Sampaikan Tausiyah di pengajian PAC Fatayat Cimanggis, Ustazah Siti Fuaddah Ajak Kader Fatayat NU Persiapkan Bekal Akhirat

whatsapp image 2026 10 10 at 17.07.21

​CIMANGGIS, DEPOK – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Kecamatan Cimanggis kembali menggelar agenda rutin pengajian bulanan yang bertempat di Ranting Pasar Gunung Sejati (PGS) ( 10/10). Pengajian yang dihadiri oleh pengurus serta kader Fatayat NU se-Kecamatan Cimanggis ini berlangsung penuh khidmat diawali dengan pembacaan Khotmil Qur’an, tahlil dan maulid serta menghadirkan penceramah Ustazah Siti Fuaddah, LC., M.A.
​
Ustazah Siti Fuaddah menyampaikan tausiyah mendalam yang mengajak seluruh kader Fatayat NU untuk senantiasa merefleksikan perjalanan hidup, meningkatkan kualitas ibadah, serta mengagungkan rahmat Allah SWT.

​Dalam pemaparannya, Ustazah Siti Fuaddah menguraikan beberapa nasihat penting yang menjadi bekal spritual untuk sahabat fatayat Cimanggis, diantaranya:
​1. Hikmah Duka dan Perjalanan Agung Isra Mikraj
​Ustazah mengulas tahun ke-10 kenabian ketika Rasulullah SAW kehilangan dua penopang dakwah utamanya, Abu Thalib dan Sayyidatuna Khadijah RA. Di tengah duka tersebut, Allah SWT menghibur Nabi SAW melalui peristiwa Isra Mikraj dan mengamanahkan perintah sholat.

“Awalnya sholat diwajibkan 50 rakaat, namun atas kasih sayang Allah dan permohonan Rasulullah SAW, diringankan menjadi 5 waktu (17 rakaat) tanpa mengurangi nilai pahala 50 rakaat,” jelaskannya mengutip HR. Bukhari No. 349 & Muslim No. 162.

​2. Bimbingan Malaikat Jibril dan Perkembangan Syariat Sholat
​Lebih lanjut, dijelaskan bagaimana Malaikat Jibril AS mendampingi Rasulullah SAW selama dua hari berturut-turut untuk mengajarkan batas awal dan akhir waktu sholat. Seiring berjalannya waktu pasca-hijrah ke Madinah, ketetapan jumlah rakaat disempurnakan menjadi 17 rakaat sehari semalam. Perjalanan syariat ini menegaskan pentingnya memahami Hadis sebagai penjelas rinci atas perintah umum dalam Al-Qur’an.

​3. Memaknai Sholat Wustha, Waktu Ashar, dan Peringatan Usia
​Ustazah memberikan penekanan khusus pada Sholat Wustha (Sholat Ashar). Kata Ashar yang bermakna “memeras tenaga” menyimbolkan penghujung hari sekaligus pengingat akan penghujung umur manusia.
​

Baca juga  Gus Lik Berpulang, Ketua PCNU Kota Depok Sampaikan Duka Cita Terdalam

Mengutip hadis riwayat At-Tirmidzi No. 3550, rata-rata umur umat Nabi Muhammad SAW berkisar antara 60 hingga 70 tahun.

​”Memasuki usia 50 tahun adalah penanda bahwa waktu ‘sore’ kehidupan telah tiba. Ini adalah penanda bagi kita untuk sadar dan bersegera mendekatkan diri kepada Allah sebelum benar-benar dipulangkan oleh-Nya,” tegas Ustazah Siti Fuaddah.
Beliau juga mengingatkan pesan Surah Al-‘Ashr agar manusia tidak tergolong orang yang rugi dengan senantiasa beriman, beramal saleh, serta saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran.

​4. Betapa Besarnya Rahmat dan Kasih Sayang Allah
​Sebagai penutup tausiyah, beliau menekankan betapa besarnya kasih sayang Allah kepada umat Nabi Muhammad SAW. Salah satu bentuk rahmat-Nya adalah penundaan pencatatan dosa.

​”Jika seorang hamba berbuat dosa, malaikat pencatat amal buruk menahan penanya selama 6 jam. Apabila hamba tersebut beralih bertobat dan memohon ampun, maka dosa tersebut tidak dicatat sama sekali,” urainya merujuk pada HR. Ath-Thabrani.

​Melalui pengajian rutin ini, PAC Fatayat NU Cimanggis berharap seluruh kader dapat mempererat tali silaturahmi sekaligus terus memupuk ketakwaan dalam kehidupan sehari-hari.

​Suasana pengajian berlangsung hangat dan diakhiri dengan doa bersama demi keberkahan, rahmat, serta ampunan Allah SWT bagi seluruh pengurus dan warga Cimanggis.

​Kontak Media / Informasi:
@pacfatayatcimanggis

Dukungan Anda Sangat Berarti 😊

Yuk bantu perjuangan LTN NU Kota Depok menyebarkan informasi kegiatan NU dengan melakukan pembayaran melalui QRIS berikut:

QRIS Pembayaran

Terima kasih atas kontribusi Anda 🙏