Haul ke-9 KH Hasyim Muzadi: Teladani Manhaj dan Cara Berpikir Sang Guru

Haul ke-9 KH Hasyim Muzadi: Teladani Manhaj dan Cara Berpikir Sang Guru

Haul KH Hasyim Muzadi 2026 01 10 At 11.51.16 225x300

Depok — Haul ke-9 almarhum KH Hasyim Muzadi digelar di Pesantren Al-Hikam Depok, Jalan Haji Amat No. 21, Kukusan, Beji, Depok, Jumat (10/1/2026). Acara ini dihadiri para kiai, santri, alumni, serta muhibbin dari berbagai daerah.

Salah satu pembicara utama, Tuan Guru Bajang (TGB) Dr. Muhammad Zainul Majdi, MA, menegaskan pentingnya kerja sama lintas umat manusia dalam konteks global. Menurutnya, kolaborasi tersebut bukan untuk mengaburkan batas akidah, melainkan untuk memperjuangkan agenda-agenda kemanusiaan bersama.

“Sebagai umat manusia, kita wajib bekerja sama. Bukan berarti menghilangkan batas akidah, tetapi untuk memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan,” ujar TGB.

TGB juga menjelaskan makna mencintai seorang guru. Menurutnya, bagi kalangan muhibbin awam, cinta kepada guru dapat diwujudkan dengan membacakan Al-Fatihah, berziarah, dan menghadiri haul. Namun bagi muhibbin penuntut ilmu, kecintaan tidak cukup berhenti pada ritual, tetapi harus diwujudkan dengan mengikuti keteladanan, manhaj, dan pemikiran sang guru.

Ia mencontohkan murid-murid Imam Syafi’i yang melanjutkan pemikiran gurunya secara manhajan laa qaulan, yakni meneruskan cara berpikir, bukan sekadar mengutip pendapat. Dari proses itu lahir Mazhab Syafi’iyah yang terus berkembang.

“Seorang guru bukan hanya mewariskan pendapat, tetapi juga cara berpikir. Dengan memahami manhaj guru, kita dapat menjaga, mewariskan, dan mengembangkan cita-cita beliau,” tambahnya.

TGB menilai pemikiran KH Hasyim Muzadi menekankan penguatan karakter santri, wawasan kebangsaan, serta dakwah yang menenangkan, merangkul, dan mengajak, bukan menghakimi apalagi memvonis. Garis dakwah ini berpijak pada prinsip al-tsawabit fi al-aqidah wa al-mutaghayyirat fi al-mu’amalah, yakni akidah yang kokoh dan muamalah yang adaptif terhadap perubahan zaman.

Dalam pandangan tersebut, KH Hasyim Muzadi selalu bertumpu pada tiga hal utama: penguasaan khazanah keilmuan Islam klasik (al-mauruts al-fiqhi), pemahaman mendalam atas realitas Indonesia, serta pandangan strategis terhadap tantangan masa depan dunia.

Baca juga  Workshop JULEHA (Juru Sembelih Halal) Kerja Sama Antara PRNU Tanah Baru, Kandang Guna, dan JULEHA

“Beliau kokoh dalam akidah, tetapi lentur dalam membangun dialog dengan siapa pun. Itulah yang membuat beliau dihormati kawan dan disegani lawan,” tegas TGB.

Sementara itu, Dr. Jamal Syahin, Direktur Kebudayaan Turki, menyampaikan bahwa Islam seharusnya hadir sebagai solusi, bukan masalah. “Islam adalah cahaya. Cahaya akal adalah ilmu pengetahuan, dan cahaya hati adalah ilmu agama. Jika keduanya dipadukan, hakikat akan tersingkap,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya integrasi ilmu sains (ayat-ayat kauniyah/Sunnatullah) dan ilmu agama, agar umat Islam dapat maju dengan dua sayap keilmuan sekaligus, termasuk dalam pengembangan etika dan ekonomi.

Rangkaian haul ditutup dengan tahlil dan doa yang dipimpin KH Hilmi Asshidqi Al-Araqi, serta pembacaan manaqib oleh Ustaz Ali Fitriana Rahmat. Acara berlangsung khidmat sebagai bentuk penghormatan dan doa bagi almarhum KH Hasyim Muzadi, sekaligus penguatan komitmen untuk melanjutkan perjuangan dan pemikiran beliau.

Pewarta: Abdul Mun’im Hasan
Redaktur: Ahmad Munir

Dukungan Anda Sangat Berarti 😊

Yuk bantu perjuangan LTN NU Kota Depok menyebarkan informasi kegiatan NU dengan melakukan pembayaran melalui QRIS berikut:

QRIS Pembayaran

Terima kasih atas kontribusi Anda 🙏