Musker II MWC NU Bojongsari Rumuskan Program Strategis, Perkuat Khidmat kepada Umat

whatsapp image 2026 07 27 at 15.00.59

Depok, NU Online – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Bojongsari sukses menggelar Musyawarah Kerja (Musker) II di Pondok Pesantren Baitul Hikmah, Curug, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok, Ahad (26/7/2026).

Forum tersebut menjadi momentum penting untuk mengevaluasi pelaksanaan program kerja sekaligus menetapkan arah kebijakan organisasi demi memperkuat khidmat Nahdlatul Ulama kepada umat.
Kegiatan berlangsung dengan penuh kekhidmatan dan diikuti oleh jajaran Mustasyar, Syuriyah, A’wan dan Tanfidziyah MWC NU Bojongsari, ketua lembaga, badan otonom (Banom), Rois Syuriah dan Ketua Tanfidziyah Ranting NU se-Kecamatan Bojongsari, serta sejumlah tamu undangan Ketua PCNU kota Depok dan jajaran, Camat Bojongsari dan jajaran Lurah se-Kecamatan Bojongsari, Ketua MUI Kecamatan Bojongsari, Polsek Bojongsari, Koramil Sawangan 05, dan perwakilan KUA Bojongsari.

Ketua Panitia Musker II Ustadz Fakhruddin Harahap menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan baik. Ia mengucapkan terima kasih kepada Pengasuh Pondok Pesantren Baitul Hikmah beserta keluarga besar pesantren atas sambutan dan fasilitas yang diberikan, serta kepada seluruh panitia, peserta, dan para donatur yang telah mendukung suksesnya penyelenggaraan kegiatan.

Mengusung semangat “Menguatkan Jam’iyah, Menghadirkan Kemaslahatan,” Musker II menjadi forum strategis untuk menyelaraskan program kerja organisasi agar semakin adaptif terhadap kebutuhan masyarakat, sekaligus memperkokoh sinergi antarperangkat organisasi di lingkungan Nahdlatul Ulama.

Dalam sambutannya, Shohibul Ma’had Pondok Pesantren Baitul Hikmah, Gus H. M. Syukron Farda, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Pondok Pesantren Baitul Hikmah sebagai tuan rumah Musyawarah Kerja II MWC NU Kecamatan Bojongsari.
Ia berharap forum tersebut menjadi momentum untuk memperkuat ukhuwah, konsolidasi organisasi, dan sinergi antara pesantren dengan Nahdlatul Ulama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada umat.

Baca juga  Sukses Gelar Makesta IV, PAC IPNU-IPPNU Sukmajaya Inspirasi Pelajar NU

“Kami menyambut dengan penuh kebahagiaan seluruh peserta Musyawarah Kerja II di Pondok Pesantren Baitul Hikmah. Semoga forum ini melahirkan program-program yang membawa kemaslahatan, memperkuat jam’iyah, serta semakin mengokohkan peran Nahdlatul Ulama dalam membimbing dan melayani masyarakat,” ujar Gus Syukron Farda.

Dalam sambutannya, Ketua Tanfidziyah MWC NU Kecamatan Bojongsari Ustadz Syukron Hidayatullah menegaskan bahwa Musyawarah Kerja bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan ikhtiar bersama dalam menyusun langkah-langkah nyata untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada warga Nahdliyin dan masyarakat luas.

“Musyawarah Kerja ini menjadi wadah untuk memperkuat konsolidasi organisasi, menyatukan langkah, serta memastikan seluruh program benar-benar memberikan manfaat bagi umat dan kemajuan jam’iyah,” ujarnya.

Dalam Khutbah Iftitah, Rais Syuriyah MWC NU Kecamatan Bojongsari, KH Badrudin, M.M., mengingatkan bahwa Musyawarah Kerja merupakan bagian dari ikhtiar jam’iyah untuk menghadirkan kemaslahatan melalui musyawarah yang dilandasi keikhlasan, ukhuwah, dan semangat pengabdian.
Ia menegaskan bahwa setiap program yang dirumuskan hendaknya tidak hanya berorientasi pada target organisasi, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan umat serta memperkuat peran Nahdlatul Ulama sebagai penjaga nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.
“Musyawarah adalah jalan untuk menyatukan niat, menyusun langkah, dan memperkuat khidmat. Semoga setiap keputusan yang lahir dari forum ini menjadi amal saleh yang membawa keberkahan bagi jam’iyah, umat, dan bangsa,” pesan KH Badrudin.

