Depok – Ratusan jamaah memadati Masjid Jami Al Hikmah, Kampung Areman, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, dalam rangka Haul ke-13 almarhum Habib Hamid bin Alwi bin Hud Alattas yang dirangkaikan dengan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, Sabtu (17/1/2026).
Habib Hamid Alattas dikenal sebagai ulama kharismatik, pendakwah, dan pejuang syiar Islam. Semasa hidup, ia menjabat sebagai A’wan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada masa kepemimpinan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) serta menjadi salah satu pendiri Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Rangkaian acara diawali dengan ziarah kubur dan tahlil bersama di makam almarhum yang terletak di samping masjid. Ziarah dipimpin oleh Habib Hud bin Muhammad Bagir Alattas, diikuti para nahdliyin Cimanggis, tokoh masyarakat, serta jamaah dari berbagai daerah.
Turut hadir Ustadz Sholahuddin, Wakil Ketua PCNU Kota Depok sekaligus DKM Masjid Jami Al Hikmah, bersama Majelis Asatidz Yayasan Nurul Falah. Suasana khidmat terasa saat lantunan dzikir dan doa dipanjatkan untuk almarhum.
Habib Hamid dikenal sebagai guru para kiai dan asatidz di Kampung Areman Cimanggis, serta sosok yang gigih berdakwah di tengah masyarakat.
Kepala MTs Nurul Falah, Kiai Alfu Satfi, mengenang kebersamaannya bersama Habib Hamid sejak kecil.
“Ane sejak kecil udah ikut Habib ngaji di sini. Waktu itu Habib ngajar kitab Da’watut Tammah. Dari beliau ane belajar adab, ilmu, dan semangat dakwah,” tuturnya.
Sementara itu, Prof. Murodi, Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, mengisahkan pengalamannya belajar kepada Habib Hamid pada era 1980-an.
“Tahun 1980-an saya mondok di Pesantren Assalafiyah Asy-Syafi’iyah Cijurai, yang sekarang bernama Pondok Pesantren Al Masyahad. Habib Hamid adalah ulama sekaligus intelektual yang berwawasan luas. Beliau tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga memahami persoalan umat secara mendalam,” ujarnya.
Sambutan dari keluarga besar Habib Hamid disampaikan oleh Habib Mahdi bin Hamid Alattas. Ia mengucapkan terima kasih kepada warga Kampung Areman, jamaah, serta santri dan alumni yang hadir dari berbagai daerah.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada warga Kampung Areman, para jamaah, para santri, dan alumni yang terus menjaga tradisi haul ini. Mohon doa agar almarhum Habib Hamid senantiasa mendapat rahmat Allah SWT,” ungkapnya.
Acara ini juga dihadiri sejumlah tokoh ulama Kota Depok, di antaranya KH Syihabuddin Ahmad selaku Ketua MUI Kota Depok, H. Nur Firdaus, Ustadz Sofari, serta Ustadz H. Nanang.
Ceramah inti disampaikan oleh Ustadz Husein Hamid Alattas. Dalam tausiyahnya, ia mengajak jamaah untuk senantiasa berpegang teguh pada Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah SAW dengan mengikuti ajaran para salafus shalih.
“Keselamatan umat ini hanya akan terjaga jika kita tetap berpegang kepada Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah SAW, dengan memahami dan mengamalkan ajaran para salafus shalih,” tegasnya.
Ustadz Husein kemudian mengutip firman Allah dalam Surat Al-Isra ayat 1 tentang perjalanan agung Nabi Muhammad SAW.
“Allah berfirman, Subhanalladzi asra bi ‘abdihi laylan minal masjidil harami ilal masjidil aqsha… Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa,” jelasnya.

Ia menjelaskan bahwa peristiwa Isra Mi’raj terjadi setelah Rasulullah SAW menghadapi ujian berat dalam hidupnya.
“Sebelum Isra Mi’raj, Nabi Muhammad SAW diuji dengan cobaan yang sangat berat. Istri tercinta beliau, Sayyidah Khadijah RA, wafat. Tidak lama kemudian, pamannya Abu Thalib yang selama ini menjadi pelindung dakwah beliau juga meninggal dunia,” ungkapnya.
Menurutnya, masa tersebut dikenal sebagai ‘Aamul Huzn atau tahun kesedihan.
“Rasulullah kehilangan orang-orang yang paling beliau cintai dan yang menjadi tameng dalam perjuangan dakwah Islam,” katanya.
Namun, di balik kesedihan itu, Allah SWT memberikan anugerah besar kepada Rasulullah SAW.
“Justru setelah kesedihan yang mendalam itu, Allah memberikan hadiah luar biasa kepada Nabi Muhammad SAW melalui peristiwa Isra Mi’raj. Ini menjadi penguat iman, penghibur hati, dan peneguh perjuangan Rasulullah,” tutur Ustadz Husein.
Ia menutup ceramah dengan ajakan untuk meneladani keteguhan Rasulullah SAW.
“Kalau kita ingin kuat seperti Rasulullah, maka kuncinya adalah iman, sabar, dan istiqamah di atas Al-Qur’an dan Sunnah,” pungkasnya.
Haul ke-13 Habib Hamid Alattas tidak hanya menjadi ajang mengenang jasa almarhum, tetapi juga memperkuat ukhuwah Islamiyah serta melestarikan tradisi keilmuan dan dakwah Ahlussunnah wal Jama’ah di tengah masyarakat Cimanggis dan Kota Depok.
Dukungan Anda Sangat Berarti 😊
Yuk bantu perjuangan LTN NU Kota Depok menyebarkan informasi kegiatan NU dengan melakukan pembayaran melalui QRIS berikut:
Terima kasih atas kontribusi Anda 🙏





