Depok – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pagar Nusa Kecamatan Tapos mencatat prestasi membanggakan dengan meraih predikat Kontingen Terbaik dalam ajang kompetisi pencak silat tingkat regional yang digelar baru-baru ini. Prestasi ini disambut penuh syukur dan antusiasme oleh para pelatih, pengurus, hingga para pendekar muda yang telah berlatih keras selama berbulan-bulan.
Ketua PAC Pagar Nusa Tapos, Ustadz H. Sobirin, S.Sos, menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi atas perjuangan seluruh elemen tim. Menurutnya, kemenangan ini bukan sekadar soal trofi, melainkan cerminan nilai-nilai kejuangan dan kebersamaan dalam bingkai tradisi Nahdlatul Ulama (NU).
“Keberhasilan PAC Pagar Nusa Tapos menjadi kontingen terbaik bukan hanya kemenangan dalam sebuah kompetisi, tetapi juga bukti dari kerja keras, kekompakan, dan semangat juang seluruh kader. Ini adalah hasil dari latihan yang disiplin, doa para guru dan kiai, serta dukungan semua pihak,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa prestasi ini dipersembahkan untuk keluarga besar NU dan masyarakat Tapos. “Semoga ke depan, kami bisa terus mengharumkan nama Pagar Nusa dengan semangat rendah hati dan penuh tanggung jawab,” ujarnya.
Keberhasilan ini tak lepas dari tangan dingin tim pelatih. Lutfi Aziz, pelatih inti PAC Pagar Nusa Tapos, menekankan bahwa pencapaian ini merupakan buah dari proses panjang dan konsisten.
“Anak-anak berlatih dengan disiplin, semangat, dan dedikasi tinggi. Kami di tim pelatih hanya membimbing, tapi semangat dan tekad dari para pendekar muda inilah yang patut diapresiasi,” kata Lutfi.
Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung—pengurus, orang tua, dan para kiai NU yang terus menjadi penopang spiritual dan moral dalam proses pembinaan.
Sementara itu, Rosadi, S.Pd.I, Sekretaris PAC, menyoroti sisi manajerial dan administratif sebagai bagian tak terpisahkan dari keberhasilan tim.
“Sebagai sekretaris, saya menyaksikan langsung bagaimana setiap proses dijalani dengan serius: mulai dari persiapan administratif, logistik, hingga pembinaan teknis. Alhamdulillah, semua terbayar lunas dengan gelar kontingen terbaik,” ujarnya. Ia menegaskan, ini bukan akhir, tapi awal dari perjalanan panjang Pagar Nusa Tapos menuju struktur yang lebih profesional dan berprestasi.
Tak kalah menyentuh adalah cerita dari para ofisial dan asisten pelatih yang mendampingi para pendekar muda sejak awal persiapan. Salah satunya datang dari Syahlah, Dea Amanda, dan rekan-rekan yang tergabung sebagai ofisial kontingen.
“Rasa haru dan bangga tak bisa kami sembunyikan saat nama PAC Pagar Nusa Tapos diumumkan sebagai kontingen terbaik. Kami tahu betul bagaimana kerasnya perjuangan anak-anak selama latihan, dari pagi hingga malam tanpa mengeluh,” ujar Syahlah mewakili tim.
Bagi mereka, para pendekar bukan sekadar atlet binaan, tetapi sudah menjadi keluarga. “Kami bukan hanya mendampingi secara teknis, tapi juga jadi penyemangat dan pengingat di lapangan. Semua lelah dan tekanan seolah hilang saat melihat mereka berdiri di podium dengan bangga,” tambahnya.
Dukungan Anda Sangat Berarti 😊
Yuk bantu perjuangan LTN NU Kota Depok menyebarkan informasi kegiatan NU dengan melakukan pembayaran melalui QRIS berikut:
Terima kasih atas kontribusi Anda 🙏




