PRNU Serua Nyalakan Api Khidmat NU yang Menjalar Hingga Penjuru RW Menjadikan Anak Ranting sebagai Simbol Kebangkitan NU di Akar Rumput

PRNU Serua Nyalakan Api Khidmat NU yang Menjalar Hingga Penjuru RW Menjadikan Anak Ranting sebagai Simbol Kebangkitan NU di Akar Rumput

DEPOK – Ada sebuah kekuatan yang tidak bisa dipadamkan oleh hujan sederas apa pun: Semangat Berkhidmat. Di saat langit Kelurahan Serua berselimut mendung, cahaya spiritual justru memancar terang dari Masjid Nur Ilahi. Senin malam itu bukan sekadar pelantikan pengurus, melainkan sebuah proklamasi bahwa Nahdlatul Ulama telah kembali ke “khittah” pengabdiannya yang paling nyata—yakni hadir di tengah-tengah warga, di tingkat RW.

Kelurahan Serua baru saja memberikan teladan berharga bagi kita semua. Dengan dilantiknya Pengurus Anak Ranting Nahdlatul Ulama (PARNU) untuk RW 01, 02, 05, dan 08, mereka telah membuktikan bahwa kebesaran NU tidak diukur dari megahnya kantor, melainkan dari seberapa dekat kita dengan pintu rumah jamaah.

Sebuah Panggilan, Bukan Sekadar Jabatan

WhatsApp Image 2025 12 22 At 12.49.07 1 1024x768

Ketua Tanfidziah NU Kelurahan Serua, KH Asep Kamaluddin Nasir, S.Ag., M.Si, memberikan pesan yang menggetarkan jiwa. Beliau menegaskan bahwa Anak Ranting adalah “Denyut Nadi Jam’iyah”.

“Jika Anak Ranting bergerak, maka NU hidup. Di sinilah tempat kita bersentuhan langsung dengan kulit masyarakat. Ini bukan soal jabatan, ini soal mewakafkan diri untuk kemaslahatan umat dengan ketulusan yang paripurna,” tegas beliau.

Pesan ini adalah tantangan bagi kita di kelurahan lain: Sudahkah NU hadir saat tetangga kita membutuhkan bantuan? Sudahkah NU ada saat tradisi tahlil dan sholawat perlu dijaga di lingkungan kita sendiri?

Barisan Pejuang yang Menjawab Tantangan Zaman

Di bawah panduan Ust. Sururi, S.Ag dan disaksikan oleh jajaran MWC NU Bojongsari Ust. Sukana dan Ust. Danil Dadan Wigina—empat pilar kekuatan baru resmi berdiri di tingkat RW:, para pejuang di RW 01 (Ust. M. Najib & Ust. Abdul Qodir), RW 02 (Ust. Syamsun & Ust. Ruliansyah), RW 05 (Ust. Iyus R & Ust. Agus Rianto), serta RW 08 (Ust. Zaenal Fatah & Ust. Nurul Mukmin) telah mengambil sumpah suci.

Baca juga  Rakorcab PC IPNU-IPPNU Depok: Konsolidasi Kuatkan Sinergi Antar PAC Se-Kota Depok

Mereka adalah representasi dari harapan baru. Mereka adalah jawaban atas kebutuhan umat akan kehadiran organisasi yang meneduhkan.

Menjadi “Rumah Besar” yang Solutif

WhatsApp Image 2025 12 22 At 12.49.07 1024x768

KH. Muhammad Mun’im mengingatkan sebuah visi yang luar biasa inspiratif. Beliau menegaskan bahwa NU di tingkat Anak Ranting harus menjadi “Garda Terdepan”. Artinya, pengurus NU harus menjadi orang pertama yang hadir saat warga berduka, orang pertama yang menjaga kerukunan, dan orang pertama yang merawat tradisi Ahlussunnah wal Jama’ah.

“Anak ranting adalah benteng terakhir yang menjaga warisan ulama agar tetap membumi,” pesan KH. Mun’im.

Seruan Bergerak: Serua Sudah Memulai, Mari Kita Mengikuti!
Lailatul Ijtima di Masjid Nur Ilahi telah usai, namun apinya baru saja menyala. Keberhasilan Serua membentuk struktur hingga tingkat RW adalah sebuah panggilan bagi seluruh kader NU di kelurahan lain.

Langkah kecil dari Serua ini adalah pengingat bahwa perubahan besar selalu dimulai dari lingkungan terkecil. Mari rapatkan barisan, bentuk Anak Ranting di tiao RW, dan jadikan NU sebagai rumah yang selalu terbuka dan solutif bagi setiap warga.

Nahdlatul Ulama: Mengakar Kuat, Menjulang Tinggi, Menjaga Negeri.

Dukungan Anda Sangat Berarti 😊

Yuk bantu perjuangan LTN NU Kota Depok menyebarkan informasi kegiatan NU dengan melakukan pembayaran melalui QRIS berikut:

QRIS Pembayaran

Terima kasih atas kontribusi Anda 🙏