Depok, 26 Maret 2025 – Warga Kampung Cipayung kembali menggelar tradisi Malam Abug, sebuah kegiatan yang rutin dilakukan pada malam-malam ganjil di akhir bulan Ramadhan. Tahun ini, acara tersebut berlangsung di Masjid Darul Iman, RW 21, Kelurahan Abadijaya, bertepatan dengan tanggal 26 Ramadhan 1446 H. Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara PRNU Kelurahan Abadijaya, Karang Taruna Berkibar RW 21, dan DKM Masjid Darul Iman.
Menurut sejarahnya, Abug adalah kue tradisional yang dibuat dari beras yang ditumbuk atau tepung beras ketan, dengan isian gula merah dan kelapa. Kue ini berbentuk segitiga dan dibungkus dengan daun pisang, biasanya disajikan dalam acara berkumpulnya masyarakat di masjid atau mushola pada malam-malam ganjil akhir Ramadhan. Tradisi ini juga diiringi dengan Tahlil dan Itikaf, menjadikannya sebagai bagian dari upaya menyambut malam Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan kebersamaan.
Acara ini dihadiri oleh beberapa tokoh agama dan masyarakat, di antaranya: Ustaz Ahmad Fachruddin Ketua MWC NU Kecamatan Sukmajaya, Ustaz Fahrurozi Ketua DKM Masjid Darul Iman, dan Ustaz Ahmad Suryadi Ketua PRNU Abadijaya.
Dalam sambutannya Ustaz Ahmad Suryadi menegaskan bahwa Malam Abug bukan hanya sekadar tradisi, tetapi juga bentuk penguatan identitas masyarakat Kampung Cipayung dalam memegang teguh nilai-nilai Islam dan tradisi leluhur.
“Kegiatan ini bertujuan untuk menyambut malam Lailatul Qadar dengan sukacita. Acara ini sekaligus meneguhkan kembali masyarakat Kampung Cipayung yang memiliki pendirian kuat dalam memegang tradisi,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa bulan Ramadhan adalah momen untuk bergembira, sehingga tradisi seperti Malam Abug menjadi pengingat bahwa ibadah dan kebersamaan harus terus dijaga.
Editor :
Fariz Zul Hafid, Handy Fernandy
Reporter :
Habil Aulia Mufa