KOPID 9 Sukmajaya: Silaturahmi Hangat, Menyatukan Langkah Khidmah NU hingga Anak Ranting

KOPID 9 Sukmajaya: Silaturahmi Hangat, Menyatukan Langkah Khidmah NU hingga Anak Ranting

NUdepok 2026 01 14 At 10.24.35 300x134
Sukmajaya, Kota Depok
— Malam di Abadijaya pada 13 Januari 2026 terasa lebih hangat dari biasanya. Di kediaman Ketua Ranting Abadijaya, Al-Mukarram Ustaz Ahmad Suryadi, para pengurus Nahdlatul Ulama se-Kecamatan Sukmajaya berkumpul dalam balutan kebersamaan melalui KOPID 9 (Kongko sambil Diskusi). Tanpa sekat dan tanpa jarak, obrolan mengalir menjadi ruang silaturahmi yang menghidupkan rasa persaudaraan khas warga Nahdliyin.

KOPID 9 menjadi momen saling menyapa, saling mendengar, sekaligus saling menguatkan antara Pengurus Ranting dan jajaran Majelis Wakil Cabang NU Sukmajaya. Di tengah sajian kopi dan suasana kekeluargaan, berbagai gagasan tentang perjalanan NU ke depan dibicarakan dengan santai, namun tetap berorientasi pada kebermanfaatan umat.

Dalam perbincangan tersebut, salah satu hal yang mengemuka adalah penyelarasan kegiatan NU Sukmajaya selama satu tahun ke depan. Setiap ranting berbagi cerita tentang aktivitas, tantangan, dan harapan di wilayahnya masing-masing. Dari sini, lahir kesepahaman bahwa gerak NU perlu saling menyambung, agar khidmah yang dilakukan terasa lebih kuat dan merata.

Ketua MWC NU Sukmajaya, Ustaz Ahmad Fachruddin, menyampaikan bahwa silaturahmi seperti ini menjadi fondasi penting dalam merawat jam’iyyah.
“NU ini besar karena kebersamaan. Kalau kita sering duduk bareng, saling menyapa, dan saling mendengar, insyaallah langkah kita akan searah. KOPID ini bukan soal agenda, tapi soal menjaga rasa memiliki terhadap NU,” tuturnya di sela diskusi.

Obrolan hangat juga mengarah pada persiapan peringatan Hari Lahir Nahdlatul Ulama tingkat PCNU. Bagi para pengurus, Harlah NU bukan sekadar perayaan, melainkan momentum untuk menguatkan identitas, meneguhkan nilai, dan mempererat ikatan antarwarga Nahdliyin. Keterlibatan seluruh ranting pun diharapkan menjadi cerminan kekompakan NU di Sukmajaya.

Isu penting lainnya yang dibicarakan adalah rencana pembentukan Pengurus Anak Ranting Nahdlatul Ulama (PARNU). Penguatan hingga tingkat anak ranting dipandang sebagai ikhtiar menghadirkan NU lebih dekat dengan masyarakat.
“Kita ingin NU hadir sampai ke lingkungan paling kecil. Anak ranting itu jantungnya jamaah. Kalau di situ hidup, NU akan terus punya napas panjang,” lanjut Ustaz Ahmad Fachruddin.

Baca juga  Halal Center PCNU Depok Gelar Pelatihan Pendamping Halal

Sepanjang malam, semangat kebersamaan terasa kental. Tidak ada jarak antara yang muda dan yang sepuh, tidak ada perbedaan antara MWC dan ranting. Semua duduk sejajar sebagai keluarga besar Nahdlatul Ulama yang disatukan oleh satu tujuan: khidmah untuk umat.

Dari Abadijaya, KOPID 9 kembali menegaskan bahwa kekuatan NU Sukmajaya terletak pada silaturahmi yang terjaga dan kekompakan yang dirawat. Dari obrolan santai inilah, langkah-langkah besar NU dirajut untuk terus bergerak bersama, dari MWC hingga anak ranting, dalam suasana penuh keberkahan.

Dukungan Anda Sangat Berarti 😊

Yuk bantu perjuangan LTN NU Kota Depok menyebarkan informasi kegiatan NU dengan melakukan pembayaran melalui QRIS berikut:

QRIS Pembayaran

Terima kasih atas kontribusi Anda 🙏