Hari Santri 2026, PRNU Tirtajaya Teguhkan Khidmah: Dari Santri untuk Santri

whatsapp image 2026 10 22 at 15.46.54

DEPOK — Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Tirtajaya mengikuti upacara peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 bersama para santri dan keluarga besar Pondok Pesantren (PP) Terpadu Ibnu Nafis di Kampung Serab, Kelurahan Tirtajaya, Kota Depok, Kamis (22/10/2026). Kegiatan ini menjadi momentum untuk mengenang perjuangan ulama dan santri sekaligus meneguhkan kembali tanggung jawab generasi santri dalam menghadapi tantangan zaman.

Perwakilan jajaran Syuriyah, Tanfidziyah, dan jamaah PRNU Tirtajaya turut hadir dalam upacara yang petugasnya berasal dari kalangan santri. Gus Akrom Qurthubi Nafis bertindak sebagai pembina upacara, didampingi Ummi Hj. Romlah, istri almarhum Abuya KH A. Qurthubi Nafis, Lc., serta Gus Kiki Qurthubi Nafis.

Dalam amanatnya, Gus Akrom menegaskan bahwa perjuangan santri pada masa kini memiliki tantangan yang berbeda dibandingkan dengan perjuangan generasi terdahulu. Jika dahulu ulama dan santri berjuang secara fisik melawan penjajah demi merebut dan mempertahankan kemerdekaan, kini perjuangan besar santri adalah melawan kebodohan melalui pendidikan dan penguasaan ilmu pengetahuan.

“Kalau dulu, ulama dan santri berjuang fisik melawan penjajah untuk memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia, hari ini, perjuangan terbesar bagi santri adalah melawan kebodohan,” ujar Gus Akrom.

Pesan tersebut menegaskan bahwa semangat perjuangan santri harus terus hidup dan menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Pendidikan, penguasaan ilmu, serta pembentukan akhlak menjadi bekal penting bagi santri untuk meneruskan pengabdian para ulama dan berkontribusi bagi bangsa.

Ziarah Makam Ulama dan Dukungan untuk Santri

Seusai upacara, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan ziarah ke makam Abuya KH A. Qurthubi Nafis, Lc., yang berada di lingkungan pesantren. Ziarah tersebut menjadi bagian dari penghormatan kepada ulama sekaligus pengingat atas pentingnya melanjutkan perjuangan dan keteladanan para pendahulu.

Baca juga  Banyak Kegiatan, Yuk Ramaikan Puncak Peringatan Hari Santri di Kota Depok

Tak hanya mengikuti upacara dan ziarah, PRNU Tirtajaya juga memberikan dukungan terhadap kegiatan lomba pidato tiga bahasa, yakni bahasa Indonesia, Arab, dan Inggris, untuk tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) yang diselenggarakan PP Terpadu Ibnu Nafis dalam rangka memeriahkan HSN 2026.

Dukungan tersebut menjadi bentuk kepedulian PRNU Tirtajaya terhadap pengembangan kemampuan santri, khususnya dalam bidang komunikasi, penguasaan bahasa, dan keberanian menyampaikan gagasan di depan publik.

Ketua Tanfidziyah PRNU Tirtajaya, Ustaz H. Musta’in, mengatakan keterlibatan dalam kegiatan pesantren merupakan wujud rasa syukur sekaligus pengabdian kepada lingkungan pendidikan yang menjadi bagian penting dari tradisi Nahdlatul Ulama.

“Ini sebagai bagian dari bentuk rasa syukur, sekaligus khidmah kita. Karena bagaimanapun, identitas kita di PRNU ini kan juga masih dan tetap menjadi santri. Istilahnya, dari santri untuk santri. Semoga khidmah ini membawa kemanfaatan dan keberkahan kepada umat, khususnya di Tirtajaya ini,” kata Musta’in.

Menurutnya, hubungan antara NU dan pesantren bukan sekadar hubungan kelembagaan, melainkan juga ikatan tradisi, keilmuan, dan pengabdian. Karena itu, dukungan terhadap kegiatan santri menjadi salah satu cara untuk menjaga kesinambungan tradisi tersebut.

Melalui peringatan Hari Santri Nasional 2026, PRNU Tirtajaya berharap semangat perjuangan para ulama dan santri terus diwariskan kepada generasi muda. Perjuangan melawan kebodohan, memperkuat pendidikan, menjaga akhlak, dan mengabdi kepada masyarakat menjadi bagian dari khidmah santri dalam mengisi kemerdekaan Indonesia.

Dukungan Anda Sangat Berarti 😊

Yuk bantu perjuangan LTN NU Kota Depok menyebarkan informasi kegiatan NU dengan melakukan pembayaran melalui QRIS berikut:

QRIS Pembayaran

Terima kasih atas kontribusi Anda 🙏