DEPOK — Majelis Roudhotus Salamah menggelar kegiatan Manaqib Tuan Syekh Abdul Qadir al-Jailani Q.S., peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, serta malam tasyakuran Kemerdekaan Republik Indonesia, pada Sabtu malam, 15 Agustus 2026, pukul 20.00 WIB hingga selesai.
Kegiatan yang berlangsung di Majelis Roudhotus Salamah, RT 03 RW 02, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, tersebut dihadiri oleh para alim ulama, tokoh agama, pengurus Nahdlatul Ulama, serta jamaah dari lingkungan sekitar. Acara dipimpin oleh KH. Ahmad Firdaus, S.S., yang juga dikenal sebagai tokoh NU di Kecamatan Cimanggis. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Rais Syuriyah MWC NU Kecamatan Cimanggis KH. Nasuha, Wakil Ketua Tanfidziyah MWC NU Ust. Agus Syarif Rofiqi, Sekretaris MWC NU Ust. Fauqo, Ketua Tanfidziyah PRNU Kelurahan Mekarsari Ust. M. Irwan Husaini, Sekretaris PRNU Mekarsari Ust. Kuncoro, Katib PRNU Mekarsari Ust. Masrukhi, serta Ust. Nur Ali. Kehadiran para tokoh dan jamaah tersebut semakin menambah kekhidmatan serta mempererat silaturahmi dalam kegiatan keagamaan yang diselenggarakan.
Rangkaian kegiatan berlangsung khidmat dengan pembacaan manaqib sebagai bentuk penghormatan sekaligus upaya meneladani perjuangan dan keteladanan Tuan Syekh Abdul Qadir al-Jailani Q.S. Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momentum untuk memperkuat kecintaan umat kepada Rasulullah SAW serta meneladani akhlak dan perjuangannya.
Selain itu, jamaah juga menggelar tasyakuran dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Perpaduan antara kegiatan keagamaan dan tasyakuran kemerdekaan menjadi wujud rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat keimanan, persatuan, dan kemerdekaan yang dirasakan bangsa Indonesia.
Dalam kegiatan tersebut disampaikan pula pesan keagamaan mengenai makna cinta sejati kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW. Berdasarkan Kitab Nashaihul Ibad karya Syekh Nawawi al-Bantani, terdapat tiga tanda cinta sejati kepada Allah SWT atau Rasul-Nya.
Pertama, memilih perkataan sang kekasih, yaitu lebih mengutamakan dan mendengarkan firman Allah SWT serta ajaran Rasulullah SAW daripada perkataan atau aturan lain yang bertentangan dengan tuntunan agama.
Kedua, senang mendekatkan diri kepada yang dicintai, dengan memperbanyak ibadah, dzikir, shalawat, serta menghadirkan Allah SWT dan Rasulullah SAW dalam kehidupan. Seorang yang benar-benar mencintai tidak akan merasa jauh dari kekasihnya, melainkan selalu berusaha mendekat dan mengingatnya.
Ketiga, gemar melakukan apa yang disukai sang kekasih, yakni menjalankan amal dan perilaku yang diridhai Allah SWT serta mengikuti sunnah Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Pesan tersebut menjadi pengingat bagi jamaah bahwa kecintaan kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus dibuktikan melalui ketaatan, ibadah, akhlak yang baik, serta kesungguhan dalam menjalankan ajaran Islam.
Melalui kegiatan Manaqib, Maulid Nabi, dan tasyakuran kemerdekaan ini, Majelis Roudhotus Salamah berharap semangat keagamaan, kecintaan kepada Rasulullah SAW, serta rasa syukur atas kemerdekaan Republik Indonesia terus tumbuh di tengah masyarakat.
Kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antara ulama dan masyarakat serta memperkuat nilai-nilai keislaman dan kebangsaan. Dengan meneladani para ulama dan orang-orang saleh, mencintai Rasulullah SAW, serta mensyukuri nikmat kemerdekaan, jamaah diharapkan dapat terus menjaga persatuan dan memberikan manfaat bagi lingkungan, agama, bangsa, dan negara.
Dukungan Anda Sangat Berarti 😊
Yuk bantu perjuangan LTN NU Kota Depok menyebarkan informasi kegiatan NU dengan melakukan pembayaran melalui QRIS berikut:
Terima kasih atas kontribusi Anda 🙏




