PRNU Baktijaya Bersama Majelis MTN Laksanakan Rihlah Ziarah Wali Songo dan Muassis NU

whatsapp image 2026 06 23 at 17.18.23 (1)

Depok, 23 Juni 2026 – Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Baktijaya bersama Majelis Tafaqquh fiddin Nahdlatul Ulama (MTN) menggelar kegiatan rihlah ziarah ke makam para Wali Songo dan para pendiri Nahdlatul Ulama. Kegiatan yang berlangsung selama empat hari ini bertujuan untuk meneladani perjuangan para ulama penyebar agama Islam di tanah Jawa serta mempererat kecintaan terhadap nilai-nilai warisan leluhur NU.

Hari Pertama: Jejak Ulama Cirebon dan Awal Peradaban Islam Jawa

Perjalanan dimulai dari Kota Depok menuju Cirebon. Rombongan terlebih dahulu berziarah ke Makam Abah Mustahdi Hasbullah, dilanjutkan ke makam Syekh Dzatul Kahfi dan Syekh Tolhah. Titik puncak kunjungan di Cirebon adalah Makam Sunan Gunung Jati, salah satu Wali Songo yang berperan besar menyebarkan Islam di wilayah Jawa Barat dan pesisir utara Jawa.

Perjalanan dilanjutkan menuju Kadilangu, Demak. Di sana rombongan berziarah ke Makam Sunan Kalijaga – wali yang dikenal dengan pendekatan dakwah yang penuh kearifan budaya – serta mengunjungi Masjid Agung Demak, saksi sejarah berdirinya Kesultanan Demak sebagai kerajaan Islam pertama di tanah Jawa. Hari pertama ditutup dengan kunjungan ke Makam Sunan Kudus dan Menara Kudus, ikon perpaduan budaya Islam dan lokal.

Hari Kedua: Meneladani Akhlak Wali Tanah Jawa

Memasuki hari kedua, rombongan kembali berdoa dan berziarah di kompleks Makam Sunan Kudus sebelum melanjutkan perjalanan ke Makam Sunan Muria. Perjalanan dilanjutkan ke Tuban untuk berziarah ke Makam Sunan Bonang dan Syekh Asmorokondi, kemudian berakhir di Lamongan untuk berkunjung ke Makam Sunan Drajat. Sepanjang perjalanan, jamaah menggunakan seragam kaos bertuliskan “Sowan Walisongo” sebagai tanda kebersamaan.

Hari Ketiga: Jejak Wali Timur Jawa dan Ulama Madura

Baca juga  SMP Lazuardi Al-Falah Jadi Tuan Rumah Santri Fest 2025: Wadah Kreativitas dan Semangat Kebangsaan Pelajar NU

Hari ketiga membawa rombongan ke wilayah timur Jawa. Di Gresik, ziarah dilaksanakan di Makam Sunan Giri dan Sunan Gresik. Perjalanan dilanjutkan ke Surabaya untuk sowan ke Makam Sunan Ampel dan area Tenggilis Utara.

Rombongan kemudian menyeberang ke Pulau Madura, berziarah ke Makam Syekh Kholil Bangkalan – ulama besar yang menjadi guru para pendiri NU – serta makam KH. Abd. Latif, Sayyid Abdulloh, Sayyidah Siti Maisaroh, dan Syekh Syarifuddin, cicit dari Tuan Syekh Abdul Qodir al-Jaelani di kompleks Bujuk Sara. Hari ketiga ditutup dengan kunjungan ke Jombang untuk mengenang para pendiri Nahdlatul Ulama. Pada hari ini, rombongan menggunakan seragam kaos kedua sebagai identitas kegiatan.

Hari Keempat: Menghormati Perjuangan Para Muassis NU

Di hari terakhir perjalanan, rombongan berziarah ke makam para pendiri dan tokoh sentral Nahdlatul Ulama di Jombang dan sekitarnya, yaitu Makam KH. Hasyim Asy’ari (pendiri NU), KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), KH. Bisri Syansuri, serta KH. Wahab Hasbullah. Rombongan juga mengunjungi Masjid Darussalam dan Bojonegoro sebelum kembali ke tempat asal.

Ketua PRNU Baktijaya, Ustadz Sholahudin, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar perjalanan wisata, melainkan sarana riyadloh dan pembelajaran sejarah. “Kami ingin para kader dan jamaah meneladani semangat dakwah para wali dan keteguhan pendiri NU dalam menjaga kemurnian ajaran Islam yang rahmatan lil alamin,” ujarnya.

Kegiatan rihlah ini diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan yang lebih dalam terhadap akar sejarah Islam Nusantara dan memperkuat komitmen para kader Nahdlatul Ulama dalam mengamalkan ajaran agama yang damai dan berkeadaban.

Dukungan Anda Sangat Berarti 😊

Yuk bantu perjuangan LTN NU Kota Depok menyebarkan informasi kegiatan NU dengan melakukan pembayaran melalui QRIS berikut:

Baca juga  Mengenang Perjuangan Leluhur, Ratusan Jemaah Hadiri Napak Tilas Sarkub di Makam Tubagus Pangeling Leuwinanggung

QRIS Pembayaran

Terima kasih atas kontribusi Anda 🙏