Kopontren Indonesia: Gerakan Sejuta Santri Menanam Sorgum Untuk Ketahanan Ekonomi

whatsapp image 2026 10 21 at 19.34.13 (1)

Depok- Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren ID) Indonesia meluncurkan Gerakan Sejuta Santri Menanam Sorgum sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi pesantren. Program ini menjadi bagian dari komitmen Kopontren ID untuk mengembangkan sektor pangan, pemberdayaan ekonomi, pelatihan kerja, serta pemanfaatan teknologi digital di lingkungan pesantren.

Deklarasi Gerakan Sejuta Santri Menanam Sorgum berlangsung di Pondok Pesantren Al-Hikam, Beji, Kota Depok, Selasa (20/10/26).

Sekretaris Jenderal Kopontren ID, Bobby Arvian James, mengatakan kemandirian pesantren perlu dibangun melalui penguatan kedaulatan pangan berbasis potensi lokal serta transformasi digital yang berkelanjutan.

Menurutnya, santri tidak hanya perlu menjadi konsumen bahan pangan, tetapi juga harus memiliki kesempatan memproduksi kebutuhan pangannya sendiri. Upaya tersebut sekaligus membuka peluang pengembangan industri pengolahan atau hilirisasi serta ekspor produk pangan halal dan thayyib.

“Kopontren ID hadir sebagai wadah strategis untuk memperkuat ekonomi dan ketahanan pangan berbasis pesantren. Di saat yang sama, kami juga menyiapkan program Pesantren Prakerja guna membekali para santri dengan keterampilan berstandar internasional agar mampu bersaing dan bekerja di luar negeri, didukung oleh digitalisasi pesantren yang modern,” ujar Bobby, Rabu (21/9).

Pengembangan sorgum menjadi salah satu program prioritas Kopontren ID karena komoditas ini berpotensi mendukung diversifikasi pangan sekaligus membuka peluang usaha baru bagi pesantren.

Program tersebut mencakup rangkaian kegiatan mulai dari budidaya, penanganan pascapanen, hingga pengolahan menjadi berbagai produk bernilai tambah, seperti beras sorgum, tepung, dan aneka makanan olahan.

Pada tahap awal, program ini melibatkan jejaring pesantren di 10 wilayah sebagai percontohan. Melalui skema tersebut, pesantren diharapkan tidak hanya berperan sebagai konsumen bahan pangan, tetapi juga terlibat dalam rantai produksi dan pengembangan usaha pertanian.

Baca juga  MUI Depok Siap Berdayakan Ekonomi Umat Dari Pelatihan Sampai Ekosistem

Bobby menjelaskan, pengembangan sorgum berpotensi menciptakan peluang ekonomi baru, terutama melalui pengolahan produk pangan yang dapat menjangkau pasar lebih luas.

Namun, keberhasilan program tidak cukup hanya mengandalkan kegiatan penanaman. Diperlukan dukungan menyeluruh, mulai dari ketersediaan benih, pendampingan budidaya, penguasaan teknologi pascapanen, hingga kepastian pasar dan pembeli.

“Pengembangan komoditas tersebut membutuhkan lebih dari sekadar kegiatan penanaman. Jika rantai produksi dapat dibangun dengan baik, kegiatan pertanian berbasis pesantren berpeluang menciptakan ekosistem ekonomi yang melibatkan santri, petani, koperasi, dan pelaku usaha di lingkungan sekitar,” jelasnya.

Pesantren Prakerja Siapkan Santri Bersaing di Pasar Internasional

Selain memperkuat ketahanan pangan, Kopontren ID mengembangkan program Pesantren Prakerja untuk meningkatkan keterampilan dan kompetensi santri agar mampu bersaing di dunia kerja, termasuk membuka peluang bekerja di luar negeri.

Program pelatihan ini dirancang untuk membekali santri dengan kemampuan sesuai kebutuhan dunia usaha dan industri. Pelaksanaannya ditopang oleh kurikulum yang relevan, sertifikasi kompetensi, penguasaan bahasa asing, serta pemahaman mengenai prosedur penempatan tenaga kerja di negara tujuan.

Bobby menegaskan, pendidikan pesantren dapat menjadi fondasi penting untuk membentuk sumber daya manusia yang berkarakter dan kompeten. Dengan bekal keterampilan tambahan, santri diharapkan memiliki kesempatan lebih luas memasuki dunia kerja tanpa meninggalkan latar belakang pendidikan keagamaan.

Untuk memperkuat tata kelola kelembagaan, Kopontren ID juga mendorong penerapan Sistem Pesantren Digital (Sitrendi). Sistem ini dirancang untuk mendukung pengelolaan administrasi, keuangan, jejaring bisnis koperasi, hingga kegiatan pembelajaran di lingkungan pesantren.

Digitalisasi diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan transparansi pengelolaan lembaga sekaligus memperluas akses pesantren terhadap peluang ekonomi berbasis teknologi. Penerapannya membutuhkan kesiapan sumber daya manusia, infrastruktur yang memadai, serta pendampingan berkelanjutan agar dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan masing-masing pesantren.

Baca juga  Mukerda MUI Depok Bahas Isu Krusial Keumatan

Dalam rangkaian deklarasi, para peserta turut membahas sejumlah agenda strategis, antara lain pengolahan dan hilirisasi sorgum, potensi pengembangan energi baru dan terbarukan, peluang ekspor produk, serta penguatan sistem digital pesantren.

Kegiatan tersebut juga ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dan penyerahan simbolis bibit sorgum kepada perwakilan pesantren untuk ditanam di berbagai daerah di Indonesia.

Penyerahan bibit ini menjadi simbol dimulainya gerakan pemberdayaan santri melalui sektor pertanian sekaligus upaya memperluas kontribusi pesantren dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Acara ditutup dengan doa yang dipimpin KH. Hilmi Assidiqi Al-Aroky dari Pondok Pesantren Al-Hikam.

Sejumlah tokoh dan pejabat turut hadir, di antaranya mantan Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Depok Mangnguluang Mansur, Direktur Jenderal Pesantren Kementerian Agama RI Basnang Said, perwakilan Menteri Koperasi, perwakilan Menteri Pertanian RI, Idy Muzayyad dari BAZNAS RI, serta pimpinan pondok pesantren dan santri dari sejumlah daerah.

Melalui gerakan ini, Kopontren ID berharap pesantren dapat berkembang menjadi pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat yang produktif, mandiri, dan berdaya saing.

“Sinergi antara sektor pertanian, pendidikan vokasi, koperasi, dan teknologi digital diharapkan mampu memperkuat peran pesantren dalam mendukung ketahanan pangan serta pembangunan ekonomi nasional,” tutup Bobby.

Dukungan Anda Sangat Berarti 😊

Yuk bantu perjuangan LTN NU Kota Depok menyebarkan informasi kegiatan NU dengan melakukan pembayaran melalui QRIS berikut:

QRIS Pembayaran

Terima kasih atas kontribusi Anda 🙏