DEPOK — Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, kembali menggelar kegiatan rutin Lailatul Ijtima ke-6 pada Sabtu, 2 Mei 2026, bertepatan dengan 13 Dzulqa’dah 1447 H. Kegiatan berlangsung di Masjid Al Hidayah RT 011 RW 014 dan menjadi ajang konsolidasi warga NU setelah melewati bulan Ramadhan dan Idulfitri.
Kegiatan ini dihadiri sekitar 45 jamaah yang terdiri dari unsur pengurus dan tokoh masyarakat, di antaranya sambutan ketua DKM Masjid Al Hidayah H. Zein Hazmi, jajaran MWC NU Cimanggis H. Ahmad Firdaus, S.S, Rois Syuriyah MWC NU Kiai Nasuha, serta pembaca kitab Ustadz Zakaria, M.Pd yang juga menjabat Wakil Lembaga Syuriyah PRNU Mekarsari. Hadir pula perwakilan PRNU dari Harjamukti, Cipas, dan Curug.
Dalam sambutannya, pihak DKM Masjid Al Hidayah menyampaikan apresiasi atas kehadiran para jamaah dan pengurus NU, sekaligus memohon maaf apabila terdapat kekurangan dalam penyelenggaraan kegiatan.
Ketua Tanfidziyah PRNU Mekarsari, Ustadz M. Irwan, menegaskan bahwa kegiatan Lailatul Ijtima menjadi sarana penting untuk mempererat ukhuwah antarwarga NU sekaligus memperkuat pemahaman keagamaan. Ia mengingatkan pentingnya menjaga tradisi keislaman yang diwariskan para ulama.

“Dengan adanya kajian ini, kita dapat memperkuat pedoman dasar dalam beragama. Jangan sampai tradisi yang telah diwariskan ulama hilang begitu saja,” ujarnya. Pada kesempatan tersebut, juga dilakukan penyerahan cinderamata berupa bingkai NU kepada Masjid Al Hidayah.
Sementara itu, perwakilan MWC NU Cimanggis, H. Ahmad Firdaus, menyampaikan sejumlah program strategis, termasuk rencana beasiswa S2 bagi kader NU dengan total anggaran mencapai Rp1 miliar untuk 100 orang penerima. Ia juga mendorong pembentukan kepengurusan NU hingga tingkat anak ranting di setiap RW sebagai upaya penguatan struktur organisasi.
Kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan dan kajian kitab Risalah Ahlussunnah wal Jama’ah karya Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari Ra yang disampaikan oleh Ustadz Zakaria M.Pd. Dalam pemaparannya, dijelaskan kondisi keagamaan masyarakat Nusantara yang mengalami pergeseran pemahaman, serta pentingnya kembali berpegang pada manhaj ulama salaf.
Kajian tersebut juga menekankan kewajiban mengikuti salah satu mazhab fikih yang mu’tabar serta aqidah Ahlussunnah wal Jamaah sebagaimana diajarkan oleh Imam Asy’ari dan Maturidi. Selain itu, jamaah diingatkan untuk waspada terhadap berkembangnya paham keagamaan yang menyimpang dari tradisi ulama.
Kegiatan Lailatul Ijtima ini berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan, menjadi bukti komitmen warga NU Mekarsari dalam menjaga tradisi, memperkuat akidah, serta merawat persatuan di tengah masyarakat.
Dukungan Anda Sangat Berarti 😊
Yuk bantu perjuangan LTN NU Kota Depok menyebarkan informasi kegiatan NU dengan melakukan pembayaran melalui QRIS berikut:
Terima kasih atas kontribusi Anda 🙏




