Menggema Dari Bojongsari! 1.500 Peserta Padati Apel Akbar Hari Santri Nasional 2026 MWCNU Bojongsari

whatsapp image 2026 10 22 at 11.35.26

BOJONGSARI, DEPOK — Semangat santri menggema di Kecamatan Bojongsari! Sekitar 1.500 peserta hadir memeriahkan Apel Akbar Hari Santri Nasional (HSN) 2026 yang diselenggarakan oleh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Bojongsari dengan mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri, Menuju Indonesia Emas.” Kehadiran ribuan peserta ini menjadi bukti kuatnya semangat kebersamaan, persatuan, dan khidmah Nahdliyin dalam menjaga agama, bangsa, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Lebih dari sekadar seremoni peringatan Hari Santri, apel akbar ini menjadi momentum penting untuk memperkokoh ukhuwah Islamiyah, mempererat hubungan antara ulama dan umara, serta memperkuat sinergi antara santri, pemerintah, aparat keamanan, badan otonom NU, lembaga, dan masyarakat dalam membangun Bojongsari yang religius, harmonis, dan berkemajuan.

1.500 PESERTA BERSATU, ULAMA DAN UMARA BERGANDENGAN

Kegiatan ini dihadiri jajaran ulama dan pimpinan MWCNU Bojongsari, di antaranya Mustasyar MWCNU KH. Hadi Hadiatullah, S.Q., M.A., Rais Syuriyah MWCNU KH. Badruddin, S.Ag., M.M., serta Ketua Tanfidziyah MWCNU Bojongsari KH. Syukron Hidayatullah, S.Pd.I.

Turut hadir Camat Bojongsari Drs. Suryana Yusup, Kapolsek Bojongsari Kompol Fauzan Thohari, S.H., Danramil 05 Sawangan Mayor Inf. Dwi Pamuji, unsur Babinsa dan Bhabinkamtibmas, aparatur pemerintahan, para lurah se-Kecamatan Bojongsari, tokoh masyarakat, pimpinan dan pengasuh pondok pesantren, serta jajaran pengurus ranting NU se-Kecamatan Bojongsari.

Hadir pula Ketua MUI Kecamatan Bojongsari KH. Ahmad Jalaluddin Kamal, M.Pd., Ketua DMI Kecamatan Bojongsari Ustaz Bahrum, Ketua LPTQ Kecamatan Bojongsari Ustaz Fakhruddin Harahap, M.H., serta badan otonom NU yang meliputi Muslimat NU, Fatayat NU, GP Ansor, Banser, IPNU, dan IPPNU.

Kehadiran sekitar 1.500 peserta dari berbagai unsur tersebut menghadirkan semangat kebersamaan yang luar biasa. Barisan peserta menjadi simbol bahwa perjuangan santri bukan hanya milik pesantren, melainkan juga bagian dari perjuangan bersama dalam menjaga persatuan, merawat kebhinekaan, dan meneruskan cita-cita para ulama untuk kemaslahatan umat dan bangsa.

Baca juga  Kemitraan PRNU Tirtajaya dan NU Care LAZISNU Kota Depok Berbagi Air Mineral ke Rumah Duka

KETUA TANFIDZIYAH: SANTRI HARUS KEMBALI MENGUATKAN TRADISI KITAB KUNING DAN TIDAK MALU BERKHIDMAH KEPADA KIAI

Salah satu pesan penting dalam Apel Akbar HSN 2026 disampaikan oleh Ketua Tanfidziyah MWCNU Bojongsari, KH. Syukron Hidayatullah, S.Pd.I. Dalam sambutannya, beliau menyerukan agar generasi santri kembali menguatkan tradisi pengajian kitab kuning sekaligus menjaga budaya khidmah kepada pesantren dan para kiai.

Beliau menegaskan bahwa di tengah perkembangan zaman yang semakin modern, santri tidak boleh kehilangan jati diri dan akar tradisi keilmuannya. Kitab kuning merupakan warisan intelektual para ulama yang menjadi fondasi penting dalam memperdalam ilmu agama, membangun pemahaman keislaman, serta membentuk akhlak dan adab seorang santri.

“Santri harus kembali menguatkan tradisi pengajian kitab kuning dan jangan malu berkhidmah kepada pesantren dan kiai.”

