LAZISNU Kota Depok Terima Liputan Video Profil TV NU, Wujudkan Keterbukaan Informasi Publik

whatsapp image 2026 07 21 at 22.14.12

Depok – NU Care-LAZISNU Kota Depok menerima kunjungan tim TV NU dalam rangka pembuatan video profil program strategis LAZISNU se-Indonesia. Program yang digagas TV NU bersama LAZISNU PBNU menjelang Muktamar Nahdlatul Ulama ini bertujuan memperkuat keterbukaan informasi publik sekaligus mendokumentasikan praktik-praktik terbaik pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS).

Pemilihan cabang yang akan diliput dilakukan melalui mekanisme dan standar operasional yang ketat. Hanya LAZISNU yang dinilai memiliki program strategis, berdampak, dan tata kelola yang baik yang dipilih sebagai objek peliputan. Dari berbagai cabang di Indonesia, NU Care-LAZISNU Kota Depok menjadi salah satu yang dinilai memenuhi kriteria tersebut.

Bendahara NU Care-LAZISNU Kota Depok, Zainal Abidin, menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan.

“Alhamdulillah, kami bersyukur mendapatkan kesempatan ini. Dalam proses pengambilan gambar, kami menampilkan rapat laporan semesteran LAZISNU yang memperlihatkan capaian pengelolaan dana ZIS hingga mencapai sekitar Rp15 miliar. Ini adalah amanah yang kami terima. Kami berupaya terbuka kepada publik, terutama mengenai hasil, capaian, dan manfaat yang telah dirasakan masyarakat,” ujar Zainal, Senin (21/7/2026).

Menurut Zainal, salah satu program yang menjadi perhatian tim TV NU adalah program Beasiswa dan Beasantri yang telah memberikan dukungan kepada 20 siswa dan santri berprestasi mulai dari jenjang Madrasah Ibtidaiyah, Tsanawiyah, hingga Aliyah. Program tersebut dijalankan melalui JPZIS Nurul Iman Cimanggis, yang merupakan JPZIS pertama yang dibentuk pada masa kepemimpinan Dr. Muhtar Said.

Selain itu, tim TV NU juga mendokumentasikan program Transformasi Ekonomi Keluarga Unggul, yaitu program pemberdayaan UMKM yang mendorong mustahik bertransformasi menjadi muzaki melalui bantuan modal usaha, pendampingan, dan penyediaan alat produksi.
Sementara itu, Sekretaris sekaligus Ex Officio Manajer Eksekutif NU Care-LAZISNU Kota Depok, Sodiqul Anwar, menegaskan bahwa keterbukaan informasi merupakan kebutuhan organisasi filantropi di era modern.

Baca juga  JQH NU Putri Kota Depok Gelar Sima’an dan Khatam Al-Qur’an, Angkat Tema Keberkahan

“Keterbukaan informasi bukan hanya untuk memberikan pemahaman kepada para mustahik maupun para muzaki yang menitipkan hartanya melalui LAZISNU. Lebih dari itu, kalangan akademisi juga memiliki perhatian besar untuk mempelajari tata kelola organisasi kami. Karena itu, kami membuka ruang informasi secara proporsional,” jelasnya.

Ia menambahkan, selama ini LAZISNU Kota Depok telah menerima berbagai kunjungan akademik dari mahasiswa dan peneliti, di antaranya dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas PTIQ Jakarta, dan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

“Kelompok akademisi merupakan bagian penting dalam proses pembelajaran dan pengembangan organisasi nirlaba. Kami menyambut mereka dengan terbuka karena kami ingin pengelolaan LAZISNU dapat dipertanggungjawabkan secara publik, baik melalui pendekatan akuntabilitas, kajian akademik, maupun pendekatan kultural,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua NU Care-LAZISNU Kota Depok, Dr. Muhtar Said, S.H., M.H., menyampaikan bahwa seluruh gerakan LAZISNU tidak dapat dilepaskan dari semangat khidmah kepada Nahdlatul Ulama.

Ia mengutip nasihat KH. Ahmad Bukhori (Mbah Mad Dzikrul Ghofilin), ulama sepuh NU asal Depok dan Pengasuh Pondok Pesantren Mahir Arriyadh Husnayain, Leuwinanggung, Tapos. “Jangan memandang NU hanya sebagai sebuah organisasi, tetapi pandanglah NU sebagai guru. Kita ini adalah santri yang ingin berguru dan menjalankan perintah guru.” Said Menirukannya.

Muhtar Said menegaskan bahwa keberhasilan NU Care-LAZISNU Kota Depok merupakan buah dari konsolidasi seluruh keluarga besar Nahdlatul Ulama di Kota Depok.

“Dalam video yang diambil TV NU saya sampaikan bahwa NU Care-LAZISNU Kota Depok hanyalah sebuah lembaga yang menikmati hasil konsolidasi keluarga besar NU Kota Depok. Hari ini kami memiliki 65 perangkat JPZISNU dan bermitra dengan 74 UMKM. Semua itu bukan hasil kerja satu atau dua orang, melainkan buah dari kebersamaan seluruh keluarga besar NU. Tugas kami adalah terus bergerak, door to door, melayani umat dengan bekal ilmu dan semangat pengabdian,” ungkapnya.

Baca juga  Rihlah PRNU Kemirimuka: Pererat Ukhuwah, Bangun Semangat Nahdliyin

Menurutnya, para pengurus selalu mengingat bahwa menjalankan amanah organisasi merupakan bagian dari menjalankan perintah guru.

“Kami sering mengingatkan di internal pengurus bahwa kita ini hanyalah santri biasa, bukan berasal dari kalangan priyayi. Bahkan kami sering menyebut diri sebagai ‘santri pinggiran’. Yang bisa kami persembahkan kepada guru hanyalah gerakan dan pengabdian.” Tegas laki-laki yang juga Kepala Program Studi (Kaprodi) untuk S1 Ilmu Hukum di Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA).

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa gerakan harus selalu dilandasi ilmu dan tata kelola yang baik.

“Gerakan tanpa ilmu ibarat segerombolan sampah; keberadaannya hanya menjadi benalu, penghambat, bahkan mendatangkan malapetaka. Tentu itu bukan yang kita inginkan. Karena itu, semangat bergerak harus selalu dibarengi dengan ilmu, akuntabilitas, dan profesionalisme,” pungkasnya.

Dukungan Anda Sangat Berarti 😊

Yuk bantu perjuangan LTN NU Kota Depok menyebarkan informasi kegiatan NU dengan melakukan pembayaran melalui QRIS berikut:

QRIS Pembayaran

Terima kasih atas kontribusi Anda 🙏