Menapaki Masjid Sayyidina Abu Bakar Ash-Shiddiq di Pelataran Masjid Nabawi

whatsapp image 2026 06 28 at 21.21.06

Selasa, 23 Juni 2026 menjadi salah satu hari yang begitu berkesan dalam perjalanan umrah kami di Kota Madinah. Seusai menunaikan shalat Dzuhur berjamaah di Masjid Nabawi, saya bersama dua orang jamaah memantapkan langkah menuju sebuah bangunan bersejarah yang berada di pelataran barat daya Masjid Nabawi.

Di tengah lautan manusia yang baru saja meninggalkan masjid, kami berjalan perlahan menembus padatnya jamaah dari berbagai penjuru dunia. Terik matahari Madinah yang mencapai 42 derajat Celsius sama sekali tidak menyurutkan semangat kami. Ada kerinduan untuk menapaki jejak-jejak sejarah yang pernah dilalui Rasulullah dan para sahabatnya.

Sesampainya di depan bangunan itu, terpampang sebuah papan informasi berbahasa Arab dan Inggris yang menjelaskan bahwa tempat tersebut merupakan lokasi yang dahulu digunakan oleh Rasulullah untuk melaksanakan shalat Id. Hati kami pun dipenuhi rasa syukur. Alhamdulillah, Allah Ta’ala memperkenankan kami memasuki masjid yang sarat sejarah ini.

Kami bertiga melaksanakan shalat sunnah dengan penuh kekhusyukan, memanjatkan doa-doa terbaik, bertawassul kepada Allah dengan amal saleh serta kecintaan kepada Rasulullah, seraya mengharap keberkahan (tabarruk) dari tempat yang memiliki nilai sejarah dalam perjalanan dakwah Islam.

Suasana di dalam masjid begitu menenangkan. Jamaah dari berbagai negara tampak memenuhi ruangan. Ada yang sedang melaksanakan shalat sunnah, ada yang bertadarus Al-Qur’an, sementara yang lain larut dalam doa dengan penuh kekhusyukan. Perbedaan bahasa seakan melebur dalam satu tujuan yang sama, yakni mendekatkan diri kepada Allah di tempat yang pernah menjadi saksi perjalanan Rasulullah.

Usai beribadah, saya berbincang dengan dua jamaah yang bersama saya. Saya menyampaikan sedikit kisah mengenai bangunan yang kami kunjungi. Masjid ini dikenal sebagai Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq, salah satu masjid bersejarah yang letaknya sekitar 455 meter di sisi barat daya pelataran Masjid Nabawi, berdampingan dengan Masjid Ghamamah. Menurut riwayat sejarah, tempat ini pernah digunakan oleh Rasulullah untuk melaksanakan shalat Id, kemudian dilanjutkan oleh Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu setelah wafatnya Rasulullah.

Baca juga  PCNU Kota Depok Gelar Ziarah Sesepuh dan Tokoh Islam di TPUI Parung Bingung

Berziarah ke tempat-tempat seperti ini bukan sekadar mengunjungi bangunan tua atau menyaksikan peninggalan sejarah. Lebih dari itu, ia menjadi sarana untuk menghadirkan kembali keteladanan para pendahulu umat. Di setiap sudutnya tersimpan pelajaran tentang keimanan, pengorbanan, kesederhanaan, serta perjuangan Rasulullah bersama para sahabat dalam menyebarkan cahaya Islam ke seluruh penjuru dunia.

Alhamdulillah, Allah memberikan kesempatan kepada kami bukan hanya untuk beribadah di Masjid Nabawi, tetapi juga menapaki jejak para sahabat Nabi. Semoga setiap langkah yang kami ayunkan menjadi amal yang diterima, setiap doa yang dipanjatkan dikabulkan, dan setiap kisah yang kami pelajari menjadi ibrah yang menguatkan keimanan.

Ya Allah, sebagaimana Engkau telah mempertemukan kami dengan tempat-tempat penuh berkah ini, pertemukanlah pula hati kami dengan akhlak Rasulullah, keberanian Abu Bakar Ash-Shiddiq, keteguhan para sahabat, serta istiqamahkan kami hingga akhir hayat. Amiin ya rabbal alamiin.

Dukungan Anda Sangat Berarti 😊

Yuk bantu perjuangan LTN NU Kota Depok menyebarkan informasi kegiatan NU dengan melakukan pembayaran melalui QRIS berikut:

QRIS Pembayaran

Terima kasih atas kontribusi Anda 🙏