Momen Haru Mewarnai UKT Perdana Pagar Nusa MI Al Asybal Cinere: Pendekar Cilik Basuh Kaki Orang Tua

proses basuh kaki

Depok – Suasana khidmat sekaligus mengharu biru menyelimuti MI Al Asybal Islamic School, Cinere, Kota Depok pada Kamis (18/6/2026). Sejak pukul 07.00 WIB, sebanyak 15 pendekar cilik berkumpul dengan seragam sakral Pagar Nusa untuk mengikuti Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) Pertama Strip Putih.

Bukan sekadar ujian fisik biasa, momentum ini menjadi pembuktian bahwa di tangan generasi muda inilah, benteng ulama dan bangsa masa depan sedang ditempa.

Dihadiri Tokoh NU dan Wali Santri
Pembukaan acara ini dihadiri oleh jajaran tokoh penting, di antaranya Ketua PCNU Kota Depok, KH. Achmad Solechan, Ketua Yayasan MI Al Asybal, KH. Syaiful, Kepala Sekolah MI Al Asybal, Bpk. Ghifari Syauqi, serta Ketua PC Pagar Nusa Kota Depok, Kang Eko Mustopa.

Menariknya, KH. Achmad Solechan hadir bukan hanya sebagai pimpinan struktural, tetapi juga sebagai seorang ayah yang mendampingi putrinya yang turut menjadi peserta UKT hari itu. Kehadiran para tokoh ini memberikan suntikan moral yang besar bagi para pendekar cilik yang bersiap menghadapi ujian.

Uji Mental, Fisik, dan Ideologi Aswaja

Hingga siang hari, ke-15 peserta digembleng melalui tiga tahapan ujian yang komprehensif untuk menguji kelayakan mereka menyandang strip putih:

  1. Uji Wawasan Kebangsaan, Ke-NU-an, dan Keaswajaan: Menanamkan sejak dini bahwa pendekar Pagar Nusa harus cerdas secara ideologi, cinta tanah air, dan setia pada kiai.
  2. Ujian Jurus: Pembuktian ketangkasan fisik, kedisiplinan, dan penguasaan teknik silat Pagar Nusa.
  3. Ujian Fisik & Mental: Menguji daya tahan, keberanian, dan keteguhan hati para pendekar cilik dalam menghadapi tantangan.

“Pagar Nusa bukan sekadar belajar bela diri, tapi belajar menata hati, menjaga kiai, dan membela NKRI,” ujar Ketua PC Pagar Nusa Depok, Eko Mustopa, di sela-sela acara.

Baca juga  Dihadiri Ketua PP Fatayat, Pengurus Ranting Fatayat PCNU Kota Depok 2024 Resmi Dilantik

Air Mata Tumpah di Sesi Sungkeman dan Basuh Kaki

Puncak emosi dari seluruh rangkaian acara terjadi di penghujung siang. Setelah fisik dan mentalnya diuji, para pendekar cilik ini dihadapkan pada ujian paling hakiki: berbakti kepada orang tua.

Suasana yang semula riuh dengan hentakan jurus, seketika berubah menjadi hening dan penuh isak tangis saat sesi sungkeman dimulai. Di hadapan para ayah dan ibu yang duduk haru, ke-15 pendekar cilik ini bersujud. Tangan-tangan kecil yang baru saja memeragakan jurus silat itu, dengan lembut membasuh kaki orang tua mereka masing-masing.

Air mata tak membendung, baik dari mata para pendekar cilik, orang tua, hingga para pelatih yang menyaksikan. Momen ini menjadi pengingat bagi semua yang hadir: sejauh apa pun kaki melangkah, dan sekuat apa pun jurus yang dikuasai, restu orang tua adalah jimat tertinggi seorang pendekar.

Setelah membasuh kaki para peserta dilanjutkan dengan mencium bendera merah putih, bendera Nahdlatul Ulama, dan bendera Pagar Nusa.

Langkah Awal Menuju Pengabdian

Kepala Sekolah MI Al Asybal, Bpk. Ghifari Syauqi, mengungkapkan rasa bangganya atas terlaksananya UKT perdana ini. Ia berharap kegiatan ini membentuk karakter siswa yang mandiri, kuat, namun tetap memiliki akhlakul karimah yang tinggi.

UKT Pertama Strip Putih di MI Al Asybal Islamic School ini telah usai, namun langkah 15 pendekar cilik ini baru saja dimulai. Mereka pulang bukan hanya membawa strip baru di sabuknya, tetapi membawa restu yang basah dari doa orang tua mereka.

Dukungan Anda Sangat Berarti 😊

Yuk bantu perjuangan LTN NU Kota Depok menyebarkan informasi kegiatan NU dengan melakukan pembayaran melalui QRIS berikut:

Baca juga  Pagar Nusa Rayon Qotrun Nada Gelar UKT, Tempatkan Bela Diri Sebagai Jalan Pembentukan Karakter

QRIS Pembayaran

Terima kasih atas kontribusi Anda 🙏