Tirtajaya, 15 Maret 2026 – Suasana santai namun penuh manfaat mewarnai kegiatan Tarawih Keliling (Tarling) yang digelar oleh Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Tirtajaya bersama Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Sukmajaya. Acara yang berlangsung pada Minggu malam, 15 Maret 2026, bertempat di Masjid Jami Al Ikhwan, Kampung Serab, Kelurahan Tirtajaya, Kecamatan Sukmajaya ini diisi dengan diskusi interaktif seputar pengelolaan masjid.
Dipandu oleh Ustadz Ridwan sebagai pembawa acara, kegiatan yang dikemas secara santai ini justru menjadi ajang bertukar pikiran yang produktif. Para pengurus dan jamaah duduk bersama membahas berbagai peluang dan tantangan dalam administrasi masjid, termasuk bagaimana mendapatkan akses ATM Beras serta tata cara mengelola dana hibah dari BAZNAS Kota Depok.
Hadirnya Jajaran MWC NU Sukmajaya
Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting NU di Kecamatan Sukmajaya, di antaranya Ketua MWC NU Sukmajaya, Ustadz Ahmad Fahruddin, S.H.I., beserta para wakilnya. Turut hadir pula Rois Syuriah MWC NU Sukmajaya, KH. Sainan, yang memberikan pandangan keagamaan terkait pengelolaan dana umat.
Kehadiran mereka disambut hangat oleh pengurus Masjid Jami Al Ikhwan yang dipimpin oleh Ketua DKM, Ustadz Babay. Suasana kekeluargaan semakin terasa ketika obrolan hangat mulai mengalir, terutama saat membahas pengalaman nyata di lapangan.
Pengalaman Sukses dari Bakti Jaya
Diskusi menjadi semakin hidup dan interaktif ketika Ketua PRNU Bakti Jaya, yang akrab disapa Gus Sholah, turut angkat bicara. Gus Sholah, yang juga menjabat sebagai pengurus DKM Masjid Jami Al Mustaqim di Bakti Jaya, berbagi pengalaman bahwa di masjidnya, program-program seperti akses ATM Beras dan pengelolaan dana hibah sudah berjalan selama tiga tahun terakhir.
“Alhamdulillah, di Masjid Jami Al Mustaqim kami sudah menjalankan kegiatan ini selama tiga tahun. Pengalaman kami menunjukkan bahwa dengan administrasi yang rapi dan transparan, kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan masjid meningkat signifikan. Dana hibah dari BAZNAS pun bisa kita kelola dengan baik untuk kemaslahatan jamaah,” papar Gus Sholah yang langsung disambut antusias oleh para peserta.
Pengalaman sukses dari Bakti Jaya ini menjadi inspirasi bagi pengurus Masjid Jami Al Ikhwan dan masjid-masjid lain yang hadir dalam forum tersebut. Ustadz Babay selaku Ketua DKM Masjid Jami Al Ikhwan menyampaikan harapannya agar masjid yang dikelolanya dapat segera mengimplementasikan program serupa.
“Kami sangat berterima kasih atas kunjungan dan sharing pengalaman dari MWC NU Sukmajaya dan PRNU Bakti Jaya. Semoga dengan adanya diskusi ini, kami bisa segera merealisasikan akses ATM Beras dan pengelolaan dana hibah di Masjid Al Ikhwan demi kesejahteraan jamaah dan masyarakat sekitar,” ujar Ustadz Babay.
Sinergi untuk Kemajuan Masjid
Ketua MWC NU Sukmajaya, Ustadz Ahmad Fahruddin, dalam kesempatan tersebut menegaskan pentingnya sinergi antara pengurus ranting, MWC, dan pengurus masjid dalam mengoptimalkan potensi dana umat.
“Masjid bukan hanya tempat ibadah ritual, tapi juga pusat pemberdayaan ekonomi umat. Dengan adanya program seperti ATM Beras dan pengelolaan dana hibah yang profesional, kita bisa membantu masyarakat yang membutuhkan sekaligus memakmurkan masjid. Saya berharap pengalaman dari Bakti Jaya bisa menjadi contoh bagi masjid-masjid lain di wilayah Sukmajaya,” tuturnya.
Acara Tarawih Keliling yang dimulai dengan Shalat Isya dan Tarawih berjamaah ini kemudian ditutup dengan doa bersama, memohon keberkahan bagi seluruh upaya yang telah dirintis untuk kemajuan umat. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa bulan Ramadhan dapat menjadi momentum tepat untuk memperkuat kapasitas kelembagaan masjid melalui diskusi dan berbagi pengalaman antar pengurus.
Dukungan Anda Sangat Berarti 😊
Yuk bantu perjuangan LTN NU Kota Depok menyebarkan informasi kegiatan NU dengan melakukan pembayaran melalui QRIS berikut:
Terima kasih atas kontribusi Anda 🙏





