Depok – Sekolah Islam Lazuardi Al Falah kembali menggelar kegiatan penyerahan zakat, infaq, dan sedekah (ZIS) yang dikumpulkan dari siswa SD-SMP, guru, dan staf sekolah. Hasil pengumpulan tersebut secara simbolis diserahkan oleh perwakilan siswa kelas 9, yaitu Azka, Abrisam, dan anggota Pramuka, didampingi oleh Kepala Sekolah, Ibu Indah Nur Palupi, serta Litbang Agama Lazuardi Al Falah, kepada perwakilan resmi Lazisnu Kota Depok, Bapak Agus Purnomo.
Kegiatan ini mendapat apresiasi dari pihak Lazisnu Kota Depok. “Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih atas kepercayaan Lazuardi Al Falah dalam menyalurkan zakat, infaq, dan sedekah melalui Lazisnu. Semoga ini menjadi amal jariyah yang bermanfaat bagi yang membutuhkan,” ujar Bapak Agus Purnomo.
Sementara itu, Ibu Irma Nurul Fatimah, S.T., turut menyampaikan harapannya agar program ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas. “Kami sangat mengapresiasi kehadiran Lazisnu Kota Depok yang telah menerima dan menyalurkan zakat dari siswa kami. Semoga ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat yang membutuhkan,” tuturnya.
Lebih lanjut, Ibu Irma juga menyambut baik tawaran program Madrasah Amil dari Lazisnu yang ditujukan bagi para guru dan siswa. “Kami sangat berterima kasih atas program Madrasah Amil dari Lazisnu. Ini adalah kesempatan berharga bagi kami untuk lebih memahami tentang zakat, infaq, dan sedekah, termasuk mekanisme pengelolaannya,” ungkapnya.
Abdul Hakim, perwakilan Litbang Agama Lazuardi Al Falah, menjelaskan bahwa kegiatan penyerahan ZIS ini merupakan agenda tahunan sekolah yang selalu diadakan setiap bulan Ramadan. Selain itu, pihak sekolah juga menggelar berbagai kegiatan keislaman lainnya dalam rangka menyemarakkan bulan suci. “Setiap tahun, kami rutin mengadakan pesantren kilat Ramadan selama empat hari dengan berbagai aktivitas keagamaan. Kegiatan ini mencakup tadarus dan khataman Al-Qur’an bersama, kultum dari para guru, perlombaan kaligrafi, hafalan surat, storytelling Islami, dan banyak kegiatan lainnya yang bertujuan untuk meningkatkan keimanan dan pemahaman agama para siswa,” jelasnya.
Dengan adanya program-program ini, diharapkan para siswa tidak hanya memahami konsep zakat dan sedekah secara teori, tetapi juga dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari serta menumbuhkan kepedulian sosial sejak dini.