Komisi Pesantren MUI Resmi Luncurkan Lomba Film Pendek “Etalase Sinema Santri 2026”

whatsapp image 2026 10 07 at 15.56.59

JAKARTA — Komisi Pesantren Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat secara resmi meluncurkan Lomba Film Pendek “Etalase Sinema Santri 2026” pada Rabu (7/10/2026). Peluncuran lomba tersebut menjadi bagian dari rangkaian program Komisi Pesantren MUI Pusat dalam menyemarakkan Hari Santri Nasional 2026 sekaligus membuka ruang kreativitas bagi santri melalui medium film.

Lomba Film Pendek “Etalase Sinema Santri 2026” mengangkat tema “Menyambung Sanad Ulama, Membaca Dinamika Zaman: Santri Washatiyah untuk Indonesia Masa Depan.” Tema tersebut diharapkan menjadi ruang bagi para santri untuk merefleksikan nilai-nilai kepesantrenan, tradisi keilmuan Islam, serta kontribusi santri dalam merespons dinamika kehidupan masyarakat dan perkembangan zaman.

Ketua Komisi Pesantren MUI Pusat, Dr. H. Basnang Said, M.Ag., mengatakan bahwa penyelenggaraan lomba film pendek merupakan salah satu bentuk ikhtiar Komisi Pesantren untuk menghadirkan pesantren dan kehidupan santri dalam medium yang dekat dengan generasi muda.

Menurutnya, perkembangan teknologi digital dan industri kreatif memberikan peluang bagi santri untuk menyampaikan nilai-nilai pesantren melalui berbagai bentuk karya kreatif. Film dapat menjadi salah satu medium untuk memperkenalkan khazanah pesantren secara lebih luas kepada masyarakat.

“Lomba ini diharapkan tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi ruang bagi santri untuk menunjukkan kreativitas, menyampaikan gagasan, serta memperkenalkan nilai dan khazanah pesantren kepada masyarakat melalui karya sinema,” ujar Basnang.
Peluncuran Etalase Sinema Santri 2026 sekaligus menandai dimulainya rangkaian kegiatan lomba yang sebelumnya telah dipersiapkan oleh Komisi Pesantren MUI Pusat. Tim pelaksana lomba telah dibentuk dengan melibatkan berbagai unsur di lingkungan Komisi Pesantren MUI.

Melalui kegiatan tersebut, peserta diharapkan mampu menghadirkan karya film pendek yang tidak hanya memiliki nilai artistik, tetapi juga mengandung pesan edukatif, nilai keislaman, serta menggambarkan kehidupan dan dinamika santri secara kreatif dan relevan dengan perkembangan zaman.

Baca juga  Pagar Nusa PAC Tapos Gelar Uji Kenaikan Tingkat, Ratusan Peserta Ikut Ambil Bagian

Menyambung Sanad, Membaca Zaman

Tema “Menyambung Sanad Ulama, Membaca Dinamika Zaman” dipilih untuk menegaskan dua dimensi penting dalam kehidupan santri. Di satu sisi, santri memiliki akar tradisi keilmuan yang kuat melalui sanad keilmuan ulama dan pesantren. Di sisi lain, santri dituntut mampu membaca perubahan sosial, teknologi, ekonomi, budaya, dan perkembangan kehidupan masyarakat.

Sementara itu, frasa “Santri Washatiyah untuk Indonesia Masa Depan” menegaskan pentingnya peran santri dalam menghadirkan nilai Islam yang moderat, seimbang, toleran, dan konstruktif dalam kehidupan kebangsaan.

Dengan demikian, karya film yang dihasilkan diharapkan tidak hanya menampilkan kehidupan pesantren secara visual, tetapi juga mampu menangkap gagasan tentang bagaimana nilai-nilai pesantren dapat menjadi bagian dari solusi bagi berbagai tantangan Indonesia di masa depan.

Komisi Pesantren MUI Pusat berharap Etalase Sinema Santri 2026 dapat menjadi wadah yang mempertemukan tradisi pesantren dengan perkembangan industri kreatif dan teknologi digital. Melalui film, kehidupan pesantren diharapkan dapat dikisahkan dengan pendekatan yang kreatif sehingga semakin mudah diterima oleh masyarakat, khususnya generasi muda.

Bagian dari Program Prioritas Komisi Pesantren

Lomba Film Pendek “Etalase Sinema Santri 2026” merupakan salah satu program yang telah disiapkan Komisi Pesantren MUI Pusat dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026.

Sebelumnya, dalam Rapat Pleno Komisi Pesantren MUI Pusat, program tersebut telah disampaikan sebagai salah satu agenda prioritas komisi. Peluncuran pada hari ini menjadi tindak lanjut konkret dari program tersebut sekaligus menandai dimulainya pelaksanaan lomba.

Selain program sinema santri, Komisi Pesantren MUI Pusat juga terus menjalankan berbagai program penguatan pesantren, antara lain Short Course Kurikulum Pesantren, pendataan manuskrip pesantren sebagai tindak lanjut program, serta analisis dan pemetaan potensi pengembangan perekonomian pesantren.

Baca juga  Harlah NU ke-102: PERGUNU dan IPNU-IPPNU Kota Depok Gelar Lesehan Pendidikan untuk Wujudkan Kolaborasi Nyata

Dengan peluncuran ini, Komisi Pesantren MUI Pusat mengajak para santri dan kalangan pesantren untuk menjadikan Etalase Sinema Santri 2026 sebagai ruang ekspresi, kreativitas, sekaligus sarana menyampaikan pesan-pesan kepesantrenan kepada publik.
Melalui sinema, santri tidak hanya menjadi objek cerita, tetapi juga hadir sebagai kreator yang mampu menceritakan pesantren, membaca perubahan zaman, dan menyampaikan gagasan tentang Indonesia masa depan.

 

Dukungan Anda Sangat Berarti 😊

Yuk bantu perjuangan LTN NU Kota Depok menyebarkan informasi kegiatan NU dengan melakukan pembayaran melalui QRIS berikut:

QRIS Pembayaran

Terima kasih atas kontribusi Anda 🙏