Lailatul Ijtima’ PRNU Cisalak Pasar: Penguatan Fikrah Aswaja Melalui Kajian Kitab Hadratussyekh KH. Hasyim Asy’ari

Lailatul Ijtima’ PRNU Cisalak Pasar: Penguatan Fikrah Aswaja Melalui Kajian Kitab Hadratussyekh KH. Hasyim Asy’ari

Suasana khidmat mengiringi pelaksanaan acara rutin Lailatul Ijtima’ yang diselenggarakan oleh Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Cisalak pasar, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (13/12/2025) malam di Masjid Baitul Makmur, Pondok Cibubur, tersebut berjalan lancar dan dihadiri berbagai elemen warga nahdliyin setempat.

Acara yang dikoordinir oleh Ketua DKM Masjid, Ustadz Abdul Kharis, ini turut dihadiri oleh Ketua Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Cimanggis, Ustadz Ahmad Firdaus beserta jajarannya. Kehadiran pimpinan wilayah tersebut semakin menyemarakkan acara yang dimotori langsung oleh Ketua Tanfidziyah PRNU Cisalak Pasar, Ustadz Achmad Junaedi.

Rangkaian acara dibuka dengan pembacaan Tahlil dan Maulid Diba’, diiringi alunan hadrah dari tim Miftahul Qolbi yang memenuhi masjid dengan shalawat. Puncak acara adalah kajian kitab karya Hadratussyekh KH. M. Hasyim Asy’ari, pendiri NU, berjudul “An Nuurul Mubiin Fi Mahabbati Sayyidil Mursalin”.

Kajian kitab tersebut dibawakan secara tuntas oleh Rois Syuriah PRNU Cisalak Pasar, Tuan Guru Syuhada Anadih. Dalam pemaparannya, Guru Syuhada menekankan pentingnya mengkaji kitab-kitab Hadratussyekh secara rutin di setiap Lailatul Ijtima’ di semua ranting se-Kecamatan Cimanggis.

“Tujuannya agar pokok ajaran yang bersumber dari muassis (pendiri) NU bisa meresap hingga ke pengurus paling bawah dan jama’ah,” ujarnya, sebagaimana dikutip dari laporan panitia.

Guru Syuhada juga menjelaskan muqaddimah kitab yang diawali dengan pujian kepada Allah dan shalawat kepada Rasulullah SAW. Ia memberikan peringatan dengan mengambil pelajaran dari umat terdahulu.

“Kesalahan umat-umat terdahulu, seperti Nasrani, adalah ‘kebablasan’ dalam memuji Rasulnya hingga sampai pada tahap pengkultusan yang menjadikannya Tuhan. Berbeda dengan umat Nabi Muhammad SAW yang terjaga dari hal demikian berkat bimbingan ilmu yang jelas,” paparnya, menekankan batasan kecintaan yang proporsional dalam ajaran Islam Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja).

Baca juga  Ranting NU Harjamukti Gelar Maulid Nabi dan Haul di Musholla Roudhotul Muttaqin

Sebelum kajian, Ketua Tanfidziyah MWC Cimanggis, Ustadz H. Firdaus, dalam sambutannya menyampaikan pesan strategis. Ia mengingatkan bahwa identitas warga NU tidak hanya terletak pada amaliyah atau praktik ibadah khas NU.

“Yang tak kalah penting adalah menjaga Fikrah (pemikiran) dan Harakah (pergerakan) Aswaja. Ini menjadi tameng penting untuk membendung faham-faham yang bersebrangan dengan Aswaja,” tegas Ustadz Firdaus.

Acara yang juga dihadiri oleh perwakilan PRNU se-Kecamatan Cimanggis, para asatidz, tokoh masyarakat, dan jamaah setempat ini ditutup dengan doa yang dipimpin langsung oleh Rois Syuriah MWCNU Cimanggis, Kiai Nasuha. Seluruh jamaah kemudian bersilaturahmi dan menikmati hidangan santap malam bersama, menguatkan ukhuwah di antara sesama.

Lailatul Ijtima’ rutin ini menunjukkan komitmen NU di tingkat ranting untuk terus mengokohkan pemahaman keagamaan yang moderat, berbasis keilmuan pesantren, serta menjaga kesatuan barisan dalam menghadapi dinamika pemikiran keagamaan kontemporer.

Dukungan Anda Sangat Berarti 😊

Yuk bantu perjuangan LTN NU Kota Depok menyebarkan informasi kegiatan NU dengan melakukan pembayaran melalui QRIS berikut:

QRIS Pembayaran

Terima kasih atas kontribusi Anda 🙏