DEPOK – Menunjukkan komitmen sebagai pendidik yang tak henti belajar, Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Kota Depok turut menyemarakkan gelaran Olimpiade Guru Matematika (OGM) ke-11. Kompetisi tahunan yang diinisiasi oleh Klinik Pendidikan MIPA (KPM) Cabang Kota Depok ini dilaksanakan pada Minggu, 15 Februari 2026, di Sekolah Al Muhajirin, Depok.
Partisipasi aktif Guru NU ini menjadi simbol bahwa proses belajar bersifat sepanjang hayat. Dalam momentum ini, para guru menanggalkan peran pengajarnya sejenak untuk menjadi peserta ujian guna mengukur sejauh mana kedalaman kompetensi matematika yang mereka miliki.
”Seorang guru memiliki kewajiban untuk terus belajar. Mengikuti OGM adalah langkah nyata bagi kami untuk mengasah keahlian dan memetakan kemampuan diri agar tetap relevan sebagai pendidik,” ujar salah satu peserta OGM di lokasi lomba.
Pimpinan KPM Kota Depok, Ratisa Meyusni, mengapresiasi semangat para guru yang ikut serta. Ia menegaskan bahwa esensi dari olimpiade ini bukanlah sekadar kompetisi untuk mencari pemenang, melainkan sebagai sarana pengembangan kualitas sumber daya pengajar di wilayah Depok.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Pergunu Kota Depok, Heru Hermanto menyampaikan rasa bangga dan harapan besarnya terhadap keberlangsungan ajang ini. Heru juga mengucapkan selamat dan sukses atas terselenggaranya olimpiade ini.
”Selamat dan sukses atas terselenggaranya OGM ke-11. Kami berharap kegiatan ini mampu melahirkan guru-guru matematika yang inovatif, kompeten, serta dapat memberikan inspirasi baru bagi para siswa di sekolah,” ungkap Heru.
Melalui partisipasi dalam OGM 11 ini, Pergunu Depok berharap semangat Long Life Learning dapat memicu seluruh guru di lingkungan NU untuk terus meningkatkan profesionalisme, khususnya di bidang literasi dan numerasi, demi memajukan kualitas pendidikan di Indonesia.
Dukungan Anda Sangat Berarti 😊
Yuk bantu perjuangan LTN NU Kota Depok menyebarkan informasi kegiatan NU dengan melakukan pembayaran melalui QRIS berikut:
Terima kasih atas kontribusi Anda 🙏




