DEPOK – Pengurus Takmir Masjid Jami’ Al-Hamidiyah masa khidmat 2026–2027 menggelar rapat kerja dengan mengusung tema “Amanah Dijalankan dengan Ketulusan, Masjid Dimakmurkan dengan Kesungguhan”. Kegiatan ini berlangsung di lingkungan Pesantren Al-Hamidiyah, Depok, pada Sabtu (4/4/2026) bertepatan dengan 15 Syawal 1447 H.
Rapat kerja tersebut menjadi momentum strategis untuk menyusun program kerja serta memperkuat peran masjid sebagai pusat pembinaan keilmuan, spiritualitas, dan karakter santri.
Dalam sambutannya, Kepala Pengasuh Pesantren Al-Hamidiyah Depok, Prof. Dr. KH. Oman Fathurahman, M.Hum., menegaskan pentingnya membentuk santri yang utuh melalui tiga pilar utama, yakni ilmu, keterampilan, dan akhlak.
“Ketiga hal tersebut merupakan bekal penting agar santri tumbuh menjadi pribadi yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Kiai Oman.
Ia juga mengingatkan pentingnya pengembangan kapasitas diri dengan mengutip ungkapan, “The person who has nothing, does nothing, is nothing.” Menurutnya, santri harus terus meningkatkan kualitas diri agar mampu berperan aktif di tengah masyarakat.
Selain itu, Kiai Oman menaruh perhatian pada penguatan budaya akademik, khususnya dalam penguasaan bahasa Arab. Ia menilai kemampuan berbahasa Arab menjadi pintu penting bagi santri dalam memahami khazanah keilmuan Islam serta meningkatkan kepercayaan diri dalam komunikasi.
Dalam arahannya kepada pengurus takmir, Kiai Oman menekankan pentingnya kualitas kepemimpinan.
“Kualitas seorang pemimpin sesungguhnya terlihat dari cara ia menghadapi dan menyelesaikan masalah,” ungkapnya.
Menurutnya, pengurus takmir harus memiliki ketegasan dalam prinsip, namun tetap luwes dalam strategi dan komunikasi. Ketegasan tercermin dari kepastian sikap, sedangkan keluwesan tampak dari kemampuan menyampaikan arahan secara santun, menenangkan, dan tidak emosional.
Ia juga menegaskan bahwa kepemimpinan yang baik bukanlah yang mengandalkan tekanan atau suara keras, melainkan yang mampu menggerakkan dengan keteladanan dan pendekatan hati.
“Pengurus takmir harus menjadi teladan dalam mengelola organisasi, menyelesaikan persoalan, serta menjaga keharmonisan di lingkungan masjid dan pesantren,” tambahnya.
Sebagai penutup, Kiai Oman mendorong pengurus takmir untuk aktif membangun budaya berbahasa Arab di kalangan santri melalui pendekatan komunikatif. Ia menyarankan penggunaan bahasa campuran Arab dan Indonesia sebagai strategi untuk menumbuhkan kebiasaan berbahasa secara natural.
Melalui rapat kerja ini, pengurus Takmir Masjid Jami’ Al-Hamidiyah masa khidmat 2026–2027 diharapkan semakin solid dalam mengemban amanah serta mampu menghadirkan masjid sebagai pusat kemakmuran ilmu, ibadah, dan peradaban santri.
Terut hadir Wakil Pengasuh Pesantren Al-Hamidiyah KH. Abdul Rasyid, Lc, M. Pd., Pembina Takmir Ustadz Ahmad Ridwan, M. Sy., Kepala Kepesantrenan dan Asrama Ustadz M. Syifa Zakaria, S. Pd., Pembina Tamir Ustadz Abdul Mun’im Hasan, M. Pd. Pembina Takmir Musholla Ustadzah Melly Nur Rahmawati, S. Ag.
Pewarta: Abdul Mun’im H
Dukungan Anda Sangat Berarti 😊
Yuk bantu perjuangan LTN NU Kota Depok menyebarkan informasi kegiatan NU dengan melakukan pembayaran melalui QRIS berikut:
Terima kasih atas kontribusi Anda 🙏





