Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, menyampaikan pernyataan resmi menyikapi dinamika kontestasi menjelang Muktamar Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Bahrul ‘Ulum Tambakberas, Jombang.
Ketua Tanfidziyah MWC NU Kec. Pancoran Mas, Kota Depok, Muhammad Maulana mengimbau seluruh elemen Nahdliyin untuk mengedepankan etika dan adab santri, menghormati para kiai sepuh, serta menjauhi segala bentuk praktik transaksional yang berpotensi merusak keutuhan warga di tingkat akar rumput.
“Adab santri kepada kyai tidak boleh dilepas selama perhelatan Muktamar NU di Jombang, jaga marwah kiai sepuh, dan jangan ada politik transaksional yang merusak pondasi jam’iyah di tingkat akar rumput yang sudah kami bangun”, demikian dinyatakan oleh Ketua Tanfidziyah MWC NU Kec. Pancoran Mas dalam rilis yang diterima redaksi pada Senin (24/8/2026).
Muhammad Maulana juga menegaskan bahwa Muktamar NU, dalam perspektif jama’ah di tingkat akar rumput adalah majelis musyawarah tertinggi yang sarat dengan nilai-nilai spiritual, dan tabarruk. Oleh karena itu, narasi-narasi tim sukses yang saling menyudutkan kehormatan para calon Rais Aam maupun Ketua Umum PBNU sangat bertentangan dengan tradisi mulia Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah.
“Kami di tingkat kecamatan adalah pihak yang bersentuhan langsung dengan warga jam’iyyah setiap hari. Riak politik uang, praktik jual beli suara, serta kampanye hitam yang saling menjatuhkan antar-kandidat di tingkat pusat memberikan dampak psikologis yang sangat destruktif di tingkat akar rumput. Muktamar adalah forum sakral yang penuh dengan nilai spiritual. Karena di situ para kiai sepuh berkumpul dalam satu majelis”, tegas Ketua Tanfidziyah MWC NU Pancoran Mas.
Terkait penyelenggaraan Muktamar di Jombang, Pengurus MWC NU Kec. Pancoran Mas menyerukan empat hal. Pertama, penghormatan dan ta’dzim kepada masyayikh. Muktamirin senantiasa ta’dzim kepada kiai-kiai sepuh, calon Rais Aam, dan calon Ketua Umum PBNU sebagai simpul keulamaan yang harus dijaga kehormatannya.
Kedua, menolak tegas praktik transaksional dan politik uang. Ketiga, penguatan ukhuwah jam’iyah di tingkat akar rumput. Terakhir, penguatan pada khittoh NU 1926. Mendorong Muktamar di Pesantren Bahrul ‘Ulum Jombang agar menghasilkan keputusan strategis bagi kemandirian ekonomi, pendidikan, dan dakwah kebangsaan NU.
“kami Nahdliyin Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok mendoakan agar Muktamar NU di Jombang berjalan sejuk, aman, dan menghasilkan kepemimpinan PBNU yang mengayomi seluruh warga Nahdliyin dari pusat hingga Anak Ranting,” tutup Muhammad Maulana.
Dukungan Anda Sangat Berarti 😊
Yuk bantu perjuangan LTN NU Kota Depok menyebarkan informasi kegiatan NU dengan melakukan pembayaran melalui QRIS berikut:
Terima kasih atas kontribusi Anda 🙏




