Pelepasan KKN UIN Jakarta, Wamen: Optimis Industri RI Maju

whatsapp image 2026 07 28 at 15.30.37

Jakarta-Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar acara Pelepasan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2026. Sebanyak 4951 mengikuti program KKN di wilayah sekitar kampus, luar Daerah dan Luar Negeri. Hal itu diungkapkan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof. Asep Saefudin Jahar, Ph.D.

“KKN ini tiap tahun diselenggarakan, kita berharap adanya program yang berkesinambungan. Misalnya, tahun lalu membangun MCK maka tahun ini bisa diteruskan lagi dan menjadi lebih baik. Tentu, bisa berkolaborasi dengan Kementerian atau Pemerintah Daerah setempat, “ujarnya seusai acara yang mengangkat tema “KKN Berdampak untuk Pembangunan Kewilayahan Berkelanjutan: Sinergi Perguruan Tinggi, Pemerintah, dan Masyarakat Menuju SDGs”. Auditorium Harun Nasution, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Menurutnya, momentum KKN harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya seusai dengan kemampuan yang dimiliki dan ilmu yang didapat di kampus. Dirinya mengingatkan KKN merupakan ajang interaksi langsung dengan masyarakat, untuk itu pengabdian apa yang bisa diberikan pada masyarakat.

“Misalnya uang ahli bidang ekonomi, mereka bisa mengembangkan perencanaan keuangan kepada masyarakat dan lainnya. Selamat kepada anak-anak yang menjalankan KKN, semoga bisa memberikan yang terbaik bagi masyarakat dan jaga nama baik kampus,”ujarnya

Indonesia Optimis Maju Dalam Industri Miliki Produk Diburu dunia

Hal senada diungkapkan Wakil Mentri Perindustrian Republik Indonesia H. Faisol Riza, M.B.A mengapresiasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang menjalankan program KKN. Menurutnya, para mahasiswa yang menjalankan KKN akan bertemu masyarakat dan mampu menghadapi persoalan yang banyak. Tentu, lanjutnya, dengan pengalaman dan kecerdasan yang diajarkan kampus akan diselesaikan dengan baik.

“Semoga melalui KKN ini menjadi amal jariah dan Allah SWT yang membalasnya. Jadi, ini menjadi renungan bagi kita bukan hanya mahasiswa saja, generasi muda adalah bagian dari bangsa yang ikut serta membangun bangsa dengan ilmu yang diserapnya. Mahasiswa yang akan KKN diharapkan menjadi motor industrialisasi masa depan,”katanya.

Baca juga  NU Depok Siapkan Roadshow Pelatihan Sholat Bersanad dan Pemulasaran Jenazah

Wamen mengatakan kondisi global saat ini peperangan antara Ukraina dan Rusia, begitu juga Iran dan Amerika Serikat. Menurutnya, dalam perang tersebut menunjukkan bagaimana memanfaatkan drone sebagai senjata tempur yang ditakutkan. Dengan kata lain, kondisi rumit yang memperebutkan mineral. Menurutnya, untuk menjalankan teknologi tersebut menggunakan Chip atau
otak industrialisasi saat ini dan masa depan.

“Kita punya pasir silica yang luar biasa kaya dan hanya China tandingi. Kalo ke Batam, Kalimantan Timur Utara, Martapura akan temukan pasir silika. Pasir berkilau ini biasa tapi berharga saat ini dan masa depan. Karena menjadi salah satu sumber utama pembuatan mikrochip hari ini seperti minyak di masa lalu, emas di masa lalu. Begitu juga dalam penggunaan Hp, mobil dan lainnya menggunakan chip,”katanya.

Ia menambahkan, kunci kemandirian bangsa dan peradaban adalah industrialisasi. Dengan kekayaan alam yang dimiliki Indonesia memiliki potensi besar dalam industri.

“Indonesia bisa mengambil peran sebagai rantai pasok produk industri yang sangat dibutuhkan dunia. Seperti dalam farmasi di Indonesia kaya flora dan Fauna serta herbalnya. Begitu pula dengan mineral tanah jarang dan pasir silica. Kita optimis Indonesia mampu menjadi negara yang maju dalam industri. Meski sekarang posisi Indonesia masih di belakang China, Korea ataupun Taiwan,”jelasnya.

Dari Ciputat Untuk Dunia Sebarkan Moderasi Beragama

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Jakarta Prof. Amelia Fauziah, Ph.D mengungkapkan kegiatan KKN diampu oleh Pusat Pengabdian Masyarakat Ibu Ade Rina. Menurutnya tahun ini total sebanyak 4951 mahasiswa yang mengikuti program KKN. Diantaranya KKN reguler 326 kelompok, KKN tematik dan Luar Negeri. Adapun penempatannya di Depok, Bogor, Tangsel, Babel, Purwokerto dan lainnya. Sementara, untuk Luar Negeri seperti: Malaysia, Jepang, Hongkong, Australia, Arab Saudi dst.

Baca juga  Pagar Nusa Rayon Qotrun Nada Gelar UKT, Tempatkan Bela Diri Sebagai Jalan Pembentukan Karakter

“Sejumlah Daerah membutuhkan dukungan dari Perguruan Tinggi. Untuk itu, kita dorong mahasiswa melek teknologi agar bisa diterapkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Selain upaya program unggulan tiap desa, kita dorong nilai-nilai KKN dalam moderasi beragama kita gaungkan Islam Rahmatan Lil Alamin,”tuturnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) Ade Rina Farida, M.Si. mendukung penuh kegiatan tersebut. Menurutnya pelepasan KKN adalah awal dari perjalanan pengabdian, membawa ilmu, membangun kolaborasi, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Dengan membawa semangat, dedikasi, dan motivasi untuk mengabdi. Mari kita buktikan bahwa mahasiswa UIN Jakarta siap menjadi agen perubahan yang berdampak bagi bangsa dan masyarakat,”tandasnya.

Dalam kesempatan tersebut nampak hadir Staf Ahli Bidang Pembangunan Berkelanjutan dan Transformasi Digital di Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Dr. Okto Irianto. Founder Pesantren Development dan Influencer Dakwah Digital Romzi Ahmad, Founder WS Management Wulansari Aliyatus Sholikhah, Wakil Rektor, Dekan, Dosen, dll.

Dukungan Anda Sangat Berarti 😊

Yuk bantu perjuangan LTN NU Kota Depok menyebarkan informasi kegiatan NU dengan melakukan pembayaran melalui QRIS berikut:

QRIS Pembayaran

Terima kasih atas kontribusi Anda 🙏