DEPOK, Sabtu, 31 Oktober 2026 – Dalam rangka menyemarakkan peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026, Jam’iyyatul Qurra wal Huffazh Nahdlatul Ulama (JQH NU) Kota Depok menggelar kegiatan Syiar JQH NU Depok melalui berbagai perlombaan kealqur’anan yang berlangsung di Pesantren Al-Hikam, Depok, Sabtu (31/10/2026).
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata komitmen JQH NU Kota Depok dalam menghidupkan syiar Al-Qur’an sekaligus menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an di kalangan generasi muda, khususnya anak-anak dan remaja.
Acara dibuka secara langsung oleh Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Depok, Dr. KH. Achmad Sholehan, M.Si. Pembukaan kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah jajaran pengurus PCNU Kota Depok, di antaranya KH. Hakim Muzayyan, K. Romo Albert Fauzi, dan Ustadz Hafied Shiddiqin selaku Wakil Ketua PCNU Kota Depok.
Hadir pula Ustadz Aris Abdillah Al-Hafidz, Kepala Cabang BRI Kota Depok, serta sejumlah tokoh agama, pengurus organisasi, dan tamu undangan lainnya. Kehadiran para tokoh tersebut menjadi bentuk dukungan dan perhatian terhadap upaya pengembangan pendidikan serta syiar Al-Qur’an di Kota Depok.
Tiga Jenis Lomba dengan Enam Cabang Kategori, Diikuti Sekitar 160 Peserta
Syiar JQH NU Depok tahun ini menghadirkan tiga jenis perlombaan utama yang masing-masing terbagi menjadi dua cabang kategori, yaitu anak-anak dan remaja. Dengan demikian, terdapat enam cabang perlombaan yang dipertandingkan, meliputi:
1. Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ)
Perlombaan ini menjadi wadah untuk mengembangkan kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar sesuai kaidah tajwid, sekaligus memperindah lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an.
MTQ terdiri atas dua cabang:
– MTQ Cabang Anak-Anak
– MTQ Cabang Remaja
2. Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ)
Perlombaan ini bertujuan menumbuhkan semangat menghafal, menjaga hafalan, serta meningkatkan kecintaan generasi muda terhadap Al-Qur’an.
MHQ terdiri atas dua cabang:
– MHQ Cabang Anak-Anak
– MHQ Cabang Remaja
3. Lomba Kaligrafi Al-Qur’an
Perlombaan ini menjadi sarana untuk mengembangkan kreativitas, keterampilan, dan kecintaan terhadap seni penulisan ayat-ayat suci Al-Qur’an.
Kaligrafi terdiri atas dua cabang:
– Kaligrafi Cabang Anak-Anak
– Kaligrafi Cabang Remaja
Seluruh cabang perlombaan tersebut diikuti oleh peserta putra dan putri sesuai dengan kategori masing-masing.
Kegiatan ini diikuti kurang lebih 160 peserta yang berasal dari berbagai lembaga pendidikan Al-Qur’an dan kalangan generasi muda di Kota Depok. Jumlah tersebut menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat, khususnya para santri, lembaga pendidikan Al-Qur’an, dan generasi muda dalam mengikuti kegiatan yang berorientasi pada pengembangan potensi kealqur’anan.
Melalui perlombaan ini, para peserta tidak hanya diberikan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan dan meraih prestasi, tetapi juga memperoleh pengalaman, motivasi, serta kesempatan untuk mempererat ukhuwah antarsantri dan sesama pecinta Al-Qur’an.
Menjaga Tradisi Keilmuan Al-Qur’an dan Melahirkan Generasi Qur’ani
Kegiatan Syiar JQH NU Depok bukan sekadar agenda perlombaan untuk memeriahkan Hari Santri Nasional. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan bagian dari ikhtiar organisasi dalam menjaga, merawat, dan melestarikan tradisi keilmuan Al-Qur’an yang telah diwariskan oleh para ulama, kiai, dan santri dari generasi ke generasi.
JQH NU sebagai organisasi yang bergerak dalam bidang pembinaan para qari, qariah, hafizh, dan hafizhah memiliki tanggung jawab untuk terus mengambil peran dalam membangun ekosistem pendidikan Al-Qur’an yang berkualitas.
Oleh karena itu, kegiatan semacam ini diharapkan tidak berhenti pada seremoni dan perlombaan semata, melainkan menjadi motivasi bagi lembaga-lembaga pendidikan Al-Qur’an, pesantren, TPQ, serta para guru ngaji untuk terus meningkatkan pembinaan dan kualitas generasi Qur’ani.
Harapannya, akan lahir generasi muda yang tidak hanya fasih membaca, kuat dalam menghafal, dan terampil menulis Al-Qur’an, tetapi juga menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai pedoman dalam bersikap dan menjalani kehidupan sehari-hari.
Hari Santri, Momentum Melanjutkan Perjuangan Ulama
Peringatan Hari Santri Nasional hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai momentum mengenang sejarah perjuangan para santri dan ulama dalam mempertahankan kemerdekaan bangsa. Lebih dari itu, Hari Santri merupakan pengingat bahwa perjuangan santri harus terus dilanjutkan melalui pendidikan, dakwah, pengabdian kepada masyarakat, serta penguatan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.
Dalam konteks tersebut, Syiar JQH NU Depok menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata dalam meneruskan perjuangan para ulama melalui pendidikan dan pengembangan Al-Qur’an.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, JQH NU Kota Depok berharap semangat mencintai Al-Qur’an semakin tumbuh di tengah masyarakat, khususnya generasi muda. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi agenda pembinaan yang berkelanjutan untuk melahirkan qari dan qariah, hafizh dan hafizhah, serta generasi yang memiliki kecintaan mendalam terhadap Al-Qur’an.
Hari Santri bukan sekadar mengenang perjuangan masa lalu, tetapi juga meneruskan perjuangan melalui pendidikan, dakwah, dan syiar Al-Qur’an demi masa depan umat dan bangsa.
Dengan semangat Hari Santri Nasional 2026, JQH NU Kota Depok terus berkomitmen membumikan Al-Qur’an, memperkuat tradisi keilmuan Islam, dan mengambil bagian dalam mencetak generasi penerus yang berakhlak Qur’ani.
Dukungan Anda Sangat Berarti 😊
Yuk bantu perjuangan LTN NU Kota Depok menyebarkan informasi kegiatan NU dengan melakukan pembayaran melalui QRIS berikut:
Terima kasih atas kontribusi Anda 🙏




