Depok — Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Depok, H. M. Kahfi, S.Pd.I., M.Pd., menjadi salah satu narasumber dalam Forum Udar Rasa: Memperkuat Kohesi Sosial Berbasis Komunitas di Kota Depok yang digelar oleh Yayasan Inklusif pada Selasa, 14 Oktober 2025 di Nongkrong DiKafe, Sawangan, Depok. Kegiatan ini menghadirkan sejumlah tokoh lintas iman dan komunitas muda, di antaranya Gusdurian Depok, Jamaah Ahmadiyah Indonesia (JAI), serta perwakilan berbagai organisasi kepemudaan dan ormas Islam di Kota Depok.
Dalam paparannya, H. M. Kahfi menegaskan bahwa Depok merupakan kota dengan tingkat pluralitas sosial dan keagamaan yang tinggi. Namun di sisi lain, dinamika keberagaman itu juga memunculkan tantangan tersendiri seperti meningkatnya intoleransi, segregasi sosial, hingga menguatnya politik identitas di ruang publik. Menurutnya, kondisi ini menuntut peran aktif semua elemen masyarakat, terutama kalangan muda, untuk kembali merajut persaudaraan dan membangun kohesi sosial di tingkat komunitas.
“Depok ini kota yang majemuk dan dinamis. Karena itu, perbedaan tidak boleh menjadi sumber perpecahan, melainkan harus menjadi kekuatan untuk membangun harmoni sosial. GP Ansor berkomitmen untuk terus menjaga nilai-nilai kebangsaan dan keagamaan dengan semangat ukhuwah insaniyyah, islāmiyyah, dan wathoniyyah,” ujar Kahfi dalam forum tersebut.
Lebih lanjut, Kahfi menjelaskan bahwa kohesi sosial sejatinya merupakan bagian dari ajaran Islam, sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an Surat Al-Hujurat ayat 10 dan 13 yang menyerukan pentingnya persaudaraan antarumat manusia serta saling mengenal antarbangsa. Prinsip-prinsip seperti ta’aruf (saling mengenal), ta’awun (saling tolong menolong), dan ta’ayush silmī (hidup berdampingan secara damai) menjadi fondasi yang dijunjung tinggi oleh GP Ansor dalam setiap aktivitas sosial dan keagamaannya.
Dalam kesempatan itu, Kahfi juga memaparkan berbagai langkah nyata yang telah dilakukan GP Ansor Kota Depok dalam memperkuat kohesi sosial di tingkat akar rumput. Beberapa di antaranya adalah pendirian Rumah Toleransi GP Ansor Kota Depok sebagai pusat edukasi dan dialog lintas iman, Gerakan Sinergi dan Kolaborasi OKP Keislaman se-Kota Depok, serta Dialog Kebangsaan Lintas Iman yang digelar bersama FKUB dan Gusdurian Depok selama 2023–2024. Selain itu, GP Ansor juga menginisiasi program “Ansor Mengaji” dan Deradikalisasi Digital untuk meningkatkan literasi keagamaan moderat di kalangan pemuda, serta aktif dalam advokasi perlindungan perempuan dan anak sebagai bagian dari gerakan kemanusiaan lintas agama.
Menurut Kahfi, semua inisiatif tersebut merupakan wujud nyata dari komitmen GP Ansor untuk menegakkan Islam rahmatan lil ‘alamin dan memperkuat nilai Hubbul Wathan Minal Iman — cinta tanah air sebagai bagian dari keimanan. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi seluruh lapisan masyarakat dan pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, lembaga pendidikan, hingga organisasi kemasyarakatan, untuk bersama-sama mewujudkan Depok sebagai kota yang damai, inklusif, dan berkeadaban.
“Kohesi sosial bukan hanya tentang hidup berdampingan, tetapi tentang tumbuh bersama dalam keberagaman. Karena itu, kami di GP Ansor mengajak semua pihak untuk menjadikan Depok sebagai rumah bersama yang terbuka bagi siapa pun tanpa melihat latar belakang agama, suku, atau organisasi,” tegasnya.
Menutup paparannya, Kahfi menyampaikan rencana strategis GP Ansor Kota Depok ke depan, antara lain membangun forum lintas komunitas secara rutin, mengembangkan Kampung Moderasi dan Toleransi, serta mendorong integrasi program kepemudaan dengan agenda pemerintah daerah. Ia berharap langkah-langkah tersebut dapat memperkuat solidaritas sosial dan memperkokoh semangat kebangsaan di tengah masyarakat Depok yang beragam.
Dukungan Anda Sangat Berarti 😊
Yuk bantu perjuangan LTN NU Kota Depok menyebarkan informasi kegiatan NU dengan melakukan pembayaran melalui QRIS berikut:
Terima kasih atas kontribusi Anda 🙏




