JOMBANG — NU Care-LAZISNU Kota Depok sukses mencuri perhatian dalam ajang Silaturahmi Nasional (Silatnas) LAZISNU Sedunia yang digelar di Pondok Pesantren Darul Ulum, Jombang, Sabtu, 29 Agustus 2026.
Dalam forum berskala internasional tersebut, Bendahara NU Care-LAZISNU Kota Depok, Zainal Abidin, melemparkan gagasan visioner mengenai upgrading dan modernisasi sistem pengelolaan zakat, infak, dan sedekah berbasis digital yang terintegrasi secara menyeluruh hingga ke jaringan pengelola zakat, infak, dan sedekah di berbagai tingkatan.
Gagasan tersebut menitikberatkan pada pembangunan sistem digital yang mampu mengintegrasikan pengelolaan, pencatatan, administrasi, serta pelaporan ZIS secara lebih modern, transparan, dan akuntabel. Langkah ini dinilai sebagai salah satu terobosan penting untuk membawa manajemen filantropi Nahdlatul Ulama memasuki era digital yang semakin terhubung secara global.
Sistem Asesmen Depok Jadi Perhatian Daerah Lain
Tidak hanya membawa gagasan mengenai masa depan digitalisasi LAZISNU, NU Care-LAZISNU Kota Depok juga memaparkan sejumlah sistem manajemen yang telah diterapkan dalam menjalankan organisasi.
Salah satunya adalah sistem asesmen dan verifikasi dalam proses perekrutan sumber daya manusia, penerbitan Surat Keputusan (SK) JPZIS dan UPZIS, hingga proses penentuan calon penerima manfaat atau mustahik.
Sistem tersebut mendapat perhatian dari sejumlah pengurus LAZISNU daerah lain yang hadir dalam forum Silatnas. Beberapa daerah bahkan menyatakan ketertarikannya untuk mempelajari dan mengadopsi pola manajemen yang telah dikembangkan oleh NU Care-LAZISNU Kota Depok.
Di antaranya adalah LAZISNU Kabupaten Tangerang, Banten, LAZISNU Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, serta sejumlah pengurus cabang LAZISNU lainnya.
Ketertarikan tersebut menjadi salah satu indikasi bahwa sistem tata kelola yang dibangun NU Care-LAZISNU Kota Depok mulai mendapatkan pengakuan lebih luas sebagai praktik yang dapat dijadikan referensi dalam penguatan kelembagaan.
Tiga Pilar Strategis Digitalisasi LAZISNU
Dalam pemaparannya, Zainal Abidin menjelaskan bahwa modernisasi pengelolaan LAZISNU dapat dibangun melalui tiga pilar utama.
Pertama, integrasi sistem. Seluruh data dari berbagai tingkatan organisasi, mulai dari ranting, JPZIS, UPZIS, hingga struktur yang lebih tinggi, perlu diarahkan menuju sistem yang saling terhubung dalam satu ekosistem digital.
Integrasi tersebut diharapkan dapat memudahkan proses pemantauan, konsolidasi data, dan pengambilan keputusan secara lebih cepat dan tepat.
Kedua, transparansi secara real-time. Sistem digital dapat memberikan peluang bagi pengelolaan dana ZIS yang lebih terbuka dan akurat. Dana yang dihimpun maupun disalurkan dapat dicatat secara sistematis sehingga memudahkan proses pelaporan dan pertanggungjawaban kepada masyarakat.
Ketiga, efisiensi administrasi. Digitalisasi diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap proses administrasi manual, termasuk dalam pengelolaan dokumen, penerbitan SK, pendataan pengurus, hingga manajemen internal organisasi.
Dengan sistem yang lebih efisien, organisasi diharapkan dapat bergerak lebih cepat dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Dari Depok untuk Transformasi Filantropi NU
Keikutsertaan NU Care-LAZISNU Kota Depok dalam Silatnas LAZISNU Sedunia menjadi momentum untuk memperkenalkan berbagai inovasi yang telah dan sedang dikembangkan di tingkat daerah.
Kehadiran LAZISNU Kota Depok di forum tersebut tidak hanya sebagai peserta, tetapi juga sebagai bagian dari pertukaran gagasan dan pengalaman untuk memperkuat pengelolaan filantropi NU di masa depan.
Gagasan digitalisasi yang disampaikan diharapkan dapat membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antarlembaga LAZISNU, baik di tingkat daerah, nasional, maupun jaringan internasional.
Melalui penguatan teknologi, transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme, pengelolaan zakat, infak, dan sedekah di lingkungan Nahdlatul Ulama diharapkan semakin mampu menjawab kebutuhan zaman.
Dari Jombang, NU Care-LAZISNU Kota Depok membawa pesan bahwa masa depan pengelolaan filantropi umat harus dibangun dengan inovasi, integrasi, dan kepercayaan. Dari tingkat lokal, sebuah gagasan dapat tumbuh menjadi gerakan yang memberi manfaat lebih luas bagi umat hingga tingkat dunia.
Dukungan Anda Sangat Berarti 😊
Yuk bantu perjuangan LTN NU Kota Depok menyebarkan informasi kegiatan NU dengan melakukan pembayaran melalui QRIS berikut:
Terima kasih atas kontribusi Anda 🙏





