Kisah Gus Dur Menghangatkan Obrolan di Acara Maulid Masjid Al Hikmah Cimanggis

Kisah Gus Dur Menghangatkan Obrolan di Acara Maulid Masjid Al Hikmah Cimanggis

Depok – Suasana hangat terasa pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar di kantor sekretariat Masjid Al Hikmah, Kampung Areman, Cimanggis, Kota Depok pada Minggu (27/9/2025). Di tengah lantunan shalawat dan riuh kebersamaan para jamaah, sebuah obrolan santai penuh makna mengalir di ruangan sekretariat yang dipenuhi para kiai, habaib, dan tokoh NU Kota Depok.

Dalam kesempatan itu, KH Shihabuddin Ahmad, Mustasyar PCNU Kota Depok, dengan intonasi khasnya yang akrab dan mengajak, menyampaikan sebuah kisah tentang sosok almarhum KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Di hadapan Ketua PCNU Kota Depok KH Achmad Solechan, Ustadz Sholahuddin (MWCNU Cimanggis), serta sejumlah kiai yang hadir, beliau mengisahkan kembali salah satu momen Gus Dur yang tak lekang oleh waktu.

KH Shihabuddin Ahmad berkisah tentang bagaimana Gus Dur pernah ditanya oleh Djohan Effendi, seorang sahabat sekaligus pemikir Islam inklusif, mengenai hukum mengucapkan salam kepada non-Muslim. Dengan gaya lugasnya, Gus Dur menjawab, “Kalau bertemu non-Muslim ucapkan saja selamat pagi, siang, atau malam. Kalau dengan sesama Muslim, barulah ucapkan Assalamu’alaikum.”

Namun, lanjut KH Shihabuddin, pernyataan itu disalahpahami oleh wartawan yang hadir. Mereka menulis seolah-olah Gus Dur mengganti ucapan salam Islami dengan salam universal. Padahal, yang dimaksud Gus Dur adalah menjaga adab dan ketepatan: salam Islami tetap menjadi doa khusus antar-Muslim, sementara sapaan umum adalah bentuk keramahan bagi non-Muslim.

Obrolan tersebut membuat para hadirin tertawa kecil sekaligus merenung. Tawa lahir dari kisah lucu bagaimana Gus Dur kerap disalahpahami, namun renungan muncul karena kisah itu sarat hikmah. “Perjalanan hidup Gus Dur tiada habisnya kalau ditelaah. Selalu ada cerita penuh makna dan pelajaran yang bisa kita ambil,” ujar KH Shihabuddin Ahmad yang disambut anggukan setuju dari para kiai.

Baca juga  Menteri PPPA Dorong Kepemimpinan Inklusif Dalam AKMINAS 2025

Suasana obrolan semakin akrab. Sesekali, KH Achmad Solechan dan para kiai lain menimpali dengan cerita tambahan, membuat perbincangan terasa hidup dan penuh kehangatan khas tradisi pesantren.

Acara maulid yang sedianya akan dihadiri KH Zulfa Mustafa, turut pula dihadiri oleh Habib Mahdi bin Hamid bin Alwi bin Hud Alattas, pengisi rutin pengajian di Masjid Al Hikmah sekaligus putra dari Habib Hamid Alattas, sosok A‘wan PBNU di masa kepemimpinan Gus Dur. Hadir pula Habib Hamzah Alattas. KH M Yusuf Arbi serta Kiai Hasan Syadzili dari Citayam yang semakin menambah khidmat dan keberkahan acara.

Peringatan Maulid di Masjid Al Hikmah Cimanggis kali ini bukan sekadar perayaan lahirnya Nabi Muhammad SAW, melainkan juga menjadi ruang berbagi hikmah dari para ulama dan habaib. Kisah tentang Gus Dur yang diangkat oleh KH Shihabuddin Ahmad seakan menjadi pengingat bahwa teladan para kiai dan tokoh bangsa tidak hanya hadir dalam buku sejarah, tetapi terus hidup dalam obrolan, tawa, dan renungan bersama.

Dukungan Anda Sangat Berarti 😊

Yuk bantu perjuangan LTN NU Kota Depok menyebarkan informasi kegiatan NU dengan melakukan pembayaran melalui QRIS berikut:

QRIS Pembayaran

Terima kasih atas kontribusi Anda 🙏