Dalam arahannya, Ketua PCNU Kota Depok, Dr. KH Ahmad Solechan, M.Si., menegaskan bahwa Musyawarah Kerja harus menjadi titik tolak penguatan organisasi melalui program yang terukur, realistis, dan berorientasi pada kemaslahatan umat. Menurutnya, keberhasilan organisasi tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan, tetapi dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.

Ia juga mendorong seluruh pengurus MWC NU Bojongsari untuk terus memperkuat sinergi dengan ranting, lembaga, badan otonom, pesantren, serta pemerintah dan berbagai elemen masyarakat. Dengan demikian, Nahdlatul Ulama dapat semakin berperan sebagai mitra strategis dalam pembangunan keumatan dan kebangsaan.

Baca juga  Tradisi Ngaji Kuping di Masjid Berumur 2,5 Abad

“Musyawarah Kerja harus melahirkan program yang dapat dilaksanakan secara istiqamah, bukan sekadar menjadi dokumen. Mari kita bangun MWC NU Bojongsari yang solid, mandiri, dan senantiasa hadir memberikan manfaat bagi umat dengan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah,” pesan KH Ahmad Solechan.

Salah satu sesi yang mendapat perhatian peserta adalah pemaparan materi Fundraising Organisasi yang disampaikan oleh Gus H. Muhammad Khoiri. Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa kemandirian organisasi merupakan salah satu pilar utama agar Nahdlatul Ulama mampu menjalankan program-programnya secara berkelanjutan tanpa bergantung pada satu sumber pendanaan.
Menurutnya, fundraising bukan sekadar mengumpulkan dana, melainkan membangun kepercayaan (trust), memperluas jejaring (networking), dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Oleh karena itu, pengurus NU dituntut memiliki kreativitas, profesionalisme, serta tata kelola yang transparan dan akuntabel dalam mengelola setiap potensi yang dimiliki jam’iyah.

“Fundraising bukan hanya mencari dana, tetapi membangun kemandirian jam’iyah. Ketika kepercayaan masyarakat tumbuh, insyaallah dukungan akan datang dengan sendirinya. Yang harus kita bangun adalah integritas, program yang jelas, dan pengelolaan yang amanah,” ujar Gus H. Muhammad Khoiri di hadapan peserta Musyawarah Kerja II.

Ia juga mendorong MWC NU Bojongsari agar mulai mengembangkan berbagai sumber pendanaan melalui kemitraan dengan dunia usaha, pemanfaatan program Corporate Social Responsibility (CSR), penguatan filantropi warga Nahdliyin, wakaf produktif, hingga pengembangan unit-unit usaha yang sesuai dengan prinsip syariah dan peraturan perundang-undangan.

Pemaparan tersebut disambut antusias oleh para peserta. Berbagai pertanyaan dan gagasan mengemuka dalam sesi diskusi, terutama mengenai strategi membangun sistem fundraising yang berkelanjutan untuk mendukung pelaksanaan program-program MWC NU Bojongsari di bidang dakwah, pendidikan, sosial, dan pemberdayaan ekonomi umat.

Baca juga  Penyerahan Donasi Rp20 Juta untuk Peningkatan Performa dan Layanan Ambulans PCNU Kota Depok

Selama persidangan, peserta membahas evaluasi pelaksanaan program sebelumnya, menyusun program prioritas, serta merumuskan rekomendasi strategis di bidang keagamaan, pendidikan, dakwah, sosial kemasyarakatan, ekonomi umat, dan penguatan kelembagaan.

Forum berlangsung secara demokratis dengan mengedepankan musyawarah mufakat sebagai tradisi yang telah mengakar dalam tubuh Nahdlatul Ulama. Berbagai masukan dari peserta menjadi bagian penting dalam penyempurnaan program kerja MWC NU Bojongsari untuk periode berikutnya.

Musyawarah Kerja II ditutup dengan pembacaan doa oleh Mustasyar KH. Hadi Hadiyatullah SQ, MA dan harapan agar seluruh keputusan yang dihasilkan dapat menjadi pedoman dalam menjalankan roda organisasi secara amanah, profesional, dan istiqamah.

Melalui forum ini, MWC NU Kecamatan Bojongsari berkomitmen untuk terus memperkuat peran Nahdlatul Ulama sebagai organisasi keagamaan yang menghadirkan kemaslahatan bagi umat, bangsa, dan negara.

Dukungan Anda Sangat Berarti 😊

Yuk bantu perjuangan LTN NU Kota Depok menyebarkan informasi kegiatan NU dengan melakukan pembayaran melalui QRIS berikut:

QRIS Pembayaran

Terima kasih atas kontribusi Anda 🙏