Lailatul Ijtima PRNU Tugu Dorong Nahdliyin Perkuat Ibadah, Fikrah, dan Harakah

whatsapp image 2026 10 06 at 11.41.08 (1)

DEPOK — Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Tugu menggelar Lailatul Ijtima di Masjid Ar-Rahmah, Jalan H. Abdul Mutholib, Kampung Areman, RT 09/RW 08, Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok pada Senin (05/10/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum silaturahmi sekaligus penguatan tradisi keagamaan dan pemahaman Aswaja An-Nahdliyah di tengah masyarakat. Lailatul Ijtima dihadiri jajaran MWC NU Cimanggis, sejumlah PRNU di Kecamatan Cimanggis, Muslimat NU, Fatayat NU, serta perwakilan Ansor dan Banser.

Hadir dalam kegiatan tersebut Rois Syuriah MWC NU Cimanggis KH Nasuha, Ketua Tanfidziyah MWC NU Cimanggis KH Ahmad Firdaus beserta jajaran, Ketua Tanfidziyah PRNU Mekarsari Ust. M. Irwan, Ketua Tanfidziyah PRNU Cisalak Pasar Ust. Ahmad Junaedi, Ketua Tanfidziyah PRNU Harjamukti Ust. Agus Harjito, serta jajaran Muslimat dan Fatayat NU Cimanggis.

Rangkaian kegiatan diawali dengan Khataman Al-Qur’an 30 juz oleh Jamaah Khotmil Qur’an PRNU Tugu bersama jamaah Masjid Ar-Rahmah selaku shohibul bait.

Kegiatan diawali pembacaan tawasul oleh Ust. Rokib, Wakil Tanfidziyah PRNU Tugu. Selanjutnya, pembacaan tahlil dipimpin KH Muhammad Bashoir, Rois Syuriah PRNU Tugu, kemudian ditutup dengan doa khotmil Qur’an yang dipimpin KH Nasuha, Rois Syuriah MWC NU Cimanggis.

Dalam sambutannya, Ketua Tanfidziyah PRNU Tugu Ust. Sobahul Laili menjelaskan perkembangan kegiatan Khataman Al-Qur’an yang menjadi salah satu bagian dari aktivitas keagamaan PRNU Tugu.

Menurutnya, kegiatan tersebut pada awalnya berkembang di sekitar Kampung Kelapa Dua. Seiring berjalannya waktu, kegiatan mulai diperluas hingga ke wilayah Kampung Areman. Hal ini menunjukkan semakin tumbuhnya semangat masyarakat dalam menghidupkan kegiatan keagamaan berbasis Nahdliyin.

Sementara itu, Ketua Tanfidziyah MWC NU Cimanggis KH Ahmad Firdaus menjelaskan makna Lailatul Ijtima dan pentingnya warga NU memahami organisasi tidak hanya dari sisi amaliah atau ibadah.

Baca juga  Semarakkan Ramadhan, Ansor Depok Gelar Ngaji Pasaran Ramadan

Menurut KH Ahmad Firdaus, menjadi bagian dari NU perlu dibangun melalui tiga aspek, yakni ibadah, fikrah (pemikiran), dan harakah (pergerakan).

Ia menekankan bahwa aspek fikrah harus berpedoman pada Qanun Asasi KH Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama. Sementara aspek harakah diwujudkan melalui pergerakan NU yang telah dicontohkan para ulama sepuh dan pendiri NU.

Ketiga aspek tersebut, kata dia, perlu berjalan bersama dalam diri warga Nahdliyin agar kehidupan ber-NU tidak berhenti pada aktivitas ibadah semata, tetapi juga memiliki landasan pemikiran dan gerakan yang sesuai dengan nilai-nilai perjuangan NU.

Agenda kemudian dilanjutkan dengan kajian Kitab Hujjah Ahlussunnah Wal Jama’ah karya KH Ali Ma’shum yang disampaikan KH Mukhlis Yusuf Arbi, Lc., M.A.

Dalam kajian tersebut, KH Mukhlis melanjutkan pembahasan dari pertemuan sebelumnya mengenai sunnah-sunnah dalam pelaksanaan shalat Jumat.

Ia juga menyinggung sejumlah persoalan yang kerap menimbulkan perbedaan pandangan di tengah masyarakat, khususnya terkait perkara furu’iyah atau persoalan cabang dalam fikih yang terkadang keliru ditempatkan sebagai persoalan akidah.

Kajian tersebut menjadi ruang bagi jamaah untuk memperdalam pemahaman keagamaan sekaligus melihat perbedaan dalam persoalan furu’iyah secara proporsional berdasarkan khazanah keilmuan Ahlussunnah wal Jamaah.

Kegiatan Lailatul Ijtima PRNU Tugu ditutup dengan doa dan silaturahmi antarjamaah serta jajaran pengurus NU. Kegiatan ini diharapkan dapat terus menjadi ruang untuk menghidupkan tradisi keagamaan, memperkuat pemahaman Aswaja An-Nahdliyah, serta mempererat konsolidasi warga NU di wilayah Kecamatan Cimanggis.

Dukungan Anda Sangat Berarti 😊

Yuk bantu perjuangan LTN NU Kota Depok menyebarkan informasi kegiatan NU dengan melakukan pembayaran melalui QRIS berikut:

QRIS Pembayaran

Terima kasih atas kontribusi Anda 🙏