Peringati Hari Santri 2026, MUI Gelar Istighosah Kebangsaan di PP Asshiddiqiyah dan Dorong Proteksi Santri

whatsapp image 2026 10 22 at 21.38.25

JAKARTA, NU Online — Majelis Ulama Indonesia (MUI) menggelar Istighosah Kebangsaan Hari Santri 2026 bertajuk “Bersatu dalam Doa, Bersinergi Menjaga Negeri” di Pondok Pesantren Asshiddiqiyah, Jakarta Barat, pada Kamis (22/10/2026). Perhelatan ini menjadi momentum penguatan spiritualitas sekaligus ruang konsolidasi kebangsaan yang mempertemukan elemen ulama, pemerintah, dan aparat keamanan.

Rangkaian acara dimulai pada pukul 18.30 WIB dengan pembacaan istighosah dan dzikir Bersama dengan suasana khusyuk yang menyelimuti majelis saat ratusan santri dan tamu undangan melantunkan doa untuk keselamatan, kedamaian, serta keberkahan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), yang kemudian dilanjutkan dengan pengumandangan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Pengasuh Pondok Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta, KH Ahmad Mahrus Iskandar, B.Sc., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kepercayaan MUI menjadikan pesantrennya sebagai tuan rumah perhelatan kebangsaan ini. Menurutnya, peringatan Hari Santri tahun ini terasa makin istimewa dan membawa keberkahan tersendiri dengan dilantiknya Direktur Jenderal Pesantren di lingkungan Kementerian Agama.

Dalam sambutannya, Kiai Mahrus menegaskan pentingnya konsistensi santri dalam menuntut ilmu dan berkhidmat di mana pun berada.

Lam nazal nahnu tholiban, di mana pun dan kapan pun kita tetaplah seorang santri,” tegas Kiai Mahrus.

Ia juga mengutip pesan berharga dari almarhum pendiri PP Asshiddiqiyah, KH Noer Muhammad Iskandar, agar para santri senantiasa memberikan dampak kemanfaatan yang nyata bagi masyarakat luas.

“Santri Abah Yai Noor jangan jadi kiai semua, nanti rebutan berkat. Jadilah santri yang berdampak dan bermanfaat. Jika belum bisa memberi manfaat, maka dekatilah orang yang bisa memberi dampak manfaat untuk umat,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Komisi Pesantren MUI Pusat, Dr H Basnang Said, M.Ag., dalam laporannya menekankan posisi strategis pesantren sebagai benteng moral dan pengawal kedaulatan bangsa. Ia menyampaikan rasa syukur atas pengakuan negara terhadap keberadaan pesantren, sehingga para lulusannya memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk berkiprah di berbagai sektor.

Baca juga  Lazisnu Depok Lakukan Pembinaan dan Perberdayaan UMKM

Basnang menyatakan bahwa alumni pesantren saat ini dapat menjadi berbagai profesi, baik menjadi polisi, dokter, maupun profesi lainnya, serta memiliki daya tahan yang kuat dalam menghadapi berbagai kondisi, karena santri dapat survive dalam kondisi apapun.

“Di pesantren kita tidak mempermasalahkan perbedaan warna kulit, rambut, agama, maupun asal suku, karena di dalam pesantren kita telah menunjang Nusantara,” ujar Basnang.

Sebagai wujud kepedulian terhadap tatanan pendidikan Islam, Komisi Pesantren MUI Pusat turut meluncurkan skema Himayatu Thulab. Program ini dihadirkan sebagai langkah konkret keberpihakan kepada santri guna menjamin rasa aman dan kenyamanan selama menimba ilmu di lingkungan pondok pesantren.

Dukungan Anda Sangat Berarti 😊

Yuk bantu perjuangan LTN NU Kota Depok menyebarkan informasi kegiatan NU dengan melakukan pembayaran melalui QRIS berikut:

QRIS Pembayaran

Terima kasih atas kontribusi Anda 🙏