Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Sukmajaya berkolaborasi bersama Generasi Berencana (GenRe) Sukmajaya sukses menyelenggarakan SUKMADAYA (Sukmajaya Muda Berdaya) di MTs Al-Kautsar pada Sabtu–Minggu, 1–2 Agustus 2026. Program tersebut menjadi wadah pembinaan pelajar melalui tiga program unggulan, yakni MAKESTA VI, Sukmajaya Blood-Up, dan Sukmajaya Bersinar.
Salah satu program unggulan yang dihadirkan adalah Sukmajaya Blood-Up, sebuah seminar kesehatan yang dirancang untuk meningkatkan kesadaran remaja mengenai bahaya anemia defisiensi zat besi. Program ini hadir sebagai respons terhadap tingginya prevalensi anemia di kalangan remaja, khususnya di Kecamatan Sukmajaya yang mencapai sekitar 31 persen, bahkan dilaporkan mencapai hingga 70 persen di beberapa sekolah. Melalui seminar tersebut, peserta memperoleh edukasi mengenai pentingnya pemenuhan gizi, pencegahan anemia, serta upaya menjaga kesehatan sejak usia remaja.
Selain itu, peserta juga mengikuti Sukmajaya Bersinar (Bersihkan Singkirkan Narkoba), sebuah program sosialisasi dan edukasi mengenai pencegahan penyalahgunaan narkotika. Kegiatan ini menghadirkan kolaborasi bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) melalui penyampaian materi interaktif mengenai bahaya narkoba, penguatan kesadaran diri, serta pentingnya menciptakan lingkungan pelajar yang sehat, produktif, dan bebas dari penyalahgunaan zat adiktif.
Di sisi lain, MAKESTA VI tetap menjadi fondasi utama dalam rangkaian SUKMADAYA sebagai proses kaderisasi formal IPNU-IPPNU yang bertujuan membentuk karakter, kepemimpinan, dan komitmen pelajar Nahdlatul Ulama.
Ketua PAC IPNU Sukmajaya, Habil Aulia Mufa, mengatakan bahwa SUKMADAYA merupakan inovasi pembinaan pelajar yang mengintegrasikan tiga aspek penting dalam pengembangan generasi muda.
“SUKMADAYA (Sukmajaya Muda Berdaya) merupakan inisiatif PAC IPNU-IPPNU Sukmajaya dalam menghadirkan model pembinaan pelajar yang terintegrasi melalui tiga program utama, yaitu MAKESTA VI sebagai wadah pengkaderan dan pengembangan kepemimpinan pelajar, Sukmajaya Blood-Up sebagai upaya meningkatkan kesadaran kesehatan sekaligus berkontribusi dalam menekan angka anemia di kalangan remaja putri, serta Sukmajaya Bersinar sebagai bentuk edukasi preventif untuk mencegah penyalahgunaan narkotika di kalangan pelajar,” ujarnya.
Kami percaya bahwa membangun generasi muda tidak cukup dilakukan dari satu sisi, tetapi perlu menyentuh aspek karakter, kesehatan, dan lingkungan sosial secara bersamaan. Melalui kolaborasi ini, kami berharap SUKMADAYA dapat menjadi gerakan berkelanjutan yang melahirkan pelajar Sukmajaya yang sehat, berkarakter, dan berdaya,” sambungnya.
Sementara itu, Ketua GenRe Sukmajaya, Muhammad Shidqi Fadhali, mengapresiasi sinergi yang terbangun antara GenRe dan PAC IPNU-IPPNU Sukmajaya. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi contoh positif bagi organisasi kepemudaan dalam menghadirkan program yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Kolaborasi IPNU-IPPNU dan GenRe ini sangat membanggakan sekaligus inspiratif. Kami dari Forum GenRe Sukmajaya mengucapkan terima kasih kepada PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Sukmajaya yang telah mengajak kami berkolaborasi. Harapan kami, kerja sama ini tidak berhenti sampai di sini sehingga bersama-sama kita dapat menjadi remaja yang mampu memberikan dampak positif bagi remaja di Kecamatan Sukmajaya maupun Kota Depok,” tuturnya.
Melalui penyelenggaraan SUKMADAYA, PAC IPNU-IPPNU Sukmajaya bersama GenRe Sukmajaya menunjukkan bahwa pembinaan pelajar dapat dilakukan secara komprehensif melalui sinergi berbagai pihak. Tidak hanya berfokus pada penguatan kapasitas kepemimpinan, kegiatan ini juga memberikan perhatian terhadap isu kesehatan remaja dan pencegahan penyalahgunaan narkoba sebagai bekal membangun generasi yang unggul.
Dukungan Anda Sangat Berarti 😊
Yuk bantu perjuangan LTN NU Kota Depok menyebarkan informasi kegiatan NU dengan melakukan pembayaran melalui QRIS berikut:
Terima kasih atas kontribusi Anda 🙏