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kemuliaan seorang santri tidak semata-mata diukur dari gelar akademik, jabatan, ataupun keberhasilan duniawi. Lebih dari itu, santri harus memiliki kedalaman ilmu, keluhuran akhlak, penghormatan kepada guru, dan ketulusan dalam mengabdi.

Khidmah kepada pesantren dan kiai bukanlah sesuatu yang harus disembunyikan atau dianggap sebagai pekerjaan yang rendah. Justru melalui pengabdian, seorang santri belajar tentang keikhlasan, kedisiplinan, tanggung jawab, adab, dan keberkahan ilmu.

Seruan ini sekaligus menjadi ajakan kepada seluruh pesantren, para alumni, dan generasi muda Nahdliyin untuk kembali menghidupkan majelis-majelis pengajian kitab kuning, memperkuat hubungan dengan para kiai, serta menjadikan pesantren sebagai pusat pendidikan ilmu dan pembentukan karakter.

Santri boleh maju mengikuti perkembangan zaman, tetapi jangan pernah meninggalkan kitab kuning, adab kepada guru, dan tradisi khidmah kepada para ulama.

SEMANGAT GOTONG ROYONG SUKSESKAN APEL AKBAR

Kesuksesan Apel Akbar HSN 2026 merupakan buah dari semangat gotong royong dan pengabdian seluruh elemen Nahdlatul Ulama di Kecamatan Bojongsari. Kegiatan ini diketuai oleh Kiai M. Syukron Farda, M.Ag. (Gus Farda), yang bersama seluruh jajaran panitia mengoordinasikan pelaksanaan kegiatan dengan dukungan pengurus MWCNU, PRNU, badan otonom, lembaga NU, para kiai, santri, dan masyarakat.

Baca juga  Seminar Pelatihan Fotografi PC IPNU Depok: Mengasah Keterampilan dan Mengembangkan Kreativitas

Keberhasilan menghadirkan sekitar 1.500 peserta menjadi cerminan kuatnya koordinasi dan partisipasi berbagai unsur Nahdliyin. Kebersamaan ini sekaligus menegaskan bahwa kekuatan NU terletak pada persatuan, gotong royong, dan kesediaan seluruh kader untuk bergerak bersama demi kepentingan umat.

Momentum ini juga menjadi pengingat bahwa perjuangan santri tidak berhenti di lingkungan pesantren. Santri memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan ilmu, akhlak, kemandirian, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Semangat Resolusi Jihad dan perjuangan para ulama harus terus diwariskan melalui pendidikan, dakwah yang menyejukkan, penguatan persatuan, serta pengabdian kepada bangsa dan negara.

Untuk menyongsong Indonesia Emas, santri harus mampu memadukan kedalaman ilmu agama dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, tanpa kehilangan identitas Ahlussunnah wal Jamaah, adab kepada guru, dan kecintaan kepada tanah air.

DARI BOJONGSARI, SEMANGAT SANTRI UNTUK INDONESIA!

Suksesnya Apel Akbar Hari Santri Nasional 2026 MWCNU Bojongsari diharapkan menjadi energi baru untuk memperkuat konsolidasi organisasi, mempererat persaudaraan, menghidupkan tradisi pesantren, dan meningkatkan khidmah kepada umat.

Apel boleh berakhir, barisan boleh dibubarkan, tetapi perjuangan santri tidak boleh berhenti. Pengajian kitab kuning harus terus hidup, pesantren harus terus dijaga, para kiai harus terus dihormati, dan pengabdian kepada umat harus terus dilanjutkan.

Dari Bojongsari, 1.500 peserta menyatukan semangat. Bersama ulama, NU terus berkhidmah. Untuk Indonesia, semangat santri tak pernah padam!

Selamat Hari Santri Nasional 2026!

Santri Menguatkan Negeri, Menuju Indonesia Emas.

MWCNU KECAMATAN BOJONGSARI
Bergerak Bersama, Berkhidmah untuk Umat, Menjaga Keutuhan Bangsa.

Dukungan Anda Sangat Berarti 😊

Yuk bantu perjuangan LTN NU Kota Depok menyebarkan informasi kegiatan NU dengan melakukan pembayaran melalui QRIS berikut:

Baca juga  MWC NU Cinere Gelar Rapat Kerja: Perkuat Sinergi dan Komitmen Berkhidmat untuk Umat

QRIS Pembayaran

Terima kasih atas kontribusi Anda 🙏