turut hadir dalam kegiatan ini, di antaranya Pengasuh Pondok Pesantren Mahir Ar-Riyadh KH Ahmad Buchori, Ketua PCNU Kota Depok KH Achmad Solechan, Rois Syuriah MWCNU Kecamatan Tapos H. Jarkasih yang juga menjabat sebagai Camat Tapos, Ketua Tanfidziyah MWCNU Kecamatan Tapos KH Lukman Nurhakim, jajaran pengurus JATMAN, JQH, serta berbagai badan otonom Nahdlatul Ulama.
Kehadiran unsur ulama dan pemerintah dalam kegiatan tersebut menjadi simbol kuatnya sinergi antara ulama dan umara dalam menjaga tradisi keagamaan sekaligus melestarikan situs-situs sejarah Islam yang memiliki nilai penting bagi masyarakat.

Dalam sambutannya, Ketua PCNU Kota Depok KH Achmad Solechan menegaskan bahwa kegiatan ziarah dan napak tilas tidak sekadar menjadi rutinitas tahunan, melainkan sarana untuk mengingat kembali perjuangan para ulama dan pejuang Islam yang telah mengorbankan tenaga, pikiran, bahkan nyawa demi tegaknya syiar Islam.
“Ziarah dan napak tilas ini bukan sekadar rutinitas, melainkan momentum penting untuk mengingatkan kita semua akan besarnya pengorbanan dan perjuangan para waliyullah serta pejuang Islam terdahulu. Tugas kita sekarang adalah melanjutkan api perjuangan dan nilai-nilai kebaikan yang telah mereka wariskan,” ujar KH Achmad Solechan di hadapan para jemaah.
Menurutnya, tradisi ziarah makam para ulama memiliki nilai pendidikan yang sangat penting, terutama bagi generasi muda. Selain menjadi sarana mengingat kematian (dzikrul maut), kegiatan tersebut juga menjadi media untuk mengenal sejarah perjuangan Islam di tingkat lokal yang kerap terlupakan.
Melalui kegiatan Napak Tilas Sarkub ini, para peserta diajak untuk meneladani semangat perjuangan para pendahulu sekaligus memperkuat kecintaan terhadap sejarah Islam Nusantara. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai upaya menjaga warisan spiritual, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta menumbuhkan kesadaran sejarah di tengah masyarakat.
Acara ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah antarjemaah, menandai komitmen bersama untuk terus merawat tradisi keagamaan yang telah diwariskan oleh para ulama dan pejuang Islam terdahulu.
Dukungan Anda Sangat Berarti 😊
Yuk bantu perjuangan LTN NU Kota Depok menyebarkan informasi kegiatan NU dengan melakukan pembayaran melalui QRIS berikut:
Terima kasih atas kontribusi Anda 🙏




