Kukusan, Depok — Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Kelurahan Kukusan kembali menggelar pengajian bulanan Lailatul Ijtima’ pada Ahad malam, 5 Oktober di Masjid Attaqwa Kukusan Beji.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Yusron Shiqi selaku Rais Syuriah MWC NU Beji turut hadir dan menyampaikan motivasi kepada jajaran pengurus PRNU Kukusan agar mampu membangun pola berkhidmah yang seimbang dengan memadukan dua sisi penting, yakni profesionalitas dan kekeluargaan.
Menurut Gus Yusron, menjalankan organisasi tidak cukup hanya dengan mengedepankan profesionalitas, tetapi juga tidak tepat apabila seluruh persoalan organisasi diselesaikan semata-mata dengan pendekatan kekeluargaan. Keduanya perlu berjalan beriringan sesuai dengan porsi dan situasi masing-masing.
“Dalam berkhidmah, kita harus memiliki dua sisi sekaligus, yaitu sisi profesional dan sisi kekeluargaan. Jangan murni profesional, tetapi juga jangan murni kekeluargaan. Keduanya harus dijaga sesuai dengan porsinya masing-masing,” pesan Gus Yusron.
Ia menjelaskan, profesionalitas dibutuhkan agar organisasi dapat berjalan secara tertib, terukur, bertanggung jawab, dan mampu mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Setiap pengurus memiliki tugas dan amanah yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh.
Namun demikian, lanjutnya, PRNU bukan sekadar sebuah organisasi yang bekerja berdasarkan aturan dan pembagian tugas. Di dalamnya terdapat ikatan ukhuwah, persaudaraan, dan semangat kebersamaan yang harus terus dirawat.
Karena itu, sisi kekeluargaan menjadi energi penting dalam menjaga keutuhan dan keharmonisan kepengurusan. Perbedaan pendapat, kekurangan, maupun dinamika dalam menjalankan program hendaknya tidak serta-merta menjadi sumber perpecahan.

Gus Yusron juga mengingatkan bahwa dalam berkhidmah di Nahdlatul Ulama, setiap pengurus harus mampu menempatkan sesuatu pada tempatnya. Ketika sebuah persoalan membutuhkan ketegasan dan tanggung jawab organisasi, maka pendekatan profesional harus dikedepankan. Sebaliknya, ketika menghadapi persoalan yang berkaitan dengan hubungan antarpengurus dan sesama warga Nahdliyin, pendekatan kekeluargaan perlu mendapatkan ruang yang cukup.
Dengan keseimbangan tersebut, organisasi diharapkan tidak menjadi terlalu kaku, tetapi juga tidak kehilangan arah dan tata kelola.
“Kalau semuanya profesional, organisasi bisa menjadi kaku. Kalau semuanya kekeluargaan, terkadang aturan dan tanggung jawab menjadi tidak jelas. Maka yang dibutuhkan adalah keseimbangan,” jelasnya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bagi seluruh pengurus PRNU Kukusan bahwa khidmah bukan hanya tentang menyelesaikan program kerja, tetapi juga tentang merawat hubungan antarsesama. Profesionalitas memastikan roda organisasi berjalan dengan baik, sementara kekeluargaan memastikan perjalanan tersebut tetap dilandasi ukhuwah dan ketulusan.
Pengajian bulanan ini pun menjadi momentum penting bagi PRNU Kukusan untuk melakukan refleksi sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menjalankan amanah organisasi. Dengan semangat kebersamaan dan tata kelola yang baik, PRNU Kukusan diharapkan semakin mampu memberikan manfaat nyata bagi warga dan masyarakat luas.
Pada akhirnya, profesionalitas dan kekeluargaan bukanlah dua hal yang harus dipertentangkan, melainkan dua kekuatan yang perlu dipadukan dalam menjalankan khidmah. Dengan menjaga keduanya secara proporsional, para pengurus dapat bekerja secara serius tanpa kehilangan kehangatan persaudaraan.
Pewarta : A. Syauqu Habibie (Sekretaris PRNU Kukusan)
Dukungan Anda Sangat Berarti 😊
Yuk bantu perjuangan LTN NU Kota Depok menyebarkan informasi kegiatan NU dengan melakukan pembayaran melalui QRIS berikut:
Terima kasih atas kontribusi Anda 🙏




