DEPOK — Peringatan puncak Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Kecamatan Limo, Kota Depok, berlangsung khidmat pada Kamis (22/10/2026). Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Limo berkolaborasi dengan Pondok Pesantren Al Manar Azhari untuk menyelenggarakan kegiatan yang dihadiri lebih dari 400 jamaah, termasuk Wali Kota Depok, Dr. H. Supian Suri.
Kegiatan ini menjadi puncak rangkaian peringatan HSN yang digelar keluarga besar NU Limo sepanjang Oktober. Sebelumnya, PRNU Grogol menyelenggarakan Maulid Nabi Muhammad SAW pada 9 Oktober, disusul Festival Selawat oleh PAC Muslimat NU Limo pada 18 Oktober.
Kolaborasi pada puncak peringatan HSN kali ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi warga Nahdliyin, tetapi juga memperlihatkan pentingnya sinergi antara organisasi keagamaan, pemerintah, dan lembaga pendidikan pesantren dalam membangun masyarakat.
Sejumlah pejabat dan tokoh turut hadir, di antaranya Wali Kota Depok Dr. H. Supian Suri, perwakilan Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Camat Limo, Sekretaris Camat Limo, para lurah di Kecamatan Limo, Ketua PCNU Kota Depok, jajaran pengurus MWCNU Limo, pengurus PRNU se-Kecamatan Limo, serta badan otonom NU.
Wali Kota: Santri Berperan dalam Kemerdekaan Indonesia
Dalam sambutannya, Wali Kota Depok Supian Suri menegaskan bahwa santri merupakan salah satu komponen penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Peran santri dan ulama dalam sejarah bangsa menjadi pengingat bahwa perjuangan mempertahankan kemerdekaan tidak terlepas dari kontribusi berbagai elemen masyarakat, termasuk lingkungan pesantren. Karena itu, semangat Hari Santri perlu terus diwariskan melalui pendidikan, pengabdian, dan kontribusi nyata bagi bangsa.
Sementara itu, dalam ungkapan tasyakurnya, KH Manarul Hidayat menekankan pentingnya sinergi antara Nahdlatul Ulama dan pemerintah. Menurutnya, hubungan yang baik antara ulama, santri, dan pemerintah perlu terus dijaga demi kemaslahatan masyarakat dan keberlangsungan kehidupan berbangsa.
Mendoakan para pejabat pemerintah agar dapat menjalankan amanah dengan baik, lanjutnya, merupakan salah satu bentuk ikhtiar santri dalam menjaga Indonesia.
Pesan tersebut menegaskan bahwa kontribusi santri terhadap bangsa tidak hanya diwujudkan melalui perjuangan fisik sebagaimana dilakukan para pendahulu, tetapi juga melalui doa, pendidikan, penguatan moral, serta dukungan terhadap kepemimpinan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Momentum Tasyakuran KH Manarul Hidayat ke-74
Peringatan puncak HSN 2026 di Limo juga menjadi momen istimewa karena bertepatan dengan hari lahir KH Manarul Hidayat yang ke-74. Dalam kesempatan tersebut, dilakukan pemotongan tumpeng sebagai bentuk rasa syukur.
Momentum ini menambah makna kebersamaan dalam kegiatan yang mempertemukan jajaran NU, pemerintah, pesantren, dan masyarakat. Selain memperingati Hari Santri, acara tersebut menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi sekaligus menyampaikan doa dan harapan bagi keberlanjutan pengabdian para ulama.
Kolaborasi NU dan Pesantren Dinilai Layak Dilanjutkan
Ketua panitia sekaligus Ketua MWCNU Limo, Gus Hamdi, menyampaikan bahwa lebih dari 400 jamaah menghadiri kegiatan puncak HSN tersebut. Ia menilai kolaborasi dengan Pondok Pesantren Al Manar Azhari menjadi pengalaman positif yang patut dikembangkan.
Selain rangkaian kegiatan yang diselenggarakan NU Limo, panitia lokal dari pesantren juga menggelar ALMAZFEST pada 19–22 Oktober 2026. Dua agenda yang berlangsung beriringan tersebut menciptakan ruang kolaborasi antara kegiatan keagamaan, pesantren, dan masyarakat.
Menurut Gus Hamdi, kerja sama semacam ini menunjukkan bahwa organisasi NU dan pesantren dapat saling mendukung dalam menyelenggarakan kegiatan yang lebih luas dan melibatkan banyak kalangan.
Ia berharap pola kolaborasi tersebut dapat dicoba kembali bersama pesantren lain di wilayah Kecamatan Limo, sehingga peringatan Hari Santri pada masa mendatang dapat semakin semarak dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
Acara berlangsung dengan khidmat dan ditutup dengan doa yang dipimpin Rais Syuriah MWCNU Limo, KH Abdurrahman.
Puncak HSN 2026 di Limo menjadi penegasan bahwa peringatan Hari Santri bukan sekadar agenda tahunan, melainkan momentum untuk merawat tradisi pesantren, memperkuat persatuan, dan membangun sinergi antara ulama, pemerintah, serta masyarakat dalam melanjutkan perjuangan bagi Indonesia.
Dukungan Anda Sangat Berarti 😊
Yuk bantu perjuangan LTN NU Kota Depok menyebarkan informasi kegiatan NU dengan melakukan pembayaran melalui QRIS berikut:
Terima kasih atas kontribusi Anda 🙏




