BOJONGSARI — Apel Akbar Hari Santri Nasional 2026 MWCNU Bojongsari menjadi ruang kebersamaan bagi laki-laki dan perempuan untuk berkontribusi dalam kerja kolektif. Mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri, Menuju Indonesia Emas”, kegiatan ini berlangsung di Lapangan Perseka, Curug, Bojongsari, Rabu, 22 Oktober 2026, pukul 07.00–11.00 WIB.
Kesetaraan terlihat dari kesempatan untuk mengambil peran sesuai kemampuan dan tanggung jawab. Dalam kepanitiaan, perempuan kerap mendapat tugas di bagian konsumsi karena pekerjaan itu dianggap dekat dengan urusan memasak dan melayani. Namun, pembagian tugas sebaiknya juga mempertimbangkan minat, kemampuan, dan kesiapan setiap orang, bukan semata-mata mengikuti anggapan tentang peran perempuan.
Pada apel kali ini, anggota badan otonom Muslimat dan Fatayat NU turut bertugas sebagai panitia konsumsi, petugas upacara, dirigen, dan pembaca teks UUD 1945. Ragam peran tersebut menunjukkan bahwa setiap orang dapat berkontribusi di berbagai bidang.
Kesetaraan bukan berarti semua orang mengerjakan hal yang sama. Kesetaraan berarti setiap orang memiliki kesempatan untuk menjalankan tugas berdasarkan kompetensi dan kesediaannya. Tanggung jawab kepanitiaan—mulai dari tugas teknis dan upacara hingga dukungan pendanaan serta penulisan berita—dapat dibagikan secara terbuka sesuai kebutuhan dan kemampuan.
Ketika kesempatan terbuka bagi semua, lebih banyak potensi dapat berkembang dan kerja bersama menjadi lebih kuat. Pada akhirnya, peran seseorang semestinya ditentukan oleh kemampuan, kesungguhan, dan kesiapan menjalankan amanah, bukan jenis kelamin. Setiap orang berhak memilih tugas yang sesuai dengan minatnya, sekaligus mendapat kesempatan untuk mencoba dan mengembangkan potensi lain.
Apel akbar ini diikuti sekitar 1.500 peserta dari 10 pesantren, lima sekolah, dan badan otonom NU se-Kecamatan Bojongsari. Hadir Mustasyar MWCNU KH. Hadi Hadiatullah, S.Q., M.A.; Rais Syuriyah MWCNU KH. Badruddin, S.Ag., M.M.; Ketua Tanfidziyah MWCNU Bojongsari KH. Syukron Hidayatullah, S.Pd.I.; Camat Bojongsari Drs. Suryana Yusup; Kapolsek Bojongsari Kompol Fauzan Thohari, S.H.; serta Danramil 05 Sawangan Mayor Inf. Dwi Pamuji.
Turut hadir unsur Babinsa dan Bhabinkamtibmas, aparatur pemerintahan, para lurah, tokoh masyarakat, pimpinan dan pengasuh pondok pesantren, serta pengurus ranting NU se-Kecamatan Bojongsari. Hadir pula Ketua MUI Kecamatan Bojongsari KH. Ahmad Jalaluddin Kamal, M.Pd.; Ketua DMI Kecamatan Bojongsari Ustaz Bahrum; Ketua LPTQ Kecamatan Bojongsari Ustaz Fakhruddin Harahap, M.H.; serta Muslimat NU, Fatayat NU, GP Ansor, Banser, IPNU, dan IPPNU.
Artikel oleh *Binti Khoiriyah, M.Pd.*
Ketua PAC Fatayat Bojongsari
Dukungan Anda Sangat Berarti 😊
Yuk bantu perjuangan LTN NU Kota Depok menyebarkan informasi kegiatan NU dengan melakukan pembayaran melalui QRIS berikut:
Terima kasih atas kontribusi Anda 🙏




