Menelusuri Jejak Imam Bukhari di Madinah, Ziarah Intelektual di Sekitar Masjid Nabawi

whatsapp image 2026 06 28 at 20.49.57

Madinah—Usai menunaikan shalat Subuh di Masjid Nabawi pada Rabu (24/6/2026), langkah kaki saya tidak langsung kembali menuju hotel. Dari pintu nomor 238, saya berjalan menuju sebuah bangunan bercat putih yang berdiri sederhana di tengah himpitan hotel-hotel menjulang di kawasan utara Masjid Nabawi. Bangunan itu menghadap langsung ke arah masjid Rasulullah, hanya dipisahkan pagar halaman.

Semakin mendekat, tampak sebuah kaligrafi dengan khat Arab yang bertuliskan “Masjid Imam al-Bukhari”. Nama besar yang selama ini akrab dalam kitab-kitab hadis kini hadir begitu dekat di hadapan mata. Di balik kesederhanaan bangunan itu tersimpan jejak seorang ulama besar yang mengabdikan hidupnya untuk menjaga kemurnian sabda Rasulullah SAW.

Menurut berbagai riwayat sejarah, kawasan tersebut diyakini sebagai lokasi yang berkaitan dengan aktivitas ilmiah Imam al-Bukhari ketika menetap di Madinah. Di kota Nabi inilah beliau memperdalam ilmu, melakukan penelitian hadis, menyalin catatan, menyusun berbagai naskah, serta memulai proses penulisan karya monumentalnya yang kemudian dikenal sebagai Al-Jami’ ash-Shahih atau Shahih al-Bukhari, kitab hadis paling otoritatif dalam tradisi Ahlussunnah wal Jamaah.

Bagi penulis, mengunjungi tempat tersebut bukan sekadar wisata sejarah, melainkan sebuah ziarah intelektual. Tempat yang hanya berjarak beberapa langkah dari Masjid Nabawi itu menjadi pengingat bahwa peradaban Islam dibangun oleh para ulama yang menghabiskan hidupnya dengan ilmu, ibadah, dan pengabdian kepada umat.

Sebelum menuju Masjid Imam al-Bukhari, penulis terlebih dahulu berziarah ke kompleks pemakaman Baqi yang berada di sisi Masjid Nabawi. Di tempat yang dimuliakan umat Islam itu dimakamkan banyak keluarga Rasulullah SAW, para sahabat, serta generasi terbaik umat. Di antaranya istri-istri Nabi, putra Rasulullah Ibrahim, serta para cucu beliau seperti Imam Hasan al-Mujtaba, Imam Ali Zainal Abidin, Imam Muhammad al-Baqir, dan Imam Ja’far ash-Shadiq. Di hadapan Ahlul Baqi, penulis bertawassul, menghadiahkan bacaan Al-Fatihah, dan memanjatkan doa agar Allah SWT melimpahkan rahmat-Nya kepada mereka.

Baca juga  PRNU RJB Gelar Doa dan Zikir Syukur Kemerdekaan

Perjalanan kemudian berlanjut menuju Masjid Imam al-Bukhari. Di dalam masjid itu, penulis kembali bertawassul dan memohon kepada Allah SWT agar dianugerahi kecintaan terhadap ilmu sebagaimana semangat yang diwariskan Imam al-Bukhari. Harapan itu juga dipanjatkan untuk keluarga, para murid, serta generasi muda agar tumbuh menjadi insan yang mencintai Al-Qur’an, hadis, dan tradisi keilmuan Islam.

“Berziarah ke tempat yang pernah menjadi ruang pengabdian Imam al-Bukhari menghadirkan kesadaran bahwa kejayaan Islam lahir dari kesungguhan para ulama dalam menjaga ilmu. Saya memohon kepada Allah agar diberikan keberkahan ilmu beliau, sehingga dapat diamalkan dalam kehidupan, keluarga, dan dunia pendidikan. Semoga suatu hari Allah juga memperkenankan saya berziarah ke makam Imam al-Bukhari di Uzbekistan,” ujar Abdul Hakim.

Bagi Abdul Hakim yang sehari-hari mengajar di SMP Lazuardi Al Falah serta aktif sebagai pengurus Lembaga Ta’lif wan Nasyr (LTN) PCNU Kota Depok dan Wakil Ketua Pergunu Kota Depok, perjalanan umrah bukan hanya menjadi momentum meningkatkan kualitas ibadah, tetapi juga kesempatan menelusuri jejak para ulama yang telah membangun fondasi keilmuan Islam.

Menurutnya, perjalanan spiritual akan terasa semakin bermakna apabila disertai upaya mengenal sejarah, menghargai perjuangan ulama, dan mengambil teladan dari ketekunan mereka dalam mencari ilmu. Sebab, dari Madinah inilah lahir mata rantai keilmuan yang terus menyinari dunia Islam hingga hari ini.

Ziarah ke Masjid Imam al-Bukhari menjadi pengingat bahwa ilmu tidak lahir dari kemudahan, melainkan dari kesabaran, pengorbanan, dan keikhlasan. Nilai-nilai itulah yang semestinya terus diwariskan kepada generasi Muslim, terutama di tengah tantangan zaman yang terus berubah.

Dukungan Anda Sangat Berarti 😊

Yuk bantu perjuangan LTN NU Kota Depok menyebarkan informasi kegiatan NU dengan melakukan pembayaran melalui QRIS berikut:

Baca juga  Wujudkan Kolaborasi untuk Umat, PCNU Kota Depok Audiensi dengan Wali Kota Supian Suri

QRIS Pembayaran

Terima kasih atas kontribusi Anda 🙏