MWC NU Sukmajaya Gelar Rapat Koordinasi, Dorong Kaderisasi dan Digitalisasi Organisasi

MWC NU Sukmajaya Gelar Rapat Koordinasi, Dorong Kaderisasi dan Digitalisasi Organisasi

Depok – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Sukmajaya menggelar rapat koordinasi bersama Pengurus Ranting NU (PRNU) dan badan otonom NU se-Kecamatan Sukmajaya. Acara berlangsung di kediaman Ketua MWC NU Sukmajaya, Ustadz Ahmad Fachruddin (Ustadz Ayung), di Gang Musholla II RT 05 RW 21, Kelurahan Abadijaya, Depok, Sabtu (13/09/2025).

Dalam sambutannya, Ustadz Ahmad Fachruddin mendorong seluruh pengurus MWC, PRNU, dan banom NU yang belum mengikuti Pelatihan Dasar Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PD PKPNU) untuk segera ikut serta pada pelaksanaan yang dijadwalkan pada 2–5 Oktober 2025 di Limo.

“PD PKPNU ini penting untuk memperkuat khidmat kita di NU. Saya mengimbau semua pengurus yang belum mengikuti, agar tidak melewatkan kesempatan kaderisasi ini,” ujarnya.

Selain itu, Ketua MWC NU Sukmajaya juga menekankan pentingnya penguatan organisasi melalui program Digitalisasi Data dan Layanan NU (Digdaya NU). Program ini, kata dia, akan segera diaktifkan di tingkat MWC dan membutuhkan sumber daya manusia yang adaptif terhadap teknologi dan korespondensi digital.

“Kami meminta kepada setiap pengurus ranting untuk menyiapkan personalia yang kompeten, sehingga ketika program Digdaya NU diterapkan, SDM yang dibutuhkan sudah siap dan mampu menjalankan tugas dengan baik,” tegasnya.

WhatsApp Image 2025 09 15 At 07.46.19 768x1024

Pada kesempatan yang sama, rapat koordinasi juga menghadirkan sesi sosialisasi literasi keuangan yang diisi oleh perwakilan Bank BRI Kota Depok, Permodalan Nasional Madani (PNM) Kota Depok, dan Pegadaian Kota Depok. Kepala Cabang BRI Kota Depok, Aris Abdillah (Gus Aris), tampil sebagai pemateri utama.

Dalam penyampaiannya, Gus Aris menekankan pentingnya pemahaman literasi keuangan dengan merujuk maqolah dalam kitab Nashoihul ‘Ibad yang berbunyi “kemuliaan dunia itu dengan harta.” Ia menegaskan bahwa pengelolaan keuangan yang baik dapat dimulai dari pembagian pos belanja, tabungan, investasi, hingga asuransi.

Baca juga  Autodebet 3 Tahun ke Lazisnu Depok, Sekretaris PCNU: "Semangati Para Sahabat"

“Dengan pemahaman literasi keuangan yang baik, kita bisa lebih bijak mengelola harta, menghindari jeratan pinjaman online (pinjol), dan tidak terjebak praktik judi online (judol) yang merugikan,” kata Gus Aris.

Pada sesi tanya jawab, perwakilan pengurus Muslimat NU, Fatayat NU, dan IPNU Sukmajaya menyampaikan aspirasi agar program literasi keuangan ini dapat dilanjutkan secara lebih intensif, terutama untuk kalangan ibu-ibu dan remaja. Harapannya, kegiatan tersebut bisa menjadi bekal praktis dalam membangun kemandirian ekonomi jamaah sekaligus benteng dari godaan pinjol dan judol.

Rapat koordinasi ini menjadi momentum penguatan peran NU di tingkat kecamatan, baik dalam aspek kaderisasi, transformasi digital, maupun pemberdayaan ekonomi warga.

Dukungan Anda Sangat Berarti 😊

Yuk bantu perjuangan LTN NU Kota Depok menyebarkan informasi kegiatan NU dengan melakukan pembayaran melalui QRIS berikut:

QRIS Pembayaran

Terima kasih atas kontribusi Anda 🙏