Depok – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Bojongsari Kota Depok menggelar Pelatihan Master of Ceremony (MC) bertema “Seni Menjadi MC yang Percaya Diri dan Berkesan” di Pondok Pesantren Roudlotul Muta’allimin, Curug, Bojongsari, Ahad (28/6/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00–12.00 WIB ini diikuti sekitar 50 peserta yang terdiri dari kader Fatayat NU, masyarakat sekitar, serta santri putri Pondok Pesantren Roudlotul Muta’allimin.
Pelatihan menghadirkan narasumber Mona Rosdiana, M.Pd., C.PS., C.NMC., yang membekali peserta dengan teori hingga praktik menjadi pembawa acara yang profesional, komunikatif, dan percaya diri.
Acara diawali dengan pembacaan tahlil, dilanjutkan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Ya Lal Wathan, dan Mars Fatayat NU. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua PAC Fatayat NU Bojongsari Hj. Binti Khoiriyah, Pengasuh Pondok Pesantren Roudlotul Muta’allimin Ustadz Abdulloh Muchtar beserta istri, Sahabat Nurul Fadlillah selaku Sekretaris PAC Fatayat NU Bojongsari, Ketua Ranting Fatayat NU Curug Hj. Hilmiyatul Latifah, jajaran pengurus harian PAC dan ranting, serta tokoh masyarakat setempat, termasuk para Ketua RT dan RW.
Dalam sambutannya, Pengasuh Pondok Pesantren Roudlotul Muta’allimin, Ustadz Abdulloh Muchtar, menyampaikan harapannya agar para santri dapat meningkatkan kemampuan public speaking melalui pelatihan tersebut sehingga memiliki bekal keterampilan yang bermanfaat di tengah masyarakat.
Sementara itu, Ketua Ranting Fatayat NU Curug, Hj. Hilmiyatul Latifah, mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan MC diharapkan mampu mengembangkan keterampilan peserta sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri saat tampil sebagai pembawa acara.
Ketua PAC Fatayat NU Bojongsari, Hj. Binti Khoiriyah, menyampaikan apresiasi kepada Pengurus Ranting Fatayat NU Curug yang telah menginisiasi kegiatan tersebut. Ia berharap pelatihan ini menjadi langkah awal bagi para peserta untuk terus meningkatkan kapasitas diri.
“Semoga para peserta pelatihan dapat meng-upgrade kemampuan dari MC lokal menjadi MC yang profesional,” ujarnya.
Pada sesi materi, Mona Rosdiana menjelaskan berbagai aspek penting dalam profesi Master of Ceremony, mulai dari pengertian MC, modal dasar yang harus dimiliki, hingga pemahaman terhadap karakter acara formal, nonformal, maupun semiformal.
Ia menekankan bahwa keberhasilan seorang MC tidak diukur dari banyaknya berbicara, melainkan dari kemampuannya mengendalikan jalannya acara.
“MC yang baik bukan yang banyak bicara, tetapi yang bisa membuat acara berjalan nyaman,” ungkapnya.
Selain teori dasar, peserta juga mendapatkan materi mengenai teknik memahami karakter diri dan audiens, teknik menjadi MC, penyusunan script, tantangan dalam public speaking, teknik mengatasi rasa gugup, visualisasi penampilan sesuai jenis acara, hingga manajemen waktu seorang MC.
Mona juga mengingatkan bahwa seorang pembawa acara tidak dituntut untuk selalu sempurna.
“Seorang MC bukan harus sempurna, tapi harus mampu mengendalikan situasi dan membawa suasana,” tegasnya.
Sebagai penutup, peserta mengikuti sesi praktik menjadi MC pada berbagai jenis acara, seperti perpisahan sekolah, ulang tahun, pernikahan, hingga haflah akhirussanah. Melalui praktik tersebut, peserta memperoleh pengalaman langsung sekaligus masukan dari narasumber untuk meningkatkan kemampuan berbicara di depan publik.
Pelatihan ini menjadi bagian dari komitmen PAC Fatayat NU Bojongsari dalam meningkatkan kualitas sumber daya kader, khususnya di bidang komunikasi dan public speaking, agar mampu berkontribusi lebih luas dalam kegiatan keagamaan, sosial, maupun kemasyarakatan.
Kontributor: Binti Khoiriyah, M.Pd. (Ketua PAC Fatayat NU Bojongsari)
Dukungan Anda Sangat Berarti 😊
Yuk bantu perjuangan LTN NU Kota Depok menyebarkan informasi kegiatan NU dengan melakukan pembayaran melalui QRIS berikut:
Terima kasih atas kontribusi Anda 🙏




