Ciampea, Bogor – Pengurus Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor menggelar Rapat Kerja tahun 2026 bertempat di Villa Ciampea, Bogor, Jawa Barat pada Sabtu (3/10/2026). Dalam kesempatan itu mereka diminta untuk fokus memikirkan dan merumuskan program kerja yang berbasis penguatan perekonomian kader atau jamaah.
Agenda tersebut dihadiri oleh Ketua PC GP Ansor Kota Depok Muhammad Kahfi, Ketua PAC GP Ansor Abdul Ghofur Amrullah, Sekretaris Lazisnu Kota Depok Sodiqul Anwar, Wakil Ketua MWC NU Ridwanullah serta pengurus dan anggota GP Ansor sekecamatan Cinere.
Dalam arahannya, Muhammad Kahfi mendorong agar pengurus GP Ansor terutama di wilayah Cinere untuk merancang terobosan dalam bidang perekonomian. Hal ini diperlukan sebagai pendongkrak sekaligus penjaga semangat para kader untuk meneladani kedermawanan Nabi Muhammad yang dimulai dengan mandiri secara ekonomi.
“Jadi kita bagaimana meningkatkan ekonomi kader sehingga ke depan bukan hanya menjadi mustahiq (penerima zakat) tetapi menjadi muzakki (pembayar zakat),” ajak Kahfi saat pembukaan.
Ia menambahkan bahwa peningkatan tersebut perlu adanya kerja sama dengan berbagai pihak. PAC Ansor Cinere diminta untuk berkolaborasi dengan para pemangku kebijakan internal maupun eksternal NU.
“Misalnya kemarin ada yang bilang bahwa sekarang sudah ada (kader) yang memelihara ikan lele ini bisa dikembangkan lagi,” ujar ketua yang juga seorang pengusaha travel itu.
Ia pun memberikan gambaran dalam mewujudkan agenda-agenda tersebut. Menurutnya, hal pertama yang perlu diperhatikan dengan serius adalah soal kesiapan kapasitas dan keterampilan para kader diiringi itikad yang kuat.

“Kader itu nggak mesti banyak-banyak, yang penting mau bergerak terus begitu,” tuturnya.
“Saya yakin dengan pergerakan kader yang tidak banyak, katakanlah sekitar 10 atau 15 orang saja, itu yang lain akan mengikuti dengan sendirinya,” susulnya.
Sebelumnya, Abdul Ghofur Amrullah mengapresiasi itikad dan usaha para kader yang menggerakkan agenda-agenda organisasi dalam dua tahun ke belakang. Agenda seperti besuk kader yang tertimpa musibah, MDS-Rijalul Ansor, laporan keuangan bulanan dan Khatmul Quran sudah berjalan secara rutin.
Namun, Ghofur menilai masih diperlukan kesadaran untuk melibatkan diri dalam menjalankan berbagai program. Hal ini penting dalam rangka meningkatkan kemampuan manajemen atau keterampilan kader melalui agenda rutin yang notabene membutuhkan tim berisi minimal desainer, pengelola acara, pembawa acara, pembaca istighotsah dan lain-lain.
“Makanya tiap kegiatan itu kita perlu panitia baru supaya pengalaman ini jadi pembelajaran buat teman-teman. Jika ada yang salah itu manusiawi tinggal ditambal sulam,” terang Ghofur.
Selain itu, kata dia, langkah ini untuk menyiapkan para penggerak pada generasi selanjutnya hingga ketika memiliki peluang pekerjaan atau program-progam pemberdayaan dari pemerintah atau organisasi yang lain.
“Makanya kita sekarang sedang mengencangkan transparansi dan akuntabilitas laporan keuangan. Ini bagian dari berlatih profesional,” katanya.
Ia pun menyampaikan bahwa pada periode ini pihaknya akan fokus kepada penguatan ekonomi jamaah dan jejaring organisasi. Hal ini dalam rangka mewujudkan spirit yang sejak awal dipikul GP Ansor yakni mengedepankan spirit inklusif atau terbuka kepada siapa saja selama tidak bertentangan dengan syariat Islam.
“Nah ke depan ini kita perlu menguatkan kerja sama dengan berbagai pihak, baik dengan internal seperti banom/lembaga di naungan NU atau unsur lain seperti pemerintah, OKP yang lain hingga LSM,” pungkas Ghofur.
Untuk diketahui, Raker 2026 PAC GP Ansor menghasilkan sejumlah program di antaranya penguatan usaha ikan lele milik kader Ansor, Cek Kesahatan Gratis direncakan bekerja sama dengan Puskesmas, Pelatihan SDM serta Sunat Massal yang direncanakan kolaborasi dengan FKKS.
Dukungan Anda Sangat Berarti 😊
Yuk bantu perjuangan LTN NU Kota Depok menyebarkan informasi kegiatan NU dengan melakukan pembayaran melalui QRIS berikut:
Terima kasih atas kontribusi Anda 🙏





