Asesmen Mandiri dan Penguatan SDM Amil Perkuat Layanan DOP SABOCIL LAZISNU Kota Depok

whatsapp image 2026 07 26 at 09.52.50

Depok, 25 Juli 2026 – Dalam rangka memaksimalkan layanan jemput donasi dan memperluas jangkauan penerima manfaat, NU Care LAZISNU Kota Depok terus melakukan penguatan tata kelola melalui pembagian Daerah Operasional Pelayanan (DOP) ZIS. Kali ini, fokus penguatan dilakukan pada wilayah Sawangan, Bojongsari, Cinere, dan Limo (SABOCIL).

Langkah tersebut diawali dengan pelaksanaan Asesmen Mandiri Skema Kualifikasi Level 3 Bidang Pengelolaan Zakat yang diikuti para amil sebagai bagian dari peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) sekaligus penguatan sistem pelayanan zakat, infak, dan sedekah (ZIS).

Sekretaris NU Care LAZISNU Kota Depok, Sodiqul Anwar, mengatakan bahwa pembentukan dan penguatan DOP SABOCIL merupakan langkah strategis untuk menjawab meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap LAZISNU.

“Ini merupakan langkah strategis kami dalam memaksimalkan layanan DOP ZIS di wilayah SABOCIL. Kami melihat animo masyarakat untuk berinfak melalui LAZISNU terus meningkat. Hal ini dibuktikan dengan pencatatan pada semester pertama tahun 2026, di mana dana yang berhasil dikelola telah mencapai sekitar Rp15 miliar,” ujar Sodiqul Anwar di Cinere, Sabtu (25/7/2026).

Menurutnya, wilayah SABOCIL menjadi perhatian khusus karena memiliki potensi besar sebagai kawasan prioritas dalam program pemberdayaan masyarakat. Program-program tersebut meliputi penguatan pelaku UMKM, peningkatan akses pendidikan, hingga pelatihan kerja bagi masyarakat.

“Ke depan, kawasan Sawangan dan Bojongsari akan menjadi wilayah prioritas pembangunan infrastruktur. Tentu pembangunan tersebut harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, para pegiat filantropi perlu mengambil peran aktif agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata sejak dini,” tambahnya.

Sodiqul menjelaskan bahwa penguatan SDM amil dilakukan melalui Asesmen Mandiri Skema Kualifikasi Level 3 Bidang Pengelolaan Zakat. Asesmen ini tidak hanya bertujuan memonitor perkembangan kompetensi para amil, tetapi juga mengukur implementasi kebijakan internal organisasi serta efektivitas penerapan Sistem Informasi Manajemen (SIM) dalam mendukung pelayanan ZIS.

Baca juga  NU Care-LAZISNU Depok Salurkan Peralatan Pendidikan ke TPQ Al-Barokah Tapos

Sementara itu, Kepala Tim Asistensi DOP SABOCIL, Buya Marullah, menegaskan komitmennya untuk mengembangkan layanan di wilayah tersebut.

“Kami siap bekerja keras melayani masyarakat melalui layanan jemput donasi di DOP SABOCIL. Tidak berhenti sampai di situ, kami juga bertekad memperluas titik-titik pengumpulan infak serta meningkatkan jumlah donatur agar manfaat ZIS dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat,” tegasnya.

Marullah menambahkan bahwa Asesmen Mandiri Skema Kualifikasi Level 3 merupakan tahapan penting dalam membangun profesionalisme amil. Selain menjadi sarana evaluasi kinerja, asesmen ini juga menjadi media internalisasi kebijakan organisasi sehingga setiap amil memiliki standar pelayanan yang sama, profesional, akuntabel, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.

Melalui penguatan SDM, pembagian DOP yang lebih efektif, serta peningkatan kualitas tata kelola organisasi, NU Care LAZISNU Kota Depok optimistis mampu menghadirkan layanan ZIS yang semakin cepat, tepat sasaran, dan berdampak luas bagi masyarakat, khususnya di wilayah Sawangan, Bojongsari, Cinere, dan Limo.

Dukungan Anda Sangat Berarti 😊

Yuk bantu perjuangan LTN NU Kota Depok menyebarkan informasi kegiatan NU dengan melakukan pembayaran melalui QRIS berikut:

QRIS Pembayaran

Terima kasih atas kontribusi Anda 🙏