Az-Zainiyah Depok Gelar Ziarah Berkah dan Rihlah, Menghidupkan Tradisi Ahlussunnah wal Jamaah

whatsapp image 2026 09 26 at 12.15.00

Ziarah bukan sekadar perjalanan menuju sebuah makam. Di dalamnya terdapat ruang untuk berhenti sejenak dari hiruk-pikuk kehidupan, mengenang jasa orang-orang saleh, mendoakan mereka yang telah mendahului, sekaligus bercermin atas perjalanan hidup sendiri. Dalam tradisi Ahlussunnah wal Jamaah, ziarah kubur juga menjadi salah satu cara untuk mengingat kematian dan menumbuhkan kesadaran bahwa kehidupan dunia memiliki batas.

Semangat tersebut tercermin dalam kegiatan Ziarah Berkah dan Rihlah bersama Az-Zainiyah Depok yang dilaksanakan pada Jumat hingga Minggu, 25–27 September 2026. Kegiatan ini mengajak keluarga besar Az-Zainiyah dan warga dari sejumlah kecamatan di Kota Depok untuk melakukan perjalanan religi sekaligus mempererat tali silaturahmi.

Rangkaian perjalanan tersebut meliputi ziarah ke Makam Sunan Gunung Jati di Cirebon dan Makam Syekh Armiyah di Tegal, kemudian dilanjutkan dengan rihlah ke Pemandian Air Panas Guci, Tegal. Perpaduan antara ziarah dan rihlah menjadikan perjalanan ini tidak hanya bernuansa spiritual, tetapi juga menghadirkan ruang kebersamaan bagi para peserta.

Ziarah sebagai Ruang Refleksi

Dalam tradisi keislaman, ziarah kubur memiliki dimensi reflektif. Ziarah mengingatkan manusia kepada kematian, mendorong seseorang untuk mendoakan orang yang telah wafat, serta mengambil pelajaran dari kehidupan mereka. NU Online juga menjelaskan bahwa ziarah ke makam para ulama dan wali merupakan bagian dari tradisi keagamaan yang memiliki landasan dalam khazanah fikih dan praktik ulama.

Bagi Az-Zainiyah Depok, Ziarah Berkah dan Rihlah bukan sekadar agenda perjalanan tahunan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya merawat tradisi keagamaan sekaligus memperkuat hubungan antarsesama. Ketika puluhan orang duduk bersama dalam satu perjalanan, perbedaan latar belakang sosial maupun kesibukan sehari-hari seakan menemukan ruang untuk dipertemukan dalam suasana yang lebih sederhana dan kekeluargaan.

Baca juga  Renovasi MT Al Barkah Dimulai, Warga Curug Cimanggis Perkuat Pusat Pembinaan Keagamaan

Pimpinan Yayasan Az-Zainiyah Depok, K.H. Muhammad Maulana, S.H., MPA, menyampaikan bahwa Ziarah Berkah dan Rihlah merupakan agenda rutin tahunan yang diinisiasi sebagai ikhtiar mempererat silaturahmi, menumbuhkan kecintaan kepada ulama dan awliya, serta mengambil keteladanan dari perjuangan mereka.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya dimaknai sebagai sarana rihlah, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat spiritualitas, ukhuwah, dan semangat khidmah keluarga besar Az-Zainiyah dalam mengembangkan pendidikan dan dakwah.

Menjaga Tradisi di Tengah Perubahan Zaman

Perjalanan menuju makam Sunan Gunung Jati di Cirebon dan makam Syekh Armiyah di Tegal menghadirkan pesan penting tentang hubungan antara ilmu, dakwah, dan pengabdian. Makam bukanlah titik akhir dari sebuah perjalanan, melainkan ruang perenungan bagi mereka yang masih menjalani kehidupan.

Karena itu, ziarah dan rihlah dapat menjadi bagian dari pendidikan nilai. Peserta tidak hanya diajak mengetahui sejarah para ulama, tetapi juga membaca kembali semangat perjuangan mereka untuk kemudian diterjemahkan dalam konteks kehidupan hari ini.

Kegiatan yang diikuti kurang lebih 70 peserta dengan menggunakan transportasi bus tersebut berlangsung dalam suasana khidmat, hangat, dan penuh kebersamaan. Peserta terdiri atas pimpinan Yayasan Az-Zainiyah Depok, tenaga pendidik, pengurus, keluarga besar Az-Zainiyah, serta warga dari beberapa kecamatan di Kota Depok.

Salah satu peserta yaitu dari Muslimat dan Fatayat NU Kelurahan Mampang turut merasakan bahwa kegiatan tersebut memberikan ruang kebersamaan yang berbeda dari rutinitas sehari-hari. Bagi peserta, perjalanan ziarah menjadi kesempatan untuk mempererat silaturahmi sekaligus mendapatkan ketenangan batin melalui doa dan penghormatan terhadap perjuangan para ulama.

Keikutsertaan Muslimat dan Fatayat NU Kelurahan Mampang juga menunjukkan bahwa kegiatan semacam ini memiliki ruang yang luas untuk mempertemukan berbagai unsur masyarakat. Ziarah tidak hanya menjadi aktivitas personal, tetapi dapat menjadi sarana membangun jejaring sosial dan memperkuat kebersamaan warga dalam tradisi keagamaan.

Baca juga  Halal Bihalal PRNU Kukusan, Komitmen Khidmah Jam'iyyah dan Perkuat Silaturahim

Suasana religius terasa dalam rangkaian doa dan ziarah. Namun, perjalanan juga menghadirkan suasana kekeluargaan yang cair. Kebersamaan selama perjalanan menjadi ruang untuk saling menyapa, berbincang, dan memperkuat hubungan yang mungkin selama ini hanya bertemu dalam aktivitas pendidikan dan kelembagaan.

Di tengah kehidupan yang semakin cepat, tradisi keagamaan seperti ziarah menghadirkan ruang untuk memperlambat langkah. Manusia modern sering kali begitu sibuk mengejar sesuatu hingga lupa memberikan waktu untuk melakukan refleksi.

Ziarah mengajak manusia mengingat bahwa kehidupan memiliki akhir. Ia juga mengingatkan bahwa ilmu, kebaikan, dan pengabdian merupakan sesuatu yang jauh lebih panjang jejaknya dibandingkan sekadar pencapaian material.

Karena itu, mempertahankan tradisi ziarah bukan berarti berhenti pada romantisme masa lalu. Justru tradisi tersebut dapat menjadi sumber nilai untuk menghadapi masa depan. Nilai tawadhu, kecintaan kepada ulama, kebersamaan, kepedulian, dan khidmah tetap relevan di tengah perubahan zaman.
Az-Zainiyah Depok melalui agenda Ziarah Berkah dan Rihlah menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan dapat menjadi ruang bertemunya spiritualitas, pendidikan, dan kebersamaan. Dari perjalanan tersebut, harapannya bukan hanya mendapatkan kenangan, tetapi juga membawa pulang sesuatu yang lebih penting: hati yang lebih dekat kepada Allah, kecintaan yang lebih kuat kepada ulama, ukhuwah yang semakin erat, serta semangat untuk terus memberikan manfaat.

Pada akhirnya, ziarah bukan tentang seberapa jauh perjalanan ditempuh. Ia tentang seberapa jauh perjalanan tersebut mampu membawa seseorang untuk mengenal dirinya, mengingat Tuhannya, menghargai perjuangan para pendahulunya, dan kembali kepada masyarakat dengan semangat khidmah yang lebih kuat.

Nama Penulis : Aldi Irawan, Aktivis Muda NU dan Praktisi Pendidikan di Az-Zainiyah Depok

Dukungan Anda Sangat Berarti 😊

Yuk bantu perjuangan LTN NU Kota Depok menyebarkan informasi kegiatan NU dengan melakukan pembayaran melalui QRIS berikut:

Baca juga  Haul Kedua Buya KH Zainuddin Maksum Ali, Santri Diajak Amalkan Ilmu dan Dakwah Sang Kiai

QRIS Pembayaran

Terima kasih atas kontribusi Anda 🙏