Gebyar Ramadhan, Palang Pintu Antarkan MWC NU Cinere ke Panggung Pelantikan

Sejumlah orang berbusana putih dengan songkok hitam mengerubungi jajaran Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) kecamatan Cinere. Di depannya, Palang Pintu Sanggar Seni Saung Dji’ih mengantarkan rombongan pengurus NU kecamatan yang berbatasan dengan Jakarta Selatan itu menuju tempat pelantikan.

Para pemain saling timpal pantun sembari memainkan seni olah tangan dan kaki ala pencak silat. Ada dua pihak, yakni pemain di pihak Pengurus MWC NU dan pemain lainnya di pihak PC NU Kota Depok.

“Ngeliat wadon mukanya cantik, lagi duduk di pinggir setu. Heh kalau ketua ini benar-benar mau dilantik, jatuhin dulu palang pintu satu-satu,” kata pemain palang pintu PCNU di beranda Masjid An-Ni’mah Gandul, Kota Depok pada Sabtu (22/3/2025).

“Doa buka puasa allahumma laka shumtu, lanjutannya wabika amantu. Kalau emang syaratnya ngadepin tuh palang pintu, bakal gue hadapin satu-per satu,” sahut palang pintu pengantar MWC NU.

Pertunjukan berlangsung selama 10 menit. Pemain palang pintu yang ada di barisan MWC NU berhasil meraih poster bertuliskan “Selamat dan Sukses” sebagai tanda diperkenankan masuk ke lokasi pelantikan.

“Semoga rencana-rencana ke depan bisa lancar, dan semoga tetap bisa mengayomi dan membuat sejuk di wilayah Cinere ini,” harap salah satu pemain, disusul amin para hadirin.

Sekretaris panitia pelaksana Sholahuddin mengatakan, Palang Pintu digunakan dalam rangkaian pelantikan ini guna menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama berjalan beriringan dengan budaya masyarakat. Oleh karenanya, pihaknya mempersembahkan Palang Pintu dalam Gebyar Ramadhan tahun 2025.

“Ya kita tahu bahwa Palang Pintu kan tradisi betawi, ya, jadi teman-teman selipin dah buat pelantikan NU,” ujar pria putra Betawi itu.

Dalam artikel berjudul Membangun Peradaban Bangsa Melalui Religiusitas Berbasis Budaya Lokal disebutkan, Dewi Anggraeni menjelaskan bahwa Palang Pintu merupakan salah satu tradisi yang melekat di masyarakat Betawi. Tradisi ini biasanya digunakan dalam acara pernikahan.

Baca juga  Majukan Kominfo NU, LTN PCNU Kota Depok Ajak Ngopi Pegiat Medsos

Secara bahasa Palang Pintu berasal dari dua suku kata Palang dan Pintu. Palang berarti kayu atau balok yang dipasang melintang pada pintu atau jalan. Sementara Pintu sendiri ialah lubang atau papan sebagai akses masuk keluar.

Tradisi ini untuk menggambarkan jalinan komunikasi antara dua pihak mempelai pengantin dengan saling berbalas pantun dan gerakan silat. Selain fungsi komunikasi, tradisi ini juga memiliki fungsi hiburan dan pendidikan.

Kontributor: Achmad Risky Arwani Maulidi

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